Home > agrinak > Kura – kura, penyakit dan perawatannya

Kura – kura, penyakit dan perawatannya

Mengingat banyak yang cari artikel tentang kura – kura, terutama penyakitnya di blog ano maka aku akan menuliskan sedikit artikel tentang kura – kura yang beberapa diantaranya hasil editan dan sebagain hasil pengalaman. Semenjak aku miara kura – kura dulu rajin hunting manual cara perawatan sama penanganan penyakit kura – kura.

Salah satu masalah umum yang sering dihadapi pemeliharaan kura-kura adalah memelihara kwalitas air. Air yang kotor adalah penyebab penyakit bakteri dan parasit. Aquarium kura-kura yang kotor sangat bau dan menjadi tambahan yang tidak baik dalam rumah kamu. Menguras air secara teratur adalah satu cara untuk menjaga kebersihan, tetapi proses pengurasan cepat menjadi pekerjaan yang banyak menyita waktu. Pemecahan praktis adalah dengan menggunakan mesin penyaring atau filter yang dapat mengurangi frekwensi pengurasan.

Faktor lain yang sering tidak dipikirkan oleh pemelihara baru (pemula) adalah pencahayaan. Semua kura-kura dalam ruangan / aquarium atau kolam membutuhkan semacam cahaya buatan. Biasanya dulu setiap pagi kura – kuraku tak jemur, tapi tak ingetin kalo pas njemur, jangan sampe ketiduran (kayak aku) dan dalam njemur sebaiknya diberi air untuk pendingin tubuh jika kepanasan. jam jemur paling baik antara 06.00 – 08.00 karena pada jam begini matahari masih baik dan kandungan vitamin Dnya masih bagus.

Kalo kalian males njemur kura – kura, bisa kalian beliin lampu UV yang khusus reptil di petshop terdekat yang 9 volt – 12 volt udah cukup. Biasanya karena kurangnya pencahayaan/penjemuran kura – kura gampang sakit, terutama sakit kulit.

UV-A: Mereka berada di gelombang yang tidak terlihat oleh mata dari 320 sampai 400 nm. Meskipun mereka mengandung sedikit energi daripada sinar UV-B dan UV-C, sinar UV-A juga menyebabkan sunburn/melepuh pada manusia jika terkena cukup lama. Bagi kura-kura sinar UV-A terlihat bagi mereka. Banyak reptil termasuk kura-kura menggunakan sinar UV-A untuk mengenali makanan atau mengenali pasangan yang cocok. Maka dari itu, berjemur dibawah sinar UV-A sangat bermanfaat bagi kehidupan mereka.

UV-B: Mereka berada diantara 290 dan 320 nm. UV-B adalah sinar yang bertanggung jawab atas melepuhnya pada kulit manusia waktu terkena sinar terjadi. Untuk reptil sangat penting, khususnya kura-kura karena membutuhkan sinar ini untuk sintesa. Banyak penelitian telah membuktikan pemberian tambahan vitamin D3 tidak diperlukan dalam makanan jika pemberian sinar UV-B diberikan setiap hari. Kami mengingatkan bahwa vitamin D3 penting untuk memperbaiki kalsium pada tulang maka dari itu mereka penting untuk pembentukan tulang yang dan termpurung kura-kura. Lapisan gelas tidak boleh dipasang antara daerah berjemur dan sinar berspektrum penuh karena gelas menyaring sinar UV-B.

Berikut saya himpunkan beberapa peyakit yang sering diderita oleh kura – kura : (sumber : hewanpeliharaan.com)

Gejala:

Mata bengkak atau berair, biasanya tertutup. Kemungkinan mengeluarkan cairan putih. Kulit terlihat merah dan mentah. Kemungkinan Edema.

Kemungkinan disebabkan:

Infeksi bakteri pada mata sering diakibatkan dari kurang berfungsinya sistem penyaringan (filtrasi). Selidiki lingkungannya. Kesalahan pengaturan suhu dapat juga menyebabkan gejala-gejala seperti ini.

Pengobatan:

Antibiotik yang dioleskan pada mata (dalam bentuk salep) jika disebabkan oleh infeksi bakteri. Jaga kebersihan dan lingkungan sekeliling jika tidak baik.

Gejala:

Luka atau plaque-like furry yang disebabkan oleh sel-sel mati disekitar mulut. Kemungkinan menolak untuk diberi makan dan mata kemungkinan juga membengkak.

Kemungkinan disebabkan:

Infeksi bakteri pada mulut biasanya dapat ditemukannya organisma gram-negatif. Menular pada jenis hewan lainnya.

Pengobatan:

Kondisi yang serius membutuhkan pengobatan yang cepat. Mulut harus dibersihkan dengan cairan povidone-iodine beberapa kali dalam sehari dengan membersihkan juga sel-sel mati. Antibiotik yang berkontak langsung dengan luka juga efektif dalam melawan Gram-negatif organisma. Tangani hewan yang terinfeksi dengan seksama dan pisahkan dengan kura-kura lainnya secepatnya. Keadaan seperti ini biasanya dapat segera diatasi jika terdeteksi secara dini.

Gejala:

Hewan yang kurang bertenaga, kemungkinan menyanggah kepalanya dengan tinggi atau dalam posisi yang tidak seperti biasanya. Kemungkinan juga lemahnya kaki depan dan belakang dan juga kadang mengeluarkan cairan dari hidung atau mulut diikuti dengan sesak napas.

Kemungkinan disebabkan:

Kondisi serius yang disebabkan oleh infeksi bakteri pada saluran pernapasan, kemungkinan pneumonia.

Pengobatan:

Perhatian dari dokter hewan diperlukan secepatnya. Suntikan antibiotik biasa tindakan yang harus dilakukan (antibiotic biasanya tidak diberikan secara oral pada kura-kura air tawar disebabkan oleh lamanya dan tidak menentukan rasio penyerapan melalui pencernaan dan tidak menentunya jumlah serum darah).

Gejala:

Lemahnya daerah tempurung atas atau bawah dengan kemungkinan pecahnya pembuluh darah. Kemungkinan terciumnya bau yang tidak sedap dari daerah sekeliling. Daerah yang terkena dapat menyebar dengan cepat.

Kemungkinan disebabkan:

Infeksi bakteri pada tissue yang mana berasal dari trauma atau penyakit tertentu. organisma gram-negatif biasanya penyebabnya.

Pengobatan:

Daerah sekeliling yang terditeksi harus dibersihkan secara rutin dengan cairan povidone iodine, sel-sel yang mati dibersihkan secara perlahan dan kura-kura ini dipisahkan secepatnya dengan yang lainnya. Antibiotik yang dioleskan langsung dapat digunakan. Gejala seperti ini kebanyakan disebabkan oleh lokalisasi luka trauma, seperti terbakar oleh pemanas/heater atau goresan yang disebabkan oleh batu tajam yang ada di aquarium dll.

Gejala:

Kurang bertenaga, lemas, kemungkinan kaki atau tempurung bawah terlihat kemerahan.

Kemungkinan disebabkan:

Pada umumnya septicemia (keracunan pada darah).

Pengobatan:

Pada umumnya disebabkan oleh luka trauma, terutama air yang terkontaminasi. Ada kemungkinan hepatosis jika hati (lever) dengan cepat ikut terserang. Mendesaknya akan kebutuhan parenteral (tidak melalui mulut) antibiotik harus dilakukan dengan hati-hati dan intensif terapi pendukung juga diperlukan. Tes darah juga diperlukan untuk memastikan kemajuan pengobatan.

Gejala:

Tempurung atas yang lembek dan kemungkinan tidak merata. Lemahnya kaki-kaki dan kura-kura ini kemungkinan masalah makan.

Kemungkinan disebabkan:

Makanan yang kekurangan kalsium baik sedikit maupun banyak.

Pengobatan:

Untuk kondisi yang parah kemungkinan tidak dapat tertolong. Pengobatan dapat berupa suntikan kalsium ditambah makanan yang berkalsium dan perawatan di bawah sinar lampu UV-B.

Catatan: Gejala tempurung lembek, jangan disamakan dengan kura-kura jenis tempurung lunak (Soft-shell) seperti jenis Tryonix/Apalone.

Gejala:

Luka baru.

Kemungkinan disebabkan:

Perkelahian, lecet pada batu atau benda lain.

Pengobatan:

Pindahkan faktor penyebab di lingkungannya. Bersihkan perlahan-lahan dengan menggunakan cairan povidone-iodine dan jaga kebersihannya sampai luka sembuh total. Perhatikan dengan seksama gejala infeksi kedua, seperti septicernia, necrotic dermatitis.

Gejala:

Pembengkakan atau kemerahan di samping kepala.

Kemungkinan disebabkan:

Bisul telinga. Pada kura-kura, disebabkan oleh kebersihan air yang kurang.

Pengobatan:

Pembedahan oleh dokter hewan dengan pembiusan lokal.

Categories: agrinak
  1. May 21, 2008 at 10:32 am | #1

    temenku pada banyak yang suika melihara ginian ntar deh no kusebarinn..sapa tau infona bermanfaat bagi mereka

  2. dhidha
    May 28, 2008 at 11:51 am | #2

    yah..penglaman pribadi juga ya no’.makanya kalo jemur jangan pake lupa..hehehe
    tp thx, nambah ilmu juga.oya kenalin, kura2ku namanya hiro.besok ku upload de d fs..tu si momo udah.liat yak..

  3. Nicholas
    July 13, 2008 at 5:19 pm | #3

    mau tanya donk,

    saya pelihara kura2 ada sekitar 4 bulanan. awalnya berjumlah 8 ekor, dan sampai skr tinggal sisa 2 ekor dan itupun terlihat memiliki penyakit. teman2nya yg laen sudah pada mati dan sampai skr-pun saya gak tau apa penyebabnya. hampir rata2 tubuhnya lemas, dan gak mau makan, dan juga ada 1 ekor yang mati akibat pecahnya semacam bisul di pipi kanan kiri kura2 tsb.
    Sekarang kura2 yang tersisa ada 2 ekor lagi, dan yg satu sehat tapi dipipinya juga ada bisul yg semakin besar di kanan kirinya tapi lincah sekali dan napsu makannya banyak, yang satunya lagi selalu tidur dan diam saja, tapi belon mati.

    - Kira2 apakah yg menyebabkan kura2 saya ini pada mati semua dan terkena penyakit semua?
    - apakah bisul di pipi kura itu merupakan tumor atau apa? dan kalo betus apakah bisa membuat mati kura2 tsb? krn sebelumnya juga 1 kura2 saya ada yg meninggal setelah bisulnya pecah.

    sekedar info saja mengenai cara perawatan saya selama ini adalah:
    - seluruh kura2 saya taruh di kotak pelastik berukuran sekitar 35×45cm
    - tidak ada filter sehingga saya selalu mengganti airnya setiap hari pagi dan sore.
    - setiap hari saya selalu menjemur kura2 tsb dari jam 7 pagi hingga sore hari jam 5, dengan kapasitas air cukup banyak supaya tidak kepanasan.
    - ada 2 batu besar ditengah2, sehingga kura2 tsb selalu berjemur setiap kali saya jemur.
    - makanan yg saya berikan berupa pelet yg dijual dipasaran dgn merk TURTLE FOOD keluaran AQUA LEGEND dan selalu diberikan setiap pagi dan sore hari, bahkan kadang malam hari suka saya berikan lagi.

    kira2 segitu saja keterangan dari saya, mohon informasi bantuannya secepatnya supaya saya bisa segera cepat mengobatinya.

    kalo bisa balas ke email saya supaya bisa saya baca sesegera mungkin.

    terima kasih.

  4. martsiano
    July 14, 2008 at 9:56 am | #4

    @mas Nicholas

    Q : Kira2 apakah yg menyebabkan kura2 saya ini pada mati semua dan terkena penyakit semua?

    A :
    1. bisa jadi, jika kura – kura yang sakit kemaren tidak dipisahkan dari yang sehat sehingga penyakitnya menular.

    2. Kurang jemur/kebanyakan jemur

    3. Sirkulasi air kotor/karena makanan yang berlebihan dan tidak habis sehingga air menjadi asam karena kelebihan nitrogen akibat penguraian makanan dalam air.

    4. makannya kebanyakan.

    Q: apakah bisul di pipi kura itu merupakan tumor atau apa? dan kalo betus apakah bisa membuat mati kura2 tsb? krn sebelumnya juga 1 kura2 saya ada yg meninggal setelah bisulnya pecah.

    A : itu disebabkan oleh bakteri karena kurang baiknya sirkulasi air (kura – kuraku dulu juga iya) pengobatannya liat diatas.

    sebenernya semua penyakit yang mas tanyaka ada diatas bagaiamana cara pengobatananya tinggal praktek kok… oK tengkyu dah mampir.

    oh ya salam buat kura – kuranya….

  5. lucia
    November 28, 2008 at 3:58 pm | #5

    Hi..,
    maw nanya donk..
    Kura2 aq udah seminggu ini sakit mata, bengkak en menutup..
    Maw d bawa k dokter, tp d kota aq gak ada dokter hewan yg bnr2 bgs..
    Aq udah pelihara setaon, dan udah terlanjur bnr2 sayang ama aldo (nama kura2 aq)..
    Selama sakit, aldo gak maw makan, sama sekali!!
    Selama ini, aldo aq taruh dlm aquarium, dgn air yg tdk banyak.. Untuk d ketahui, aq selalu pake air aqua! Terkadang, aldo aq taruh dlm mangkuk plastik beralas kain, krn emang dia suka bgt tidur d situ.. Dari awal aldo hanya makan makanan dlm kemasan yg khusus untuk kura2 (seperti mknan ikan gitu).. Pernah d coba ngasih sayuran, tapi jg gak pernah maw d makan ama aldo..
    Sekarang, kondisi aldo msh terbilang fit..
    Klaw pagi2 aq jemur, mskipun dgn mata tertutup, aldo masih gesit banget lari nya..
    Tapi aq jg kuatir bgt, karena aldo bnr2 udah gak pernah bisa makan lagi..
    Gimana ya solusi nya..?

    Thx,
    -luci-

  6. martsiano
    November 30, 2008 at 3:32 pm | #6

    @luci : airnya dikasih tymol biru,atau tanya ke toko akuarium yang jual obat buat kura biasanya ada.

  7. adin_07
    December 31, 2008 at 6:43 am | #7

    hi,,,
    q adin,,, q mw nanya, kura2 q dah 1 minggu G mw mkn dan dari mulutx keluar lendir kira2 dy sakit apa y? N cara pengobatanx seperti apa?

    • Ayoxon
      October 7, 2009 at 6:11 am | #8

      Permisi sy mo ksi masukan.. Kmungkinan kura2 adin kena influenza (haemophilus influenzae) akibat virus/ bakteri. Pengobatannya: ganti sirkulasi air biasa ke air hangat kira2 27-30 drjt (3-4 kali/hr) slm 5 hari, jemur kura2 stiap hari 1-2 jam atau gunakan UV-A (pnggnti snr mthri. Insyaallah kondidi kura2 akn b’angsur m’baik dan smbuh tnpa pengobatan khusus dri dr.hewan.

  8. martsiano
    January 1, 2009 at 1:38 am | #9

    @adin : ada di atas…

  9. Frielth
    January 16, 2009 at 3:22 pm | #10

    kura-kura missisipi gw keknya sakit dech…
    kulit di lehernya kek ke klupas gt, trus warna kulit pada kaki nya jg rada pucat.
    itu kenapa ya?? trus cara penangannannya gmn?

  10. January 26, 2009 at 11:54 pm | #11

    mas, ngasi tymol biru tu gimana??
    diolesin pake katenbad apa ditetesin di air trus kura-kuranya dicelupin disitu??
    kalo kura2nya dicelupin di air yg udah dikasi tymol biru, brapa lama berendamnya???
    thenkyu mas

  11. Tyo
    April 7, 2009 at 1:09 pm | #12

    Kura2 saya tiba2 lemas..dia menjulurkan kepalanya terus..tdk mau makan..kadang kepalanya menjulang ke atas dan mulutnya terbuka..bgaimana mengobatinya dgn mudah?apakah penyakit tsb menular ke kura2 yg lain?makasi sbelumnya.

    • Ayoxon
      October 7, 2009 at 6:27 am | #13

      Kasi msukan ya.. Jika p’grakan badan miring sblh kmngkinan kena pnykit pneumoni atau gangguan p’nafasan, ganti air aja dgn yg lbh hangat 3-4 kali/hari, jgn lupa air d wadah jgn t’lalu tinggi agar kura2 mudah mngambil oksigen, mdh2n akn b’angsur smbuh.

  12. anin
    April 25, 2009 at 12:21 pm | #14

    alow…….kura-kura ku bisul di pipina kanan kiri…baru kedokter hewan maw dioperasi tp setengah jalan ngak jd…kt dokterna bisul itu blum matang jd mlah dikasih obat bisul dulu terus 3 hari kemudian disuruh di bedah sendiri ama aq….sebenarnya tu bisul buat kematian ngak seh buat kura2

    • Ayoxon
      October 7, 2009 at 6:22 am | #15

      Tuh bisul/ absces emng infeksi kulit akibt sirklasi air yg krng baik shngga tmbl bnjolan akibt bakteri, jika dibiarkan akan mnybbkn kmatian bg kura2. Obat oles tsb brupa antibiotik & antiinflamasi salf yg di oles pd bnjolan, proses tsb agar bnjolan melunak & mengurangi bengkak (radang), biasanya akan pcah dgn sndirinya, tp jka anda bs mmastikan bnjolan matang dan ingin mngluarkan cairannya hati2 dlm m’bedah agr tdk mrusak jaringan/kulit sekitarnya.

  13. desy
    October 16, 2009 at 4:35 am | #16

    q bru punya kuya-kuya…q bingung merawatnya….karna kura2 q yg nmanya okto itu slalu merem,d ksh mkan gk mw mkan…sdgkn si bery slalu bergerak gk mw diam…
    kira2 itu masih normal tidak??

    makasih…

    • plur
      October 24, 2009 at 3:38 am | #17

      si okto sakit,, gag taw lupa nma penyakitnya apa,,,,tp pas tak suapin udang segar *bca hidup lama2 dya sembuh neng………

      • martsiano
        October 30, 2009 at 10:44 am | #18

        ya jangan lupa di jemur

  14. hadhi_mu
    October 24, 2009 at 3:34 am | #19

    hikz-hikz kura2 ilang

  15. adhitiya
    November 7, 2009 at 8:28 am | #20

    kura brazil aq nggak mau makan nih, pdhal udah rutin diberi calk jg seminggu 3 kali. ada yg bilang diksh tetraciclyn bener nggak ya??? blh nggak diberi obat stress utk ikan?? temen2 tlg bantuannya yah, please sent your reply at adit_130684@yahoo.com. thanks..

    • martsiano
      November 7, 2009 at 10:24 am | #21

      wah kalo kebanayak kalsium juga ndak baik, coba di variasi makanannya, kasih pelet atau ikan, atau cacing . terus jangan lupa dijemur dan ganti air…

  16. Yulie
    November 27, 2009 at 10:40 am | #22

    Kura2 saya kakinya bengkak sbelah,disebabkan apa ya? apa & bagaimana mengobatinya? TQ

  1. No trackbacks yet.