Home > novel bikinan ano > Novel bersambung PALESTINE : PREAMBULE

Novel bersambung PALESTINE : PREAMBULE

Rabu pagi terlalu cerah untukku masih terlelap diatas pembaringan. Ruang kecil senyap yang aku diami sekarang ini bagaikan selimut raksasa yang sangat pengap. Jendela – jendela kamar belum satupun terbuka. Kutendang – tendang selimut hijau tebalku menjauh dari tubuhku. Semangat !!! teriakku dalam hati sembari bangkit dari tidur panjangku selama delapan jam yang telah lalu.

Kugerakkan tubuhku mendekati jendela kamar yang masih tertutup, ku buka perlahan – lahan dan kurasakan udara pagi menyelinap masuk melalui setiap rongga tubuhku, kurasakan kesegarannya disetiap penyusun sel tubuhku seolah berteriak padaku, SEMANGAT!!!!!.

Pagi ini adalah pagi baruku, dihari yang baru pula aku memulai semangatku dengan kekuatan yang baru pula. Pokoknya hari ini serba baru, walaupun bajuku tak sebaru semangatku. Bergegas aku menuju kamar mandi di kost – kostan ku yang terletak di jalan kaliurang Km 14 Sleman Yogyakarta. Kosan ku bernama kost Palestine, agak – agak nyentil Islam walaupun penghuninya sedikit aneh – aneh dan tidak sesuai aku kira memberinya nama “Palestine” but it’s ok yang penting kita tetap kompak dan selalu bahu membahu. Kamar mandi tepat ada di depan kamarku tinggal melangkah lalu masuklah dalam kamar mandi yang berukuran 1,5 x 1,5 meter. Seperti kebiasaan setiap manusia Indonesia khususnya adegan pertama yang dilakukan dalam kamar mandi adalah menurunkan celana lalu berjongkok diatas kakus, sembari melamunkan banyak hal dan mungkin juga mempersiapkan strategi untuk hari itu, tapi memang kebanyakan ide – ide segar terlahir saat melakukan aktivitas yang satu ini. Lima menit pertama belum manampakkan tanda – tanda akan jatuhnya bom atom ke kota hiroshima, namun para jendral masih tetap mengatur strategi akan tetapi biasanya dengan sedikit pemaksaan,pesawat bomber B2 baru dapat menjatuhkan bom atom tersebut. Tapi memang detik – detik menunggu jatuhnya bom atom membuat waktu terasa lambat dan semakin asyik untuk memikirkan banyak hal.

Lima belas menit sudah berlalu dan sudah saatnya menghentikan kegiatanku yang banyak menyita waktu dan tenaga extra ini. Kemudian kukerahkan setiap tenaga yang kumiliki untuk menyiramkan tiap mililiter air dalam bak mandi ke atas tubuhku yang kurus kering korban dari nasi penyet selama dua tahun belakangan ini. Yeah namanya juga anak kost kadang harus bisa tambal sana tambal sini, hemat sana hemat sini, hutang sana dan hutang sini.Air yang dingin dengan udara semi pegunungan, karena kostku berjarak 24 kilometer dari puncak gunung merapi, jadi airnya masih terasa dingin, tapi nggak dingin – dingin banget kok. Acara mandi aku sudahi dengan ritual menggosokkan handuk hijau putihku ke seluruh sela sela tubuhku.

Bergegas aku pakai kemeja kotak – kotakku, tak lupa aku pakai deodoran agar bau badanku tak tercium oleh anjing pelacak dari jarak sepuluh kilometer. Well saatnya untuk pergi kuliah kukeluarkan karisma silverku untuk stratching sebelum memulai kegiatannya hari ini bersamaku hingga hari berganti dengan malam nanti. Kutarik gas perlahan lahan menuju jalan kaliurang dimana kampusku berada, kampusku bernama Universitas Islam Indonesia disingkat dengan UII, ada yang bilang Universitas InsyaAlloh Islam dan lain sebagainya, but whatever. Sinar mentari pagi yang sangat menyengat nan menyehatkan mencoba menembus kulitku membawa ransum vitamin D untukku, ya terkadang aku menyadari alam ini diciptakan memang untukku(^_^). Setelah kulewati gedung beberapa fakultas akhirnya aku sampai di parkiran fakultasku, disana tempat aku memakirkan karisma silverku. Bergegas aku lari menuju ruang kuliah karena ternyata aku terlambat masuk tiga menit. Mata kuliah hari rabu pagi adalah Elusidasi Struktur Senyawa Organik (ESSO),jangan bingung ini bukan nama makanan ataupun benda berbahaya atau sejenisnya, ini adalah mata kuliah dimana kita menentukkan suatu struktur senyawa kimia dengan menggunakan spektra. Professor Hardjono sudah mulai mengatur kertas transparansi untuk kuliah hari ini, beliau adalah guru besar di fakulatasku, fakultas MIPA jurusan Ilmu Kimia, entah mengapa beliau masih setia menggunakan kertas transparansi, padahal komputer dan proyektor sudah tersedia di ruang kuliah. Kuliah berjalan tegang, maklum Professor satu ini memang didikan Belanda yang konon katanya terkenal keras dalam mendidik anak didik.

Kuliah ESSO kujalani dengan hati berseri mengingat professor sedang baik hati, kuliah dilanjutkan dengan study kepemimpinan Islam lalu disambung dengan kimia fisika. Hari ini cukup melelahkan bagiku tapi tidak apa – apa aku akan tetap semangat. Pukul 15.30 aku keluar dari kampusku menuju parkiran dimana aku parkir motorku disana. Langkah demi langkah aku susuri jalan dengan kecepatan 20km/jam, hingga pada akhirnya aku sampai di parkiran. Langsung saja aku menuju motorku karisma silver dengan plat A 2891 F.Entah mimpi apa aku semalam tapi tiba – tiba aku melihat bayangan seseorang yang menghampiriku dan tiba – tiba dia menepuk pundakku, secara spontan aku berbalik kearahnya dan secara terpana kuperhatikan wajah orang yang menepuk pundakku , sedangkan dia hanya diam tersenyum padaku hingga dia mengucapkan “No Gua Nebeng yak?!”.

Ternyata dia adalah lanang, teman satu kostku, kamarnya dan kamarku hanya terpisah dengan kamar adi.

“Lo Nang?!, Kuliah apa lo?”

“Kuliah gamtek (gambar teknik).”

“ooo ya uwis, ayo naik”

Kita berdua berboncengan tapi tidak selayaknya suami istri,karena banyak pemuda pemudi Indonesia sekarang yang berboncengannnya dengan berbagai gaya, ada gaya monyet naik pohon kelapa, ada gaya tas ransel, ada gaya celurit dan lain sebagainya yang terlihat menggiurkan bagi khalayak umum khususnya para kaum jomblo yang haus akan kasih sayang dan kelelmbutan wanita. Kita berdua keluar dari parkiran setelah menunjukkan STNK kepada petugas parkir.

Sore hari yang indah membuat lelah juga berkurang, kulajukan motorku menuju kost kostan “PALESTINE”. Dengan segera kami telah sampai di kostan tercinta, tempat berkumpulnya orang – orang gila dari berbagai daerah, semua menjadi satu dan saling bahu membahu membentuk sebuah keluarga dengan berbagai macam masalahnya mulai dari bayar listrik, sampai nguras kamar mandi, dan juga terdapat banyak konflik akan tetapi banyak juga senda gurau disana. tetapi temanku ada yang menganggap bahwa PALESTINE adalah rumah Gila, tapi whatever they thinking about us, kafilah terus berlalu.

Sekarang kuperkenalkan kalian dengan penghuni kost PALESTINE. Kost ini milik ibu Manis dan suaminya, beliau mempunyai seorang anak namanya Anggi, tapi sayang Anggi bukanlah sosok wanita yang didambakan oleh setiap laki – laki dewasa, karena dia adalah seorang bocah laki – laki kelas 4 SD, So kalo ada yang suka sama Anggi mungkin dia itu…. pedofilia kali ya?.

Apriyadin alias K-prink, entah kenapa dia disebut begitu kami juga tidak tahu. Dia adalah sesepuh di kost ini, angkatan 2002 jurusan Teknik Sipil UII asal dari Dompu, orangnya hitam manis semanis senyumnya, pendiam, soleh rajin sholat rajin ngaji. Masa kecilnya aneh kami melihat banyak kesuraman kesuraman disana, bagaimana tidak, hobinya waktu kecil bersama teman temannya suka nyiumin septiktank tetangga(Yaks…bau bangget).Selain itu ada Hatta Palino, tidak seperti bung Hatta sang proklamator kita, Hatta yang ini sungguh aneh bin ajaib, coba bayangkan dengan tinggi 193 cm, bobot tubuh 56 kg, kurus tinggi botak, matanya besar seperti mau keluar untung saja perutnya tidak buncit, soalnya kalo buncit dikira busung lapar. Jurusan Informatika 2004, agak playboy, sekarang sudah punya seorang pujaan hati bernama Gustanti, tapi masih usaha ngegebet Pipit temen satu organisasi sama dia. Hatta berasal dari kota Pati, ayah dari padang ibu dari…. dari mana ya? Aku lupa.

Sekarang lanjut ke indrato, nama lengkapnya ya Cuma indrato asli sragen, jurusan informatika juga, mbaknya asli cantik banyak yang naksir termasuk mas eko tetangga sebelah yang jual pulsa sama bensin. Sayangnya indrato itu pelit jumprit bin kodek koret kopet cethil mbuthil. Punya demenan anak D3 kalo nggak salah tapi kayaknya hatta coba merebutnya dari tangan indrato, dia paling pendek diantar kita satu kost mungkin akibat dari pelitnya itu ya… Trus ada adi, nama panjangnya Adi Novyantoro orang hitam manis asal dari palu tapi aseli produk magelang jurusan teknik manajemen industri angkatan 2004, punya gebetan anak FIAI, tapi malu untuk mengatakannya karena belum waktunya kata adi.

Lanang, Hervian lanang Priayambodo keriting, tinggi sedang yang tadi bonceng sama aku, tubuh sedang ada bekas cacar di wajahnya suka ngomong OK sama Ngeri deh, nggak tau apa maksudnya. Ada gebetan neng atit tapi dia di jakarta, tapi sekarang lagi usaha ngegebet yang punya mio plat Z, namanya…. ntar aja ya!.

Ali Rekso Tinamtu, playboy cap kadal aseli kebumen. Jurusan teknik sipil 2004, asisten dosen paling yahud dan punya kebiasaan “pokoke”. Suka ngecengin cewek, tapi karena plenca – plence sampai sekarang susah dapet cewek, dia paling demen sama yang namanya BRONDONG, terakhir sama tita anak SMP kelas 2. urusan cewek yang satu ini enggak kalah seru sama yang lain walau tampang udah kayak Ariwibowo kelindes kereta argo tujuh kali bolak balik.

Andi Ariwhayudi, kata anak – anak mirip Ariel “PP”, tapi kalo kataku mirip sama pemeran di film Boy’s dont cry tapi ngga tau siapa namanya.ahli jaringan komputer tapi untuk urusan cewek dia agak – agak canggung.

Purwanto, ini orang udah kayak keong, tipa hari kerjaan Cuma kamar kost, kampus, makan, beol, kamar kost, kampus, makan, beol, kamar kost, kampus, makan beol. Puja kesuma, putra jawa kelahiran sumatera tapi dia ngganggep dia orang sumatera. Jurusan informatika 2004 sampai sekarang nggak punya cewek soalnya kalo ketemu cewek yang dia suka radius 1200 cm dia bakal panas dingin kayak dispenser punya hatta.

Bersambung….. bab ini hanya pengenalan tokohnya saja. tunggunkelanjutannya mingu depan.

Categories: novel bikinan ano
  1. May 23, 2008 at 12:06 pm | #1

    cayo.. si cowo yang satu ini pintar bangt bikin novel wkwkw…

    tolong buatin novel horor klepu yak…

    dari serial satu sampe seterusnnya…
    ditunggu loh.. cayo..

  2. Ali Rekso
    May 24, 2008 at 6:33 am | #2

    Sebagai pemeran disalah satu tokoh kru palestine rasanya saya perlu memberikan tanggapan, banyak hal saya setuju tapi ada satu yang pasti tidak benar yaitu ketika saya dibilang Playboy…
    justru kebalikan dari itu diri saya, belum pernah punya pacar sampai wisuda kok ya dibilang play boy iki piye to…
    Sebenarnya banyak yg naksir saya tapi tidak perlu saya sampaikan namanya, bisa panjang urusannya, kayaknya penulis ada yang kelupaan menyebutkan nama tokoh disana.
    Memang masih anggota baru namun bolehlah disebut, siapa lagi kalau bukan Syukrie tamam, cowok sok maco dari purwokerto ini harus dijelaskan dalam bab tersendiri oleh penulis, karena orang ini adalah orang paling kasihan diantara semua penghuni kos.
    Silahkan dilanjutkan.

  3. poel_modern
    May 24, 2008 at 3:40 pm | #3

    wah ini namanya mengarang kyk waktu di SD,,tp lmyn lah…
    dari td ak baca ak gak nemuin inti dari ceritanya apa??trs maksud dari ceritanya apa?? n gak ada pesan yang disampaikan..tp kl jadi hobby bagus kok jarang2 orng pnya hobby nulis…cayoooo

  4. Hatta Palino
    May 25, 2008 at 2:46 pm | #4

    Saya sangat tidak setuju. Saya tidak seperti yang diceritakan, apalagi yang playboy itu, yang sebenarnya yang playboy itu yang nulis artikel ini…. Saya itu orang yang baik hati, jujur dan setia.
    Tapi bakat nulisnya oke bangetlah…..
    Perlu di acungi jempol….
    Hidup Erni.. eh Ano, jangan marah kau… Hehehe
    Makan2nya di tempat Ali aja ya…..

  5. June 3, 2008 at 10:05 am | #5

    wah..

    itu terlalu berlebihan nok..

    gw nggak sebaik yg lo tulis..

    hahaha..

    :D

  6. rudee & boyon
    June 5, 2008 at 9:54 am | #6

    untuk ali rekso…
    ada yang cari dikantor mu yang dibatam, katanya kamu koq tega2 nya kejakarta (pake ga balik lagi ke batam) ga bilang2….

    miss u broooo… ;P

  7. Bulango
    June 5, 2008 at 9:57 am | #7

    numpang nyamperin ali ya ….
    Li, salam dari uni dan uda Bulango…
    Koq ga pamit2 katanya… TARUANG……..
    wakakakakak

  8. lanang
    June 11, 2008 at 2:46 pm | #8

    Boleh juga…
    tapi ada sedikit koreksi No…
    Namanya neng atid bukan atit…
    soale namanya Astrid bukan Astrit…
    itu panggilan kesayangan gw buat dia… hehe…
    Walaupun kebanyakan tokoh aslinya banyak yang ga setuju, tapi sejauh ini buat gw, sedikit banyak emang bener sih… hehe…
    piss bro…

  1. No trackbacks yet.