Posted by: martsiano on: April 18, 2009
siapa sih nggak tahu jahe? kebangetan banget kalo ga tau, itu tuh yang ada di tukang skuteng, angkringan dan tukang jae (wkwkwkwkwk nggak mutu banget tulisane).
Sampai saat ini harga jual jahe masih sangat rendah mengingat diversifikasi produk olahan jahe masih sebatas sebagai bahan baku jamu peras atau jamu sehat lainnya. untuk itu dalam rangka meningkatkan harga hasil olahan produk jahe perlu adanya suatu produk yang berharga tinggi. dalam tulisan saya kali ini saya akan mengangkat tulisan mengenai minyak atsiri jahe.
jahe yang akan kita suling adalah jahe emprit atau sering di sebut jahe putih kecil. mengapa memilih jahe jenis ini??? karena jahe jenis ini kandungan minyak paling banyak diantara beberapa jenis lainnya.
Pada percobaan yang telah saya lakukan saya telah melakukan beberapa kali percobaan dan beberapa kali variasi perlakuan, antara lain :
dari ke 7 variasi tersebut saya mendapati beberapa fenomena (cieh) dimana minyak jahe yang paling bagus, maksudnya sesuai spesifikasi internasional. di beberapa forum atsiri ada yang mengatakan bahwa menyuling jahe paling baik adalah dengan cara parut, namun ternyata setelah saya konsultasikan pada pakar jahe (tidak ingin disebutkan namanya) ternyata lapisan minyak yang terdapat pada jahe terletak pada lapisan antara kulit dan inti jahe atau bonggolnya, sehingga jika diparut maka jaringan minyaknya akan pecah dan minyak mambrul kemana – mana sehingga minyak yang dihasilkan kurang dari optimum.
Selain itu juga ada yang mengatakan bahwa menyuling jahe paling baik dengan direbus juga menurut saya kurang baik, karena dari beberapa percobaan yang telah saya lakukan selalu gosong, sehingga minyak yang dihasilkan kualitasnya buruk. Hal tersebut dipicu oleh material jahe parut yang di rebus tadi bersentuhan langsung dengan sumber panas yang ada dibawah yang menyebabkan material paling bawah gosong (mungkin kalo ada pengaduk nggak kali yah cuman nggak punya penyulingan yang punya pengaduk). berikut gambar hasil percobaan yang telah tak lakuin :
jahe yang gosong
Dari beberapa percobaan yang saya lakukan, yang palin optimal adalah dengan metode geprek + steam, alasannya jaringan minyak jahe tidak terlalu rusak dan juga material jahe tidak bersentuhan langsung dengan sumber panas.
Penyulingan dengan menggunakan metode steam memerlukan trik khusus, biasanya kita bermain dengan perbesar dan perkecil tekanan selain itu biasanya menggunakan metode ini, suhu terlalu tinggi sehingga menyebabkan minyak menjadi gosong.
berikut triknya, sederhana dan simpel :
Alasannya melihat metode rebus yang selalu mendapat bening, maka saya terinspirasi, berarti minyak yang jernih dihasilkan dari panas sesuai panas didih air yaitu sekitar 80 derajat celcius, untuk itu maka saya mencoba dengan metode yang sma dan berhasil.
mungkin itu dulu, kalo ada yang mau tanya atau diskusi saya akan amat senang sekali.
wah,berguna bgt informsinx thx y…
btw, q jg lg ngerjain penelitian ttg minyak jahe, bisa bagi informasi g ttg sni minyak jahe??
kl pengen tau cara penyulingan jahe, dll silahkan ketemu dengan mas okik/susie…mereka mahir dlm penyulingan,
April 21, 2009 at 1:55 pm
om… mau tanya jikalau pake steam dan masih gosonk piye???
bukannya steam itu memanfaatkan uap kering dari air, sedangkan jahe apabila dipanaskan dengan uap kering malah terjadi kegosongan?????
nah gimana tuh???
solusinya gimana???
kalo pake ekstraksi pelarut gmn??
dan bagaimana???
apa yang terjadi???
truzz secara prinsip ekonomi apakah masuk dalam daftar yang dicari2 oleh buyer, khan… klo produksi yang paling penting adalah kualitas….
kalo kuantitaasnya mencukupi tapi kualitasnya jelek piye mohon solusinya????
OK……… KEEP ON WRITING