beralih ke PERTAMAX


Udah sejak BBM naik kemaren gau pindah ke Pertamax dengan alasan mendengar himbauan dari kwik kian gie dan juga pertamina. karena menurut gua juga ada untungnya seteleah membaca sedikit artikel kemaren… kenapa ga dari dulu kepikiran kesana yah… tapi selain itu juga demi baktiku pada lingkungan. soalnya lebih ramah lingkungan sih, tapi ya itu kantong jadi agak lebih tipis dari biasanya;

berikut artikel yang bisa jadi penguat alesan gua pindah ke :

menurut PERTAMINA

Pertamax dengan RON (Random Octane Number) 92 dan Pertamax Plus dengan kandungan RON 95 merupakan produk bensin ramah lingkungan generasi baru yang telah dilengkapi dengan additive detergensi yang berfungsi menyempurnakan pembakaran di mesin. Produk ini juga telah memenuhi rekomendasi dari Worldwide Fuel Charter (WFC) yang juga direkomendasikan oleh fabrikan mobil atau mesin yang tergabung dalam ACEA (Eurepean Automobile Manufacturers Association), AAM (Alliance of Automobile Manufacturers), EMA (Engine Manufacturers Association) dan JAMA (Japan Automobile Manufacturers Association).

Kedua produk bensin ini juga tidak mengandung timbal (unleaded) dengan spesifikasi sebagai bahan bakar bensin yang menuju kategori satu WFC. Artinya bahan bakar ini sudah memenuhi kriteria akrab lingkungan. Produk ini juga akan menghasilkan emisi NOx dan COx lebih sedikit dibanding bahan bakar lain, ketika dipakai untuk pembakar mesin. Dengan adanya pemakaian additive pada produk ini, kinerja mesin juga terdongkrak, sebab bahan additive dalam bahan bakar itu mampu membersihkan deposit pada intake valve, port fuel injector dan ruang bakar (Combustion Chamber). Selain itu additive juga melarutkan air dalam tangki penimbun sehingga tidak menimbulkan karat, mencegah korosi pada bagian mesin yang terkait dengan aliran dan pembakaran bahan bakar serta membantu terjadinya pembakaran sempurna karena sebelumnya memecah bahan bakar menjadi molekul-molekul kecil.

Pemakaian Pertamax maupun Pertamax Plus secara kontinyu serta stelan mesin yang tepat akan menghemat konsumsi bahan bakar sampai 7%. Keuntungan lain yang diperoleh konsumen dari pemakaian produk ini juga akan bertambah, karena mesin akan menjadi lebih awet, sehingga biaya perawatan juga bisa ditekan (low maintenance).

Menurut FU mania (satria 150 -red)

Rasio kompresi motor, sangat menentukan dalam pemilihan bahan bakar. Em-Plus coba ngetes motor kompresi tinggi diberi perlakuan beda. Seperti Suzuki Satria F150 kompresinya 10,2 : 1. Pertama tes diisi Pertamax. Kemudian digeber keliling Jakarta pas jam macet. Dari pukul 15:50-16:30.

Kondisi berboncengan. Pengendara 70 kg dan boncenger 60 kg. Hasilnya mencapai jarak tempuh 64 km. Menghabiskan Pertamax 2.100 cc, atau 2 liter lebih 100 cc. Berarti bisa dicari pemakaian BBM-nya. Sekitar 30,5 km/liter.

Perlakuan kedua diisi Premium. Tentu setelah tangki dikuras. Dites sendirian alias tanpa boncenger. Berat pengendara 65 kg. Dites di Jakarta sekitar jam 10 pagi

Kesimpulanya, Pertamax lebih irit meski dengan beban berat. Sebab tidak ada detonasi dan menghasilkan tenaga gede. Beda dengan pakai Premium. Gas harus dipelintir abis mulu. Sehingga boros.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s