energi alternatif berbahan dasar air (Konsep SOLEC)


Tulisan ini saya tulis buat ikut LKTI (lomba Karya Tulis Ilmiah) kemaren, kenapa milih judul kayak gitu soale sekarang ini lagi gencar – gencarnya energi alternatif dari air (Blue Energy dan BanyuGeninya UMY), coba kita bandingkan dengan yang punya konsep saya yah…. dan juga mohon komentarnya jika konsep yang saya tuliskan ini dilakukan di Indonesia…….

***

Meningkatnya harga minyak dunia membuat beberapa Negara didunia mulai menaikan harga bahan bakar minyak dinegara masing – masing. Hal tersebut memicu berbagai reaksi keras di berbagai kalangan masyarakat baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Kenaikan minyak bumi dipicu menipisnya ketersediaan minyak di perut bumi. Kelangkaan minyak bumi menimbulkan dampak yang merugikan dalam berbagai segi kehidupan, mengingat saat ini hampir disetiap sektor kehidupan kita membutuhkan minyak bumi. Dapat diprediksi jika minyak bumi habis, maka aktivitas industri, rumah tangga, transportasi dan kepentingan umum lainnya akan mengalami kelumpuhan total.

Permasalahan energi nasional jangka pendek yang harus segera diselesaikan saat ini adalah menyiapkan sumber energi selain BBM untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan industri nasional. Pemecahan masalah energi nasional jangka pendek haruslah diletakkan dalam suatu kerangka untuk menjawab masalah jangka panjang, sehingga menjadi suatu penyelesaian yang integral dan kelanjutannya. Perpres nomor 5 tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional (KEN) menunjukkan adanya upaya agar pemakaian energi baru dan terbarukan meningkat (Dewan Riset Nasional, 2006).

Menuju era zero emission, penelitian dan pengembangan energi hydrogen sebagai sumber energi terbarukan perlu dimulai dengan pemetaan dan analisis potensi berbagai jenis energi baru dan terbarukan, maupun teknologi konversi dari EBT ke energi hydrogen (Dewan Riset Nasional, 2006). Untuk itu pengembangan teknik produksi, penyimpanan, dan distribusi, serta sistem keamanan energi hidrogen sangat penting untuk dilakukan pula. Salah satu teknik produksi hidrogen adalah menggunakan teknik elektrolisis dengan bahan dasar air.

Namun dalam selama ini kendala yang dihadapi pada proses produksi hidrogen dengan menggunakan elektrolisis adalah energi listrik yang dipakai untuk mengurai molekul air menjadi atom H dan O. Untuk itu dalam tulisan ini kami akan menggabungkan antara teknologi tenaga surya (Solar cell) dengan teknologi elektrolisis utnuk memproduksi hidrogen sebagai bahan bakar alternatif dimasa depan yang ramah lingkungan, efisien dan murah.

Energi alternatif berbahan dasar air dengan metode SOLEC

Seperti sudah kita ketahui bersama, bahwa hydrogen adalah salah satu unsur yang dapat kita gunakan sebagai energy pengganti minyak bumi. Namun sampai saat ini pengembangannya di Indonesia masih tersendat karena alasan mahalnya proses pembuatan hydrogen secara konvensional.

Untuk itu kami menawarkan suatu konsep produksi dengan metode SOLEC, yang kami percaya akan lebih menghemat biaya, ramah lingkungan dan menghasilkan energy yang cukup. SOLEC yang kami tawarkan ini merupakan hybrid dari dua teknologi yang memang ramah lingkungan, karena tidak menghasilkan gas buang berupa carbon dioksida yang selama ini dituding sebagai penyebab pemanasan global di muka bumi ini.

Selain itu juga penggantian bahan bakar fosil menggunakan tenaga surya lebih efisien dikarenakan sinar matahari yang ada di Indonesia bersinar sepanjang tahun dan memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai sumber energy.

Konsep SOLEC pada dasarnya adalah teknologi elektrolisis, namun selama ini metode elektrolisis masih terkendala pada sumber energy listrik yang dibutuhkan untuk proses elektrolisis. Selama ini metode elektrolisis konvensional dinilai mahal, karena terkendala sumber listrik. Namun dengan metode SOLEC yang kami kembangkan permasalahan sumber listrik tersebut dapat kita atasi dengan menggunakan solar cell atau energy matahari. Sehingga pengembangan energy terbarukan ini akan lebih murah dari pada metode elektrolisis konvensional.

Metode SOLEC mengunakan bahan baku air sebagai sumber penghasil hydrogen. Air akan dielektrolisis dengan memecah molekul air menjadi hydrogen dan oksigen. Sehingga lebih murah dibandingkan dengan menghasilkan hydrogen dari pencampuran asam dengan logam.

SOLEC akan menggunakan 12 cell photovoltaic untuk menghasilkan daya 1000 watt sebagai sumber listrik elektrolizer. Pada percobaan sebelumnya dengan menggunakan listrik berkekuatan 1000 watt, electrolizer dapat menghasilkan 170 liter/ jam gas hydrogen dan 85 liter/jam gas oxygen (Pyle, 1994).

Tenaga yang Dibutuhkan

Satu meter kubik gas hydrogen dihasilkan dalam waktu 5,9 jam dengan elektolizer pada daya 1000 watt. Ini berarti energy yang dibutuhkan untuk memproduksi satu kubik hydrogen dan setengah kubik oksigen adalah 5,9 kW-hr. Hal tersebut menghemat energy 51% dimana 3 kW-hr/m3 sama dengan 100% efisiensi pada suhu 20oC dibanding penggunaan energy selama ini sekitar 4.5kW-hr/m3 (Pyle, 1994).

Peralatan yang dibutuhkan untuk menghasilkan hydrogen

Metode SOLEC menggunakan beberapa peralatan untuk menghasilkan gas hydrogen sebagai bahan bakar, antara lain :

  1. Solar electric power.

  2. Power controller.

  3. Elektrolyzer.

  4. Hydrogen purifier.

  5. Oxygen purifier.

  6. Tangki penampung Hidrogen dan Oxygen.

  7. Tangki elektrolit.

  8. Makeup Water purifier.

Metode SOLEC dapat dikembangkan di Indonesia karena wilayah Indonesia memenuhi syarat yang dibutuhkan untuk pengembangan metode SOLEC, antara lain;

  1. Intensitas cahaya matahari sepanjang tahun.

  2. Ketersediaan air yang melimpah di Indonesia.

  3. Polusi udara di Indonesia yang sudah melewati ambang batas ketentuan.

Jika metode ini dikembangkan maka rencana pemerintah untuk mengembangkan energy berbasis hydrogen yang murah dan ramah lingkungan dapat terlaksana.

Berikut ini perbandingan antara bahan bakar hasil metode SOLEC dengan beberapa bahan bakar yang telah ada :

Tabel 1. Perbandingan antara energy metode SOLEC dengan Bahan bakar fosil :

SOLEC

FOSIL FUEL

  • Ramah lingkungan.

  • Murah.

  • Dapat diperbaharui.

  • Emisi rendah.

  • Bahan baku tersedia sepanjang tahun.

  • Tidak ramah lingkungan.

  • Mahal.

  • Tidak dapat diperbaharui.

  • Emisi tinggi.

  • Bahan baku sudah mulai menipis.

Tabel 2. Perbandingan SOLEC dengan BIOFUEL :

SOLEC

BIOFUEL

  • Tidak tergantung musim.

  • Lebih murah.

  • Tidak menghasilkan emisi.

  • Bahan baku sepanjang tahun.

  • Tergantung musim panen.

  • Sedikit mahal.

  • Masih menghasilkan emisi.

  • Berbenturan dengan FAO, masalah ketahanan pangan.

Dengan membandingkan beberapa sumber energy yang telah digunakan dengan metode SOLEC, maka dapat diambil kesimpulan bahwa metode SOLEC yang menghasilkan hydrogen berbahan dasar air dapat memecahkan persoalan energy bangsa Indonesia yang saat ini sedang mengalami krisis energy.

Namun pengembangan teknologi ini perlu juga dibarengi dengan persiapan psikologi masyarakat Indonesia untuk menerima teknologi yang akan diterpakan, mengingat sebagian besar bangsa Indonesia masih kurang mampu menanggapi perkembangan energy.

DAFTAR PUSTAKA

Ahmad Rukaesih, 2004, Kimia Lingkungan, Penerbit Andi, Jogjakarta.

Ariyanto Sudi, 2004, Persediaan Minyak Bumi Indonesia, Indonesian journal for energy, Indonesia.

AusAID, 2004, ASEAN, AAECP Energy Policy and System Analysis Project, Third National Policy Studyfor Indonesia, The Future Technologies for Power Plant in Indonesian Regions with ParticularReference to the Use of Renewable Energy and Small Scale Coal Steam Power Plant. Australia.

Chen, Spliethoff, dkk, 2003, Hydrogen, Proceeding Seminar Internasional Energy, Jogjakarta.

Dewan Riset Nasional, 2006, Arah Kebijakan Riset Nasional 2006 – 2009, Jakarta.

Fitriana, I., 2003, Evaluation of Socio-Economic Aspects Of Solar Home System Programme Implementation In Indonesia, Indonesian journal for energy, Indonesia.

Hammer, 1984, Chemistry of water environtment, John Willey and Son, New York, USA.

Hwang, 2007, Produce Hydrogen, China Government Policy, China

Irawan, 2006, ANALISIS POTENSI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA DI INDONESIA, Strategi Penyediaan Listrik Nasional Dalam Rangka Mengantisipasi Pemanfaatan PLTU Batubara Skala Kecil, PLTN, Dan Energi Terbarukan.

Keenan, kleinfelter, 1984, Kimia untuk Universitas jilid 1, Erlangga, Jakarta.

Keenan kleinfelter, 1992, Kimia untuk Universitas jilid 2, Erlangga, Jakarta.

Pyle watt, 1994, Solar Hidrogen From Water Electrolysis, HomePower Journal, Lusiana, USA.

Temeev A.A., Belokopitov V.P., Sevruk S.D., Udaltsov V.G. and Farmakovskaya A.A. 2002, Features of Sea Water Electrolysis for Hydrogen Production. Proceedings of the World Renewable Energy Congress VII, 29 June – 5 July, 2002. Cologne, Germany.

Winston, 2005,Rising Fuel Prices:the challenge for affordable warmth in hard to heat homes, Association for the Conservation of Energy, EUROPE.

***

Gimana Tanggapan saudara – saudara sekalian??? cocokkah dikembangkan di Indonesia???

10 thoughts on “energi alternatif berbahan dasar air (Konsep SOLEC)

  1. sebenarnya energi ini pemanfaatannya dimana ya mas??
    apakah sebagai pengganti minyak bumi saja.. atau ada kegunaan yang lain..

    saya kira data-data mengenai ini diperjelas lagi mas.. penggunaannya apakah cocok untuk masyarakat bawah atau yang merasakan hanya orang2 level atas saja..

    terima kasih saya tunggu jawabannya..
    maaf kalo pertanyaannya tidak jelas
    saya hanya orang awam..

  2. terima kasih pak sofyan sudah mengunjungi blog saya :

    energi yang diproduksi adalah energi hidrogen… jadi pemanfaatannya bisa sebagai pengganti minyak bumi dan dapat digunakan untuk keperluan energi lainnya.

    namun ada syaratnya jika kita ingin mengkonversi dari BBM menjadi BBG, yakni infrastruktur (mesin dll) karena mesin BBM dan BBG berbeda type. dan untuk saat ini teknologi ini masih sedikit mahal karena belum berkembang secara massal. Akan tetapi mengingat minyak bumi semakin menipis, maka energi berbahan dasar air ini menjadi solusi yang tepat karena sumber daya air sangat tidak terbatas.

    JIka ada pertanyaan kalo air tanah terus2an kita sedot sebagai bahan baku pembuatan hidrogen, apa tidak berebut dengan kebutuhan manusia itu sendiri ?

    jawabannya : Pak hasfan ingat proyek yang kita kerjakan di KLepu tentang Desalinasi Air LAut? itu salah satu solusinya. OK..

    yang merasakan tentu semua ummat dong pak hasfan. bahkan sya bercita – cita bikin UKM hidrogen.

  3. Saya Danan, 29 Th,
    saya seorang pengusaha muda (UKM)
    Jauh sebelum orang meributkan efisiensi energi dan energi alternatif, kami sudah melakukan penelitian selama 6 Tahun terakhir tentang tungku sekam, dan baru kami jual secara masal setelah saya memutuskan untuk usaha sendiri 2 tahun yang lalu.

    modal awal kami 1,5 jt waktu itu, Alhamdulillah setelah mulai lancar kami berhasil menjual 23 unit tersebar dari Banyuwangi hingga Tegal.

    hari ini saya membaca berita dari liputan enam (14 oktober 2008) tentang kayu sebagai bahan bakar alternatif ungulan, saya antara antara mendukung dan menolak pendapat ini. Mendukung karena mungkin menciptakan lapangan kerja baru, menolak karena sebetulnya ada yang lain selain kayu yang juga ungulan yang mungkin tidk merusak ekosistem alam akibat penebangan kayu yang berlebihan. bahan bakar dari produk yang kami buat adalah dari sekam, serbuk kayu, tempurung kelapa, ampas tebu, serabut kelapa, jerami kering bahkan daun kering. coba dibandingkan, lebih baik mana dibandingkan dengan kayu.

    saya pikir didepan mata kita sudah tersedia sumber energi terbaharui dengan sangat murah, cuman mungkin orang indonesia saja yang kurang mau tahu. di desa tempat saya tinggal para penduduk mulai kami pengaruhi sedikit demi sedikit untuk meninggalkan elpiji dan beralih ke tungku sekam rumah tangga buatan kami. pertimbangannya simple, karena faktor kebisaan dan perasaan kalo elpiji naik lagi gimana, sedangkan sekam, jerami dam serbuk kayu melimpah didesa kami. kalo dikota mungkin teknologi ini belum bisa diterima. Yang dikawatirkan selama ini kalo timbul polusi asap dari pembakaran, kami sudah bisa atasi, artinya bebas polusi asap.

    cuma, kami hanya sebuah UKM dengan masalah klise.
    Mohon Kami diberikan Informasi tentang program
    yang berkaitan dengan Tungku sekam yang kami produksi

    Bagaimana caranya untuk menjalin kerjasama agar produk kami dapat dinikmati lebih luas oleh semua masyarakat

    untuk informasi keseriuasan kami bisa diperoleh dari
    http://www.santosorising.com

    Kami bersedia memberikan informasi tambahan yang mungkin diperlukan

    Terimakasih

    Danan Eko Cahyono, ST

  4. @ SS : duh tinggal itu je mas kemaren komputerku hard disknya kena virus jadi kena semua, terpaksa format ulang. maaf ya mas, kalo ada tak kirimi.

  5. Salam kenal.saya pernah lihat di tv,waktu itu acaranya adalah rahasia sunah.di dalam acara itu di demonstrasikan suatu alat yg menguraikan air sebagai bahan bakar.tapi waktu itu alat elektrolisis itu disebutkan memakai arus 12volt,dan dirakaikan dgn rangkaian elektronik.dan di sebutkan fungsi rangkaian alat tersebut berfungsi sebagai pengatur arus agar reaktor tersebut tidak meledak.yg ingin saya tanyakan bahan yg digunakan untuk elektroda proses elektrolisis,dan arus yg di gunakan arus DC atau AC.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s