Well terhitung tanggal 22 Februari 2011 saya termasuk golongan anak yatim hehhe, hampir saja kemarin ndak nemuin Papa karena sebelumnya masih ada di seberang pulau jawa tepatnya di Kolaka utara Sulawesi Tenggara…. Kabar dari ibu malam jumat membuat hati getir dan was – was…. namun akhirnya sampai juga di Serang tempat kediaman…

Dan sejak tanggal 22 Feb 2011 itu pula saya resmi menjadi kepala keluarga yang baru, yang memikul tanggung jawab keluarga saya selanjutnya.

Papa adalah sosok yang lucu, tegas, tukang berantem, sangar dan macem2. sampai hari ini pun masih terkenang di masa- masa akhir sakitnya, masih ceria dan memikirkan keluarga….

Bapak Gua pake Songkok To Bone

Sehari setelah bapak Gua Meninggal Oom ngirim tulisan Via FB, yang bikin tambah bangga aja ama bapak gua ternyata eh ternyata bapak gua emang lain daripada yang lain… nih tulisan dari Oom yang bikin gua terharu …..

innalillahi wa inna ilaihi rajiun.

mas dan mbak-mbak yang ganteng dan cantik, malam ini sekitar pukul 8 masuk kabar bahwa papa telah meninggal dunia. oom tidak terkejut mendengar kabar tersebut karena tante banyak cerita tentang kondisi terakhir papa. mungkin kepergian papa malam ini menuju Sang Khalik sudah digariskan oleh-NYA. kita yang ditinggalkannya hanya dapat mendoakan atas semua kebaikan yang telah dia berikan kepada kita semua, keluarga, dan juga kepada kawan serta saudara-saudara papa. kita juga harus bisa ikhlaskan kepergian papa untuk selamanya.

mas dan mbak-mbak, kepergian papa untuk selama-lamanya mungkin juga menjadi pilihan yang terbaik dari Allah buat keluarga dan kita semua, terutama mama. oom patut acungkan jempol dan bangga kepada mama yang terus mendampingi dan berada di sisi papa setiap saat –baik dalam keadaan senang maupun sedih. dari hari ke hari, papa terus berjuang dengan penyakit yang telah menggerogoti semua kekuatan yang ada pada dirinya. bahkan keluarga pun tak sanggup dan mampu untuk membantu melawan penyakit yang sedang dihadapi oleh papa. meski kekuatan dan daya tahan seseorang ada batasnya, oom melihat –setidaknya dari pertemuan terakhir saat pulang di akhir tahun lalu– papa sepertinya tak ingin dia merasa “kalah dan menyerah” di mata kita dalam perjuangannya melawan penyakit. semangat itulah yang oom lihat saat papa masih sehat dan segar bugar.

mas dan mbak-mbak, saat berkunjung ke mantup dan bertemu dengan papa untuk pertama kali sekaligus yang terakhir kali sejak papa dinyatakan positif terserang kanker, dia sepertinya tak ingin menunjukkan kepasrahan dan kekalahan dirinya terhadap kanker di tubuhnya. papa seperti yang oom kenal selama ini, saat itu seperti yang oom kenal saat dia dalam kondisi segar bugar. dia tak menunjukkan bahwa dia sedang bergelut dan berjuang dengan kanker di dalam dirinya. papa tetaplah pribadi dan kakak yang menyenangkan dalam situasi apa pun. dia tetap tertawa dan menyenangkan kepada siapa pun yang bertamu atau berkunjung ke rumahnya, walau sebenarnya ia merasakan sakit yang amat sangat dalam dirinya. selama oom mengenal papa, tak pernah terbersit sepatah kata pun keluar dari mulut papa tentang keluhan dirinya yang patut diceritakan kepada oom sebagai adiknya. dia selalu menyenangkan kepada adik-adiknya, seperti oom. sepertinya, bagi oom, papa tidak mempunyai masalah selama hidupnya dengan pribadinya yang menyenangkan dan selalu bersemangat menjalani hari.

mas dan mbak-mbak, bagi oom, “warisan” papa kepada keluarga adalah keikhlasan dalam menjalani hidup, tetap bersemangat dalam hidup ini, menyenangkan kepada orang lain atau siapa pun, dan bangga kepada keluarga. dengan semua itulah papa hadir di tengah-tengah kita semua. bagi kita, apa yang selama ini dilakukan dan dikatakan oleh papa menjadi bekal atau pegangan kita semua dalam membangun dan membina hubungan kekeluargaan dan dalam kehidupan sosial. papa –di mata oom– tidak terlihat membeda-bedakan siapa pun dalam bergaul dengannya. papa juga pribadi yang sederhana, menyenangkan dan santun dalam pergaulan.

mas dan mbak-mbak, kepergian papa sekaligus kehilangan buat kita semua tentang papa dan sekaligus kakak yang menjadi panutan dan teladan buat kita semua. papalah yang membuat suasana beku atau sunyi saat kumpul-kumpul dalam keluarga kita menjadi ledakan tawa yang tak tertahankan. ia pandai membangun suasana kegembiraan dalam keluarga. bagi oom, papa juga memperlakukan kalian tidak seperti anak-anaknya, tapi sebagai orang yang setara kedudukannya. itu terlihat jika kalian sedang bercengkrama atau berkumpul di rumah bersama papa. ia juga pribadi yang terbuka terhadap setiap pendapat yang berbeda dari dia. ia juga tuan rumah yang tak bisa menolak setiap tamu yang datang ke rumahnya. dari segala sisi, bagi oom, papa sangat menyenangkan, terbuka terhadap segala pemikiran, dan sebagai pribadi yang memukau dalam berbicara atau berdiskusi. pengetahuannya luas, seluas pergaulannya.

mas dan mbak-mbak, oom hanya memohon, rawat dan jagalah mama seperti kalian merawat dan menjaga papa sepanjang hidupnya. hiburlah mama dan jangan buat dia sedih atas kepergian papa. kini, kalianlah pendamping mama setelah kepergian papa. doa jangan putus setiap saat buat kebaikan papa dan mama. oom dan tante serta adik-adik semua di rumah tetap bangga kepada kalian. kalian bisa tetap tabah, ikhlas, dan berada di sisi papa selama perjuangannya melawan kanker.

Pasien yang revolusioner....

mas dan mbak-mbak, tetaplah bergerak untuk maju seperti apa yang telah dimulai oleh papa terhadap kalian. teruslah berkarya buat keharuman papa-mama sekeluarga. tunjukkan kepada mama bahwa jerih-payah papa dan usahanya buat kebaikan kalian tidak sia-sia sepeninggalnya papa. selesaikanlah semua yang telah dirintis oleh papa, termasuk menuntaskan sekolah kalian. oom yakin bahwa jika semua itu terwujud, papa sangat bangga kepada kalian sebagai buah hatinya.

Aduuuh No Pijitin betis papa No

mas dan mbak-mbak, janganlah berduka terlalu lama dan mengurung diri dalam kesedihan yang berlarut-larut yang hanya membuat kalian tak melakukan sesuatu yang terbaik buat mama sekeluarga. papa tentunya juga tak ingin kalian lakukan seperti itu. tunjukkan bahwa semangat, keceriaan, dan optimisme papa masih kalian miliki. hanya dengan itulah kalian mengisi dan berbuat yang terbaik buat mama dan keluarga tercinta.

salam dan doa dari oom, tante, krisan, dan efa buat almarhum papa, mama dan kalian semua.

Di Lt. 5 JIH mengurangi jenuh saat proses kemoterapi

7 thoughts on “Cerita tentang Papa ku

  1. canda tawanya memang tidak akan pernah terlupakan di benak orang-orang yg telah mengenalnya..
    tetap berjuang seperti semangat papa, wujudkan cita-cita seperti keinginan papa, dan tetap ceria seperti keceriaan papa karena sebenarnya papa ga pernah pergi dari kita🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s