Whoala…. apa kabar lagi ni… saya mau cerita tentang perjalanan saya menyusuri Sulawesi Barat dan Tengah bersama bung Qadri Donkz dan Abang Juju Eka Yatna. setelah 1 bulan berselang kembali dari Jawa atau tepatnya Yogyakarta, akhirnya diriku kembali ke Sulawesi lagi. setelah kemarin mengunjungi  Sultra yang memiliki akses jalan yang naudzubilah mindzalik. hehehe (semoga pemprov setempat sadar diri).

Hujannya lebat sekali

Perjalanan kali  ini di iringi hujan yang cukup lebat sepanjang perjalanan menuju Majene SulBar,perlu anda ketahui bahwa SulBar ini merupakan provinsi Baru. sebelum sampai di Majene, biasa kita mampir di warung makan yang lumayan enak di ParePare tempat kelahiran B.J. Habibie, Ikan Bandengnya gede2.  Tujuan pertama adalah menghampiri rumah saudaranya Bang Juju di Majene. Kami disana disambut sama Ketua Forum DAS SulBAr Bapak Eko (sodarana bang Juju), kami berbicara panjang lebar tentang pengembanganminyak atsiri, khususnya nilam. karena saat itu disana sedang demam sama tanaman nilam. saya mencoba mengarahkan  memberi masukan untuk komoditi atsiri lainnya yang sudah ada di SulBar, seperti Pala dan Cengkeh.

Kami menginap semalam di Majene, lalu paginya melanjutkan perjalanan menuju Mamuju. Perjalanan kali ini kami menelusuri pantai barat Sulawesi dimana banyak sekali pohon Kelapa dan anak2 sungai, dan memang pantas karena Zaman dahulu kala di daerah SulBar ini terdapat 7 Kerajaan yang berada di anak sungai(bahasa aselinya lupa apaan).

Indahnya alam ini

Habis melakukan Ritual

Saat dalam perjalan saudara bang Juju juga melakukan ritual ketika melewati sungai (muara) yang bertemu dengan laut, menurut mereka biar slamet. oke deh.. aku foto2 aja😀.

Saat saya di SulBar belum ada penyulingan, baru desas desus mau mendirikan penyulingan, makanya disini saya tidak foto2 penyulingannya. Sampai di Mamuju jam 12 Siang, kami disuguhi makan siang yaitu Jintek sejenis udang kecil yang di oseng2 rasanya enak sekali, pingin nambah tapi malu. Berikut penampakan si Jintek :

Jintek, makanan khas Mamuju

Setelah kami kenyang akhirnya kami melanjutkan perjalan menuju Sulawesi Tengah, namun kami agak was – was mengingat sebelum perjalanan di wanti-wanti hati hati kalo lewat daerah Tikke, katanya banyak penjambret, perampok yang kejam di daerah kebon sawitnya… hhhuhu merinding bulu romanku sambil siap-siap dongkrak, kunci segitiga, golok (ini ada gaya waktu itu???)

Sepanjang perjalanan kali ini kami mulai masuk ketengah, sungai besar yang terhampar dan kanan kiri yang banyak sekali tambak pantesan orang sini kaya kaya…. saat memasuki wilayah ………. (lupa namanya) saya dan tim (cieh) melihat perkebunan jeruk purut (citrus histrix) yang merupakan salah satu komoditi minyak atsiri.

Ladang Jeruk

Setelah mampir sebentar, kami pun melanjutkan perjalan dengan ngebut sengebutnya berharap melewati Tikke sebelum gelap. dan akhirnya kami sampai di Palu jam 12 malam, menuju rumah Bang Zulkifli Tanigau. tapi sebelumnya kita mampir makanmakan di pantainya hehehe sekian dulu deh… duh masih diare…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s