Saat tulisan ini diturunkan, yang namanya Pohon Gaharu sedang menjadi Trend di Indonesia khususnya dan Asia Tenggara pada umumnya. Alasan kenapa pohon ini sedang nge trend, adalah nilai jualnya yang cukup tinggi sehingga membuat orang – orang tergiur. Bagaimana tidak dengan modal 10 batang pohon saja dalam kurun waktu 3 sampai 5 tahun sudah dapat menghasilkan ratusan juta rupiah.

Pohon ini merupakan keluarga dari species Aquilaria spp dan Grynops spp. Umumnya yang banyak di budidayakan di Indonesia adalah Aquliaria Mallacensis dan Becariana. Namun saat ini juga ada yang mulai membudidayakan Subintegra dan crassna. Sedangkan untuk wilayah Indonesia Timur paling banyak tumbuh verestigie, filaria, macrocarpa dan microcarpa.

Dikebun Gaharu bareng Cangcungit (Adik ku yang paling kecil)

Nah kalo yang di foto itu jenis gaharu mallacensis, dilihat dari daunnya yang mirip dengan daun beringin, makanya kalau pemburu gaharu bilangnya gaharu beringin synonim dari gaharu aquilaria mallacensis. Gaharu  akan bernilai ekonomis, jika tumbuhan ini terinfeksi oleh suatu jamur atau kapang. infeksi biasanya timbul akibat luka atau badan pohon yang terbuka kemudian di tumbuhi jamur dan kapang. Sedangkan pada tumbuhan hasil budidaya biasanya sengaja dilukai dan disakiti *oh kejaaamnya* agar menhasilkan fulus. Biasanya badan pohon akan di bor atau dipaku, setelah itu di suntikkan inokulan. Sebenarnya ada beberapa jenis inokulan yang kembangkan.

  1. Asam Formiat
  2. Methyl jasmonat
  3. Trichoderma spp
  4. Fusarium spp

Asam Formiat banyak di gunakan sebagai inokulan oleh para petani dan pembudidaya gaharu didaerah Thailand dan Vietnam. hasil dari inokulan ini kuran gbaik, karena menggunakan cairan kimia. sebetulnya dengan cairan asam formiat ini hanya dapat mengiritasi badan pohon sehingga kualitas hasil yang diinginkan mutunya kurang begitu baik. biasanya bila menggunakan cairan ini lubang bekas pengeboran akan di jumpai semut – semut, mengingat asama formiat disebut juga asam semut sehingga menarik para semut untuk bersarang. sebagai penulis saya tidak menyarankan menggunakan asam formiat sebagai inokulan. * lagian kalo kayak gitu namanya bukan inokulan.

Methyl Jasmonat beberapa waktu lalu juga dikembangkan oleh beberapa peneliti dari Hokaido Univeristy di daerah kalimantan, namun karena methl jasmonatnya mahal bin larang, jadi dari segi ekonomis langsung di cut off saja hehehe. saya juga tidak menyarankan menggunakan cairan-cairan kimia karena penginveksi utama alamai itu dari golongan jamur bukan dari cairan kimiawi.

2 inokulan terakhir bisa dijadikan pilihan. pilih salah satu ang menjadi kesukaan anda. keduanya cukup efektif sebagai inokulan. dan bau gubal yang dihasilkan akan lebih alamai dan unsur kayu yang didapet lebih mak jreng. Aroma yang dihasilkan berbeda inokulan akan berbeda pula harumnya.

Bila pohon gaharu ini tidak sakit, maka tidak dapat diproses menjadi minyak ataupun diambil damar minyaknya atau chipnya. makanya bagi para pemburu harap membekali diri dengan ilmu pengetahuan tentang gaharu sebelum anda menebang dengan kesia – siaan.

Kayu Gaharu Verstigie ~1000 Karung Kosong tanpa resin tidak sakit dari Hutan Majene

Setelah sakit dan mati atau dipaksa mati, maka kayu gaharu akan di pecah – pecah dan di kumpulkan sesuai grade.  untuk yang disuling biasanya adalah sisa hasil kerokan gaharu. kalo yang sudah kelasan harganya bervariasi mulai dari 250 ribu per Kg sampai ratusan Juta per Kg (yang terakhir ini jarang banget, dan butuh waktu lama untuk membentuk grade superking ini).

* foto kiriman pak Hendri

Untuk proses penyulingan sendiri, biasanya kayu akan di kominusi terlebih dahulu supaya luas permukaannya semakin luas supaya mempermudah proses hidro difusi. bila bentuk hasil kominusi sampai seperti serbuk, maka bahan lebih baik di rebus, tapi bila ingin di kukus maka bentuk kecil seperti biji beras. Penyulingan memakan waktu kurang lebih 3 sampai 7 hari. setelah itu dapat dijual dengan satuan KG, Tolla (11.6 gram) atau per 1/4 tolla.

Setelah itu dikemas dengan botol cantik dan dapat dijual pake dolar atau dinar hehehe

One thought on “The Story of Gaharu…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s