Pelatihan Minyak Atsiri 7

Pelatihan 7

Iklan

Workshop Industri Rumah Tangga Produk Kecantikan Berbasis Minyak Atsiri 1, 30 Oktober 2013

IMG_9136

Pada tanggal 30 November 2013 kemarin diadakan workshop Industri Rumah Tangga Produk Kecantikan Berbasis Minyak Atsiri 1, kerjasama antara Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Provinsi Daerah Istimewa Jogjakarta- Jurusan Kimia FMIPA UII dan Pusat Studi Minyak Atsiri UII. Peserta yang datang dari pihak masyarakat kurang lebih sebanyak 30 -35 orang cukup antusias mendengarkan materi pelatihan dan melakukan praktik langsung membuat produk – produk kecantikan yang berbasis minyak atsiri. Disini ceritanya saya dipercaya sebagai salah satu pembicara dalam workshop selain Pak Prof. Dr. Hardjono Sastrohamidjojo, Pak Tatang Shabur Julianto, M.Si. dan Pak Dwiarso Rubiyanto, M.Si.

Presensi kehadiran peserta

Presensi kehadiran peserta

Menuju acara pembukaan oleh Kepala Dinas dan Ketua Jurusan Kimia UII

Menuju acara pembukaan oleh Kepala Dinas dan Ketua Jurusan Kimia UII

Acara diawali dengan pembukaan dan sambutan – sambutan  biasa a la acara yang sering dilaksanakan oleh dinas pemerintahan. Setelah acara sambutan selesai maka acara langsung dilanjutkan dengan materi industri kecantikan berbasis minyak atsiri, pembicaranya adalah Martsiano WD., (a.k.a saya sendiri) hehehehe. Pada kesempatan ini saya menyampaikan tentang pentingnya mengetahui kandungan kimia minyak atsiri sebelum kita menggunakannya sebagai salah satu bahan baku dalam produk yang akan kita buat. Karena tidak semua minyak atsiri aman digunakan langsung pada bagian tubuh.

Dengan mengetahui kandungan minyak atsiri selain kita mengetahui efeknya kita juga dapat mengatur manfaat apa yang akan diperoleh jika menggunakan minyak atsiri sebagai salah satu komponen dalam produk kecantikan kita. Penggunaan minyak atsiri, sebaiknya selalu digunakan menggunakan minyak pembawanya (carrier oil), supaya minyak atsiri memiliki konsentrasi yang lebih rendah. Penggunaan carrier oil ini meminimalisir efek iritasi kulit, karena ada beberapa minyak atsiri yang sangat iritant (menyebabkan iritasi) pada kulit seperti contoh : minyak daun cengkeh. Penggunaanya harus memenuhi beberapa persyaratan supaya tidak menyebabkan kecelekaan/mal fungsi produk yang dapat menyebabkan beberapa resiko seperti :

  1.  Iritasi pada kulit
  2.  Phototoxicity
  3.  Keracunan
  4.  Alergi
  5.  Bersifat Karsinogen
  6.  Merusak Hati
  7.  Kematian

Salah satu manfaat minyak atsiri yang dapat kita ambil adalah minyak kencur. Minyak kencur Kaempheria galanga mengandung EPMC atau bisa disebut juga Ethyl Para-Metoxy Cinnamate. Senyawa ini berfungsi sebagai penghalau sinar UV B yang menyebabkan kulit gosong. Penggunaanya bisa dicampur bersamaan dengan absolute jasmine atau minyak kenanga. Sedangkan pada minyak golongan Rutaceae atau keluarga jeruk – jerukan, sebaiknya jangan digunakan pada pagi hingga sore hari, melainkan digunakan pada malam hari. Karena minyak -minyak keluarga Rutaceae cendrung mengakibatkan phototoxic bila terpapar matahari secara langsung. Dampak dan akibatnya kulit akan menghitam, terkadang akan mengakibatkan flek pada kulit yang membuat kulit nggak yes lagi.

Acara dilanjutkan dengan Prof. Dr. Hardjono Sastrohamidjojo sebagai pembicara. Beliau memaparkan tentang minyak atsiri secara menyeluruh kepada peserta. Materi di isi hingga waktu istirahat. Setelah istirahat dan sholat, maka acara pelatihan dilanjutkan kembali dengan praktek pembuatan produk – produk kecantikan berbasis minyak atsiri. Diharapkan setelah diadakannya pelatihan ini masyarakat dapat mengimplementasikan hasil pelatihan untuk meningkatkan ekonomi dalam skala UKM. Workshop ditutup pada pukul 16.00 oleh Ibu Paulince dari Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Provinsi D.I. Jogjakarta.

Galery Pelatihan :

Mengenali Pemalsu Minyak Atsiri

Pada usaha minyak atsiri ini, jika anda berniat juga sebagai pengumpul minyak atsiri maka anda membutuhkan suatu pengetahuan untuk mendeteksi keaslian dari minyak atsiri yang akan anda kepul. Pengetahuan ini sangat berguna untuk menghindari kerugian besar dan bahaya black list yang akan diberikan oleh eksporter terhadap anda. Banyak sekali pengusaha yang gulung tikar karena tidak mengetahui tentang kualitas dan keaslian minyak. Kurang baiknya moral oknum penyuling akan berdampak buruk bagi penyuling lain di wilayahnya. Karena bila salah satu penyulingan menambahkan aditif selain minyak atsiri maka daerah penyulingan tersebut akan dicap semuanya menggunakan pemalsu. Dan hal tersebut akan sangat merugikan bagi penyuling – penyuling yang jujur.

Pada tingkatan eksporter, untuk mengetahui komponen dalam minyak atsiri adalah menggunakan suatu instrument Kromatografi gas – spectra massa. Dimana bila sampel minyak dimasukkan dalam alat ini maka dapat terlihat komponen – komponen yang terkandung. Namun alat ini tergolong mahal untuk para petani dan penyuling. Harganya sekitar 700juta hingga satu setengah miliar rupiah tergantung dari merk dan spesifikasi alat.

Selengkapnya

Membangun Usaha Minyak Atsiri

Minyak atsiri adalah salah satu komoditi unggulan penghasil devisa Indonesia. Pengusahaan minyak atsiri telah ada sejak jaman colonial Belanda, bahkan jika dirunut lebih jauh lagi pengusahaan minyak atsiri telah dilakukan sejak daerah Indonesia masih bernama Nusantara. Minyak atsiri merupakan minyak aromatis yang berasal dari daun, kulit, biji, kayu, bunga dan bagian tumbuhan lainnya dengan menggunakan proses distilasi. Perbedaan antara minyak atsiri dan minyak nabati adalah kandungan trigliserida pada minyak nabati yang tidak terdapat pada minyak atsiri. Komponen penyusun minyak atsiri terdiri dari senyawa golongan terpen, sesquiterpen, sesquiterpen alcohol, furan, furfural, ester dan aldehid.  Masing – masing minyak atsiri akan menghasilkan komponen berbeda – beda tergantung dari sumber bahan baku. Komponen minyak atsiri dapat dilihat dengan menggunakan sebuah instrument, yakni gas kromatografi- spectra massa atau biasa disebut juga GCMS.

Banyak orang bertanya, bagaimana berusaha dibidang minyak atsiri ini? Berapa modal nya? Bagaimana pasarnya? Banyak pertanyaan terlintas jika ingin memulai usaha dibidang minyak atsiri ini. Kebanyakan orang awam menyamakan minyak atsiri sama dengan usaha minyak sawit atau minyak kelapa yang notabene adalah minyak nabati. Pada tulisan ini saya akan membahas bagaimana memulai usaha dibidang minyak atsiri.

Langkah Pertama :  bisa anda baca di web baru saya

 

 

Penyulingan Minyak Gaharu

image

Minyak gaharu produksi saya… terjual ke florida USA

Proses penyulingan adalah hasil pemisahan minyak atsiri dan bahan tanaman aromatik. Proses ini mencakup penanganan produk  yang bersifat padat dan persiapan bahan, dengan menjaga agar keadaan bahan cukup baik sehingga minyak atsiri yang dihasilkan dapat dijamin mutunya. Minyak atsiri dalam tanaman aromatik dikelilingi oleh kelenjar minyak, pembuluh – pembuluh, kantung minyak atau rambut glandular. Bila bahan dibiarkan utuh, minyak atsiri hanya dapat diektraksi apabila uap air berhasil melalui jaringan tanaman dan mendesaknya ke permukaan.Sebaiknya bahan tanaman sebelum diproses, dirajang terlebih dahulu menjadi potongan – potongan kecil. Proses ini bertujuan agar kelenjar minyak dapat terbuka sebanyak mungkin. Semakin lebar luas permukaan, semakin besar kemungkinan minyak atsiri dalam tanaman dapat tersuling.

Pada proses minyak gaharu, terdapat dua cara proses yang sudah umum dilakukan dipenyulingan – penyulingan tradisional.Penyulingan India, Vietnam dan Thailand umumnya setelah proses penyerbukan kayu berhasil dilakukan, maka serbuk kayu nantinya akan direndam dalam tong air dengan waktu tertentu, biasanya kisaran 2 – 3 bulan lama perendaman.Proses perendaman ini bertujuan untuk melunakan jaringan glandula yang melapisi minyak pada kayu. Sehingga nantinya diharapkan air yang menjadi uap akan lebih mudah mengangkut minyak yang terdapat dalam bahan baku.

Perendaman Kayu Gaharu sebelum penyulingan

Perendaman Kayu Gaharu sebelum penyulingan

Efek dari perendaman kayu ini akan berdampak pada aroma minyak yang dihasilkan, yakni memiliki aroma seperti kotoran hewan yang menyengat. Dari kadar kualitas, maka minyak yang dihasilkan dari proses ini kurang baik karena beberapa komponen ester Selengkapnya

Testimoni Pembeli Minyak Gaharu Saya :

I just wanted to let you know how happy I am with the Marangin oil. The smell is definitely Kalbar and highly pleasant. You have done a great job distilling this and you do great work. E.T USA

Indonesia oil M–  Left wrist-   I like this oil a lot. The first scent that jumped out at me was a clean, “camphor-y” sweetness. After that the damp newspaper smell became apparent but not dominant.  It’s interesting because although the dampness is there the oil basically has a clean and fresh quality balanced by a sweet succulence. It smells thick yet cool, and I appreciate this harmony of contrasts.  There’s a hint of vanilla intermingled with a quiet raisin-y roastedness. It doesn’t smell at all smoky to me, yet there’s a very subtle cooked, oozy/sticky quality that underlies the coolness. For the most part it has a cool, happy and buoyant quality but  I’m glad there is also a darker, ochre/reddish side. It keeps the oil from feeling too light and uninteresting.  For me there are mainly 2 levels- the  lighter, greener, minty layer and the deeper, sweet, blond tobacco notes.  Very, very nice, Ano. Later- chili pepper!  And the oil is getting drier! I’ve smelled this chili note in an ASAQ oil and I really like it. It is so unexpected that it’s a real pleasure to meet it again I really love this oil, Ano, I guess because I super value complexity, and this oil has lots of diverse elementsThanks so much.” MW ~ NY USA

MasyaaAllah! Brother this is heaven , AS – Dubai UEA