0

Minyak Atsiri di Kab. Keerom Papua

Bulan Desember 2013, saya berangkat ke Papua untuk instalasi ketel minyak atsiri dengan kapasitas 2 x 150 Kg. Program yang di inisiasi oleh Rumah Pintar Papua Penuh Damai dan Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB). Selama satu bulan di Papua mengawal instalasi hingga commisioning alat, banyak sekali pengalaman baru yang didapat. Mulai dari mengenal adat setempat hingga terkena penyakit malaria. Kabupaten Keerom adalah salah satu Kabupaten di Papua yang berbatasan dengan Papua New Guiniea. Sedangkan lokasi tempat instalasi ketel yaitu di kampung Wulukubun Arso XIV.

Di salah satu penyulingan yang sudah terlebih dahulu ada ~ Arso XI

Di salah satu penyulingan yang sudah terlebih dahulu ada ~ Arso XI

Minyak atsiri di Kab. Keerom sudah ada sejak lama. Beberapa minyak atsiri yang sudah dikembangkan disana antara lain minyak cinnamonum cullilawan (minyak lawang), Kriptokarya Massoia ( minyak masoi) dan minyak nilam, ada juga terdapat cendana jenis Santalum spicatum dan Melaleuca Cajuputi.

Penyulingan – penyulingan milik warga terutama yang dipedalaman masih sangat sederhana, hanya menggunakan drum bekas, sehingga mutu yang dihasilkan masih kurang baik, namun sudah layak jual. yang menjadi halangan perkembangan minyak atsiri di Kabupaten Keerom adalah letaknya yang sangat terpencil, terutama daerah Waris, Senggi dan Web, bahkan Toe Hitam pun harus di tempuh dengan menggunakan pesawat. oleh karena itu dibutuhkan infrastruktur yang memadai supaya industri minyak atsiri di Kabupaten Keerom lebih maju.

Hendrik (penyuling setempat) sedang menuangkan minyak nilam hasil sulingan

Hendrik (penyuling setempat) sedang menuangkan minyak nilam hasil sulingan

khusus untuk kayu Massoia, kayu ini merupakan salah satu flora aseli Papua, dimana merupakan bahan baku flavour atau penguat rasa susu, karena kandungan gama-lactone nya. Namun penebangan secara brutal tentunya akan sangat mengurangi populasi kayu massoia sendiri dan berdampak pada industri hilirnya. Hal tersebut dikarenakan belum mengenalnya petani setempat proses panen tanpa tebang. sebagian besar atau bisa disebut semuanya selalu menebang untuk mendapatkan kulit kayu massoianya, sedangkan setalah di kuliti, kayunya dibuang begitu saja.

Perlu rasanya dinas Kehutanan Kab. Keerom dan Prov. Papua untuk melestarikan tanaman tersebut. karena walaupun kayu ini aseli Papua, namun sebagian besar masyarakat aseli Papua sendiri juga tidak mengetahui adanya kayu tersebut.

Proses Pemasangan Ketel

Proses Pemasangan Ketel

0

Workshop Industri Rumah Tangga Produk Kecantikan Berbasis Minyak Atsiri 1, 30 Oktober 2013

IMG_9136

Pada tanggal 30 November 2013 kemarin diadakan workshop Industri Rumah Tangga Produk Kecantikan Berbasis Minyak Atsiri 1, kerjasama antara Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Provinsi Daerah Istimewa Jogjakarta- Jurusan Kimia FMIPA UII dan Pusat Studi Minyak Atsiri UII. Peserta yang datang dari pihak masyarakat kurang lebih sebanyak 30 -35 orang cukup antusias mendengarkan materi pelatihan dan melakukan praktik langsung membuat produk – produk kecantikan yang berbasis minyak atsiri. Disini ceritanya saya dipercaya sebagai salah satu pembicara dalam workshop selain Pak Prof. Dr. Hardjono Sastrohamidjojo, Pak Tatang Shabur Julianto, M.Si. dan Pak Dwiarso Rubiyanto, M.Si.

Presensi kehadiran peserta

Presensi kehadiran peserta

Menuju acara pembukaan oleh Kepala Dinas dan Ketua Jurusan Kimia UII

Menuju acara pembukaan oleh Kepala Dinas dan Ketua Jurusan Kimia UII

Acara diawali dengan pembukaan dan sambutan – sambutan  biasa a la acara yang sering dilaksanakan oleh dinas pemerintahan. Setelah acara sambutan selesai maka acara langsung dilanjutkan dengan materi industri kecantikan berbasis minyak atsiri, pembicaranya adalah Martsiano WD., (a.k.a saya sendiri) hehehehe. Pada kesempatan ini saya menyampaikan tentang pentingnya mengetahui kandungan kimia minyak atsiri sebelum kita menggunakannya sebagai salah satu bahan baku dalam produk yang akan kita buat. Karena tidak semua minyak atsiri aman digunakan langsung pada bagian tubuh.

Dengan mengetahui kandungan minyak atsiri selain kita mengetahui efeknya kita juga dapat mengatur manfaat apa yang akan diperoleh jika menggunakan minyak atsiri sebagai salah satu komponen dalam produk kecantikan kita. Penggunaan minyak atsiri, sebaiknya selalu digunakan menggunakan minyak pembawanya (carrier oil), supaya minyak atsiri memiliki konsentrasi yang lebih rendah. Penggunaan carrier oil ini meminimalisir efek iritasi kulit, karena ada beberapa minyak atsiri yang sangat iritant (menyebabkan iritasi) pada kulit seperti contoh : minyak daun cengkeh. Penggunaanya harus memenuhi beberapa persyaratan supaya tidak menyebabkan kecelekaan/mal fungsi produk yang dapat menyebabkan beberapa resiko seperti :

  1.  Iritasi pada kulit
  2.  Phototoxicity
  3.  Keracunan
  4.  Alergi
  5.  Bersifat Karsinogen
  6.  Merusak Hati
  7.  Kematian

Salah satu manfaat minyak atsiri yang dapat kita ambil adalah minyak kencur. Minyak kencur Kaempheria galanga mengandung EPMC atau bisa disebut juga Ethyl Para-Metoxy Cinnamate. Senyawa ini berfungsi sebagai penghalau sinar UV B yang menyebabkan kulit gosong. Penggunaanya bisa dicampur bersamaan dengan absolute jasmine atau minyak kenanga. Sedangkan pada minyak golongan Rutaceae atau keluarga jeruk – jerukan, sebaiknya jangan digunakan pada pagi hingga sore hari, melainkan digunakan pada malam hari. Karena minyak -minyak keluarga Rutaceae cendrung mengakibatkan phototoxic bila terpapar matahari secara langsung. Dampak dan akibatnya kulit akan menghitam, terkadang akan mengakibatkan flek pada kulit yang membuat kulit nggak yes lagi.

Acara dilanjutkan dengan Prof. Dr. Hardjono Sastrohamidjojo sebagai pembicara. Beliau memaparkan tentang minyak atsiri secara menyeluruh kepada peserta. Materi di isi hingga waktu istirahat. Setelah istirahat dan sholat, maka acara pelatihan dilanjutkan kembali dengan praktek pembuatan produk – produk kecantikan berbasis minyak atsiri. Diharapkan setelah diadakannya pelatihan ini masyarakat dapat mengimplementasikan hasil pelatihan untuk meningkatkan ekonomi dalam skala UKM. Workshop ditutup pada pukul 16.00 oleh Ibu Paulince dari Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Provinsi D.I. Jogjakarta.

Galery Pelatihan :
2

Mengenali Pemalsu Minyak Atsiri

Pada usaha minyak atsiri ini, jika anda berniat juga sebagai pengumpul minyak atsiri maka anda membutuhkan suatu pengetahuan untuk mendeteksi keaslian dari minyak atsiri yang akan anda kepul. Pengetahuan ini sangat berguna untuk menghindari kerugian besar dan bahaya black list yang akan diberikan oleh eksporter terhadap anda. Banyak sekali pengusaha yang gulung tikar karena tidak mengetahui tentang kualitas dan keaslian minyak. Kurang baiknya moral oknum penyuling akan berdampak buruk bagi penyuling lain di wilayahnya. Karena bila salah satu penyulingan menambahkan aditif selain minyak atsiri maka daerah penyulingan tersebut akan dicap semuanya menggunakan pemalsu. Dan hal tersebut akan sangat merugikan bagi penyuling – penyuling yang jujur.

Pada tingkatan eksporter, untuk mengetahui komponen dalam minyak atsiri adalah menggunakan suatu instrument Kromatografi gas – spectra massa. Dimana bila sampel minyak dimasukkan dalam alat ini maka dapat terlihat komponen – komponen yang terkandung. Namun alat ini tergolong mahal untuk para petani dan penyuling. Harganya sekitar 700juta hingga satu setengah miliar rupiah tergantung dari merk dan spesifikasi alat.

Pada contoh kromatogram minyak nilam diatas kita dapat melihat senyawa – senyawa yang terkandung dalam minyak nilam melalui puncak – puncak kromatogram. Selain itu kita juga dapat menentukan berapa persen kandungan tersebut dalam minyak nilam. Pada contoh kromatogram minyak nilam diatas, terdapat sedikit kandungan cemaran dari asam stearat pada puncak no 17 dengan kandungan sebesar 0.44%. Jadi dengan menggunakan instrument GC-MS ini kita dapat mengetahui secara pasti bahwa minyak atsirinya aseli tanpa campuran atau mengandung campuran. Namun kendala mahalnya harga bukan menjadi penghalang untuk kita mendeteksi minyak yang mengandung pemalsu secara sederhana. Pada tulisan ini saya akan memaparkan beberapa cara untuk mendeteksi minyak bila terdapat suatu campuran.

Campuran Air

Pada dasarnya yang paling banyak menjadi campuran adalah air, hal ini dikarenakan pemisahan yang kurang sempurna yang dilakukan oleh penyuling. Pada tahap ini masih dapat dikatakan wajar. UNtuk memisahkan antara air dan minyak cukup mudah. Anda dapat menggunakan corong pisah ataupun kain flannel minyak(untuk sablon). Untuk corong pisah agak sedikit lebih rumit dalam pengerjaan, karena biasanya kapasitas corong pisah kisaran 2 Liter saja. Jadi jika minyak dalam jumlah banyak, kita harus sabar dan teliti dalam memisahkan antara minyak dan air. Namun untuk mengatasi hal tersebut dapat dilakukan secara perlahan – lahan selama proses penyulingan. Cara yang kedua menggunakan kain flannel. Masing – masing penyuling atau pengepul memiliki kegemaran pada ukuran yang digunakan. Kain flannel yang umum digunakan adalah ukuran T 160, T 180 dan T200. Semakin tinggi bilangan maka semakin rapat dan semakin sedikit kemungkinan air kembali masuk.

Campuran Minyak Sawit

Salah satu pencampur yang banyak digunakan oleh penyuling – penyuling adalah minyak sawit. Disamping karena harganya murah, secara fisik antara minyak sawit dengan minyak atsiri memiliki kemiripan. Biasanya minyak atsiri yang mengandung minyak sawit akan terdapat kenampakan seperti sebuah cairan melayang didalam sebuah cairan. Hal ini dikarenakan viskositas minyak sawit lebih tinggi disbanding minyak atsiri. JIka anda melihat hal tersebut maka lebih baik minyak tersebut jangan di gabung/dibeli karena kemungkinan mengandung minyak sawit. Untuk lebih memastikan apakah ada campuran minyak sawit yang terdapat dalam minyak atsiri lakukan langkah berikut. Ambil 5 mL minyak dari tengah jerry can, setelah itu masukkan dalam freezer, jika tidak ada freezer anda dapat menggunakan es batu atau air dingin dengan suhu dibawah 16 derajat Celcius. Jika terdapat campuran minyak sawit maka minyak sawit akan membeku dan terlihat jelas gumpalan putih didalam minyak atsiri.

Campuran Pelumas

Deteksi selanjutnya adalah deteksi Oli (pelumas minyak bumi). Bila kita tidak awas maka mungkin kita akan terjebak pada pencampur ini. Untuk mendeteksi campuran ini kita dapat menggunakan metode uji bakar pada sampel minyak yang akan anda beli. Alat yang dibutuhkan hanya cawan vetri dan korek. Bila terdapat campuran oli/pelumas maka akan tercipta kembang api yang melejit dari sampel minyak. Jika dirasa masih kurang cukup maka anda dapat menggunakan metode serapan kertas. Teteskan lah minyak pada kertas, jika serapan terus menyebar maka dalam minyak terdapat campuran lain.

Selain campuran diatas, ada juga penyuling yang mencampur minyak atsiri yang lebih murah namun memiliki dasar aroma yang mirip sebagai pengisinya. Beberapa contoh yang banyak dilakukan untuk mencampur minyak antara lain :

  1. Minyak Nilam di campur dengan minyak meranti/gurjun
  2. MInyak sereh wangi dicampur dengan minyak pinus
  3. Minyak kayu putih dicampur dengan eukaliptus atau pinus
  4. Dll

Kasus yang terbesar terjadi ketika tahun 1970, kala itu ada eksportir yang mengirimkan minyak sereh wangi yang dicampur dengan minyak pinus. Dengan harapan untung besar, namun ternyata malang nasib sang eksportir. Karena sang pembeli memeriksanya dengan instrument GC dan mendapati kandungan alpha pinena yang menjadi komponen utama minyak pinus terdapat dalam minyak sereh wangi terlalu mencolok atau diluar jumlah prosentase kelayakannya. Akhirnya sang eksportir mendapatkan Penalti dari sang buyer. Dan buyer pun mendapatkan 3 keuntungan, pertama hasil dari kesepakatan penalty, minyak sereh wangi dan mendapatkan pula senyawa alpha pinena yang mana hanya dengan menggunakan teknik sederhana maka alpha pinena dapat dipisahkan dan dimanfaatkan sebagai precursor berbagai macam produk turunan.

Pada kenyataannya masih banyak bahan pemalsu atau pencampur yang digunakan dengan licik untuk mendapatkan keuntungan sesaat. Untuk itu diperlukan upaya untuk terus menyelidiki adanya kemungkinan bahan campuran lainnya. Instrumen GCMS merupakan salah satu alat pamungkas yang dapat diandalkan secara presisi tentang kualitas suatu produk, meskipun mahal namun memiliki keakuratan yang lebih ketimbang skala pendekatan lapangan yang ada.

Saran : Jangan sekali-kali mencampurkan minyak atsiri dengan bahan tambahan lainnya, selain merusak anda akan merusak pula lingkungan penyuling yang satu daerah dengan anda.

7

Membangun Usaha Minyak Atsiri

Minyak atsiri adalah salah satu komoditi unggulan penghasil devisa Indonesia. Pengusahaan minyak atsiri telah ada sejak jaman colonial Belanda, bahkan jika dirunut lebih jauh lagi pengusahaan minyak atsiri telah dilakukan sejak daerah Indonesia masih bernama Nusantara. Minyak atsiri merupakan minyak aromatis yang berasal dari daun, kulit, biji, kayu, bunga dan bagian tumbuhan lainnya dengan menggunakan proses distilasi. Perbedaan antara minyak atsiri dan minyak nabati adalah kandungan trigliserida pada minyak nabati yang tidak terdapat pada minyak atsiri. Komponen penyusun minyak atsiri terdiri dari senyawa golongan terpen, sesquiterpen, sesquiterpen alcohol, furan, furfural, ester dan aldehid.  Masing – masing minyak atsiri akan menghasilkan komponen berbeda – beda tergantung dari sumber bahan baku. Komponen minyak atsiri dapat dilihat dengan menggunakan sebuah instrument, yakni gas kromatografi- spectra massa atau biasa disebut juga GCMS.

Banyak orang bertanya, bagaimana berusaha dibidang minyak atsiri ini? Berapa modal nya? Bagaimana pasarnya? Banyak pertanyaan terlintas jika ingin memulai usaha dibidang minyak atsiri ini. Kebanyakan orang awam menyamakan minyak atsiri sama dengan usaha minyak sawit atau minyak kelapa yang notabene adalah minyak nabati. Pada tulisan ini saya akan membahas bagaimana memulai usaha dibidang minyak atsiri.

Langkah Pertama : Persiapkan diri anda untuk mencari tahu segala hal tentang minyak atsiri. Perlu diketahui bahwa minyak atsiri tidak hanya satu jenis komoditi saja namun ratusan. Yang perlu anda cari tahu adalah jenis komoditi apa yang ingin anda kembangkan. Bagaimana pasar terhadap produk yang akan anda suling. Sudahkah anda mendapatkan koneksi penjualan? Memulai usaha dibidang minyak atsiri ini haruslah matang luar dalam. Artinya jangan sembrono karena tergiur oleh harga 1 juta per Kg saja. Banyak sekali aspek yang perlu kita ketahui dan kita pelajari. Jangan sampai sudah mengeluarkan biaya banyak tetapi tidak sampai 3 bulan usaha langsung tutup akibat ketidak tahuan pasar.

Langkah kedua : Setelah memiliki informasi yang cukup tentang usaha minyak atsiri ini, maka anda perlu menghimpun petani yang akan anda jadikan sebagai pemasok bahan baku. Hitunglah secara cermat berapa kebutuhan luas lahan, dan berapa petani yang anda butuhkan sebagai penyuplai.  Sebagai penyuling bijak kiranya jika kita juga memiliki lahan demplot sebagai percontohan, pembibitan dan lahan cadangan jika tidak mendapatkan pasokan dari petani (kasus : terkena bencana, diserobot saingan penyuling lain dll). Kesalahan yang banyak terjadi adalah penyuling hanya menyiapkan  ketel dan tempat suling saja, namun tidak memperhatikan pasokan bahan baku, sehingga ketika terjadi persaingan pembelian  bahan baku banyak sekali penyuling yang kehilangan sumber bahan baku akibat diserobot oleh penyuling lain yang memiliki modal yang cukup kuat. Selain menyiapkan lahan dan petani pastikan penyuplai bahan baku  adalah petani yang loyal dengan anda sebagai pengusaha sulingan. Pengikatan secara moril lebih kuat ketimbang diikat secara materiil. Selain itu juga saat penanaman yang perlu diperhatikan adalah crop calendar  atau masa tanam dan panen tanaman.  Sesuaikan dengan kapasitas ketel yang  ada atau yang akan anda buat. Jangan tanam sekaligus, atau panen sekaligus. Penerapan system tanam dan panen yang baik akan berdampak baik pada supplai bahan baku penyulingan. Penerapan system ini juga supaya kita para penyulig dapat menyesuaikan budget pembelian bahan baku per bulannya,  menjaga ketersediaan bahan baku supaya terus kontinu, menjaga dan meminimalisir kerusakan bahan baku pasca panen, menjaga bertumpuknya bahan baku, mengurangi resiko jeda penyulingan terlalul panjang.

Langkah Ketiga : Setelah mempersiapkan lahan dan bahan baku mulai tanam, maka mempersiapkan ketel penyulingan adalah langkah selanjutnya. Membuat ketel sebaiknya disesuaikan dengan kekuatan bahan baku yang anda miliki. Tidak usah ikut – ikutan atau saingan besar – besaran kapasitas. Namun carilah kapasitas yang paling optimum untuk minyak atsiri yang akan anda suling. Beberapa komoditi minyak atsiri akan membutuhkan ketel kapasitas besar, namun beberapa yang lainnya tidak terlalu besar. Jika rendemen komoditi minyak atsiri yang akan dikerjakan kurang dari 1% maka sebaiknya menggunakan ketel dengan kapasitas min 500 Kg (Kasus: sereh wangi, sereh dapur).  Jika rendemen lebih dari 1% sebaiknya maksimal ketel adalah 200 – 300 Kg. Pemilihan bahan baku pembuatan ketel dapat disesuaikan dengan buget yang ada. Bila memiliki budget yang lebih, maka anda dapat membuat ketel yang bermaterialkan stainless steel. Namun jika mepet anda dapat menggunakan material mild steel (besi).  

Langkah Keempat : Jika langkah 1 – 3 sudah anda lakukan maka langkah keempat ini anda sudah dapat mengusahakan penyulingan. Lakukanlah dengan sabar dan teliti. Jangan sekali – kali anda berbuat curang seperti pemalsuan minyak, mencampur dengan tambahan lain seperti oli, minyak goreng dll, karena akan berdampak buruk pada usaha anda. Usahakan produk yang anda hasilkan sesuai dengan criteria yang diinginkan oleh pembeli.  Amati dan catat setiap proses penyulingan, mulai dari penggunaan bahan bakar, waktu penambahan air, tetes pertama penyulingan, dan segala hal yang berkaitan dengan penyulingan.  Fungsi dari pencatatan adalah supaya kita dapat memperbaiki proses yang kita lakukan dan mengetahui peningkatan maupun penurunan produksi sehingga kita dapat mengetahui apakah rugi atau laba yang diperoleh.

Note :

  1. Jika anda pemula, maka pilihlah komoditi yang sudah ada pasarnya dan kebutuhannya banyak seperti nilam, cengkeh, pala, kenanga. Pemilihan komoditi ini memudahkan anda dalam pemasaran. Jangan sekali kali tergiur dengan komoditi hanya pada harga jual yang tinggi saja, tetapi anda belum memiliki pasar (terus terang ini adalah langkah tercepat bunuh diri dalam usaha ini).
  2. Jangan cepat terpengaruh pindah komoditi yang di boomingkan oleh suatu media yang mengejar oplah saja. Pertimbangkan masak – masak sebelum anda menyuling komoditi tertentu yang booming tersebut. Cek kembali kebenaran beritanya, siapa pasar yang akan menerima, berapa serapan pasarnya dan berapa harga realnya. Karena banyak juga narasumber yang membesar – besarkan pendapatannya supaya terlihat wah, padahal belum tentu juga kebenarannya.
  3. Jika anda mendapatkan suatu teknologi baru, harap di kroscek kembali, apakah memang betul teknologi yang digunakan memang masuk akal dan ada landasan ilmiyahnya. Serta sudah diuji cobakan dan berhasil. Bukan semata – mata katanya dan katanya.

Tips : cari tahu beberapa hal berikut :

  1. Informasi tentang Pengepul local (usahakan cari lebih dari satu)
  2. Informasi pengepul besar biasanya berada dikota – kota besar
  3. Spesifikasi produk yang diterima
  4. Luasan lahan pertanian yang menjadi sumber bahan baku
  5. Saingan di daerah setempat
  6. QC produk
  7. Koneksi dengan penyuling-penyuling (manfaatkan social media seperti Facebook untuk mencari teman sesame penyuling)
  8. Teknik penyulingan yang sesuai

 

 

19

Penyulingan Minyak Gaharu

image

Minyak gaharu produksi saya… terjual ke florida USA

Proses penyulingan adalah hasil pemisahan minyak atsiri dan bahan tanaman aromatik. Proses ini mencakup penanganan produk  yang bersifat padat dan persiapan bahan, dengan menjaga agar keadaan bahan cukup baik sehingga minyak atsiri yang dihasilkan dapat dijamin mutunya. Minyak atsiri dalam tanaman aromatik dikelilingi oleh kelenjar minyak, pembuluh – pembuluh, kantung minyak atau rambut glandular. Bila bahan dibiarkan utuh, minyak atsiri hanya dapat diektraksi apabila uap air berhasil melalui jaringan tanaman dan mendesaknya ke permukaan.Sebaiknya bahan tanaman sebelum diproses, dirajang terlebih dahulu menjadi potongan – potongan kecil. Proses ini bertujuan agar kelenjar minyak dapat terbuka sebanyak mungkin. Semakin lebar luas permukaan, semakin besar kemungkinan minyak atsiri dalam tanaman dapat tersuling.

Pada proses minyak gaharu, terdapat dua cara proses yang sudah umum dilakukan dipenyulingan – penyulingan tradisional.Penyulingan India, Vietnam dan Thailand umumnya setelah proses penyerbukan kayu berhasil dilakukan, maka serbuk kayu nantinya akan direndam dalam tong air dengan waktu tertentu, biasanya kisaran 2 – 3 bulan lama perendaman.Proses perendaman ini bertujuan untuk melunakan jaringan glandula yang melapisi minyak pada kayu. Sehingga nantinya diharapkan air yang menjadi uap akan lebih mudah mengangkut minyak yang terdapat dalam bahan baku.

Perendaman Kayu Gaharu sebelum penyulingan

Perendaman Kayu Gaharu sebelum penyulingan

Efek dari perendaman kayu ini akan berdampak pada aroma minyak yang dihasilkan, yakni memiliki aroma seperti kotoran hewan yang menyengat. Dari kadar kualitas, maka minyak yang dihasilkan dari proses ini kurang baik karena beberapa komponen ester yang membentuk wangi khas akan berubah menjadi komponen golongan aldehid yang memiliki aroma tengik. Namun karena sudah dilakukan beratus–ratus tahun, minyak dengan perlakuan seperti ini pun memiliki penggemar tersendiri dan harganya relative lebih murah.

Proses penyulingan standar minyak gaharu dilakukan kurang lebih selama 72 jam non stop. Namun lamanya proses penyulingan bergantung pada perkiraan rendemen minyak yang terkandung dalam bahan. Proses penyulingan bisa lebih lama atau lebih cepat.

Proses penyulingan dimulai dengan preparasi bahan. Pertama, bahan dikering anginkan supaya kadar air dalam bahan berkurang. Maksud dari pengeringan ini adalah untuk memperkecil efek hydrodifusi saat proses penyulingan berlangsung. Bila terlalu basah akan mengakibatkan proses penyulingan kurang baik karena titik minyak dalam bahan memiliki berat jenis yang lebih berat daripada uap sehingga minyak yang terangkat menjadi sedikit. Setelah dikeringkan maka material bahan selanjutnya kita kominusi untuk memperlebar luas permukaan. Semakin lebar luas permukaan maka semakin besar kemungkinan untuk mengangkut minyak dari bahan lebih besar.

Memperbesar luas permukaan

Memperbesar luas permukaan

Setelah bahan siap, maka bahan dimasukan kedalam ketel. Pada fase ini penataan bahan sangat mempengaruhi jalannya jalur distribusi uap pada saat penyulingan. Bila tidak baik dalam penataan kemungkinan besar akan terjadi ratholes sehingga proses kurang sempurna(berlaku pada penyulingan uap dan uap air). Sedangkan pada penyulingan air atau rebus bahan baku direndam dengan air hingga bahan dapat berputar di dalam ketel.

Pelatihan Penyulingan Minyak Gaharu Bersama saya dan Tim

Pelatihan Penyulingan Minyak Gaharu Bersama saya dan Tim

Setelah selesai maka api dapat dinyalakan untuk proses pemasakan. Proses pemasakan yang baik akan menghasilkan minyak dengan aroma yang baik pula. Suhu biasanya dijaga dikisaran 86-98°C. Bila menggunakan tekanan diusahakan dibawah 1barr. Penggunaan tekanan yang berlebihan akan mengakibatkan minyak yang dihasilkan gosong dan kualitas minyak buruk.

Minyak Gaharu ~ bahan baku dari Pulau Bangka

Minyak Gaharu ~ bahan baku dari Pulau Bangka

Setelah 72 jam proses penyulingan maka proses dihentikan. Proses pemanenan harap dilakukan dengan hati – hati dan usahakan sedikit mungkin air destilat terperangkap kedalam minyak. Pasca penyulingan, minyak yang didapatkan tentu tidak bersih sepenuhnya. Masih terdapat serbuk-serbuk gaharu yang terperangkap dalam minyak. Untuk membersihkannya, minyak cukup dijemur dipanas matahari selama10-15menit dalam botol tertutup.

image

Pemurnian minyak gaharu dari serbuk maupun air yang tertinggal dalam minyak

Setelah minyak bersih maka, minyak siap dikemas dan dipasarkan, atau disimpan terlebih dahulu supaya minyak lebih tua dan  menghasilkan aroma yang lebih baik lagi.

Testimoni Pembeli Minyak Gaharu Saya :

I just wanted to let you know how happy I am with the Marangin oil. The smell is definitely Kalbar and highly pleasant. You have done a great job distilling this and you do great work. E.T USA

Indonesia oil M–  Left wrist-   I like this oil a lot. The first scent that jumped out at me was a clean, “camphor-y” sweetness. After that the damp newspaper smell became apparent but not dominant.  It’s interesting because although the dampness is there the oil basically has a clean and fresh quality balanced by a sweet succulence. It smells thick yet cool, and I appreciate this harmony of contrasts.  There’s a hint of vanilla intermingled with a quiet raisin-y roastedness. It doesn’t smell at all smoky to me, yet there’s a very subtle cooked, oozy/sticky quality that underlies the coolness. For the most part it has a cool, happy and buoyant quality but  I’m glad there is also a darker, ochre/reddish side. It keeps the oil from feeling too light and uninteresting.  For me there are mainly 2 levels- the  lighter, greener, minty layer and the deeper, sweet, blond tobacco notes.  Very, very nice, Ano. Later- chili pepper!  And the oil is getting drier! I’ve smelled this chili note in an ASAQ oil and I really like it. It is so unexpected that it’s a real pleasure to meet it again I really love this oil, Ano, I guess because I super value complexity, and this oil has lots of diverse elementsThanks so much.” MW ~ NY USA

MasyaaAllah! Brother this is heaven , AS – Dubai UEA

7

Jadi Bapak

Awal Ramadhan yang sungguh Indah.Berkah Alloh yang tiada duanya…

Hari pertama Ramadhan Versi Pemerintah, Ba’da Sahur Istriku berasa bukaan. Akhirnya tak anter ke RS terdekat dengan Rumah. Sampai di RUmah sakit ternyata baru bukaan 1. Tapi karena males bolak balik sekalian aja deh mondok. proses daribukaan 1 sampai 10 berjalan lama sekali yakni 24 jam.

Apakah  ibu sejati yang layak disyukuri pengorbanannya sebagai yang di iktiraf oleh al-Quran dalam surah Luqman ayat 31.

وَوَصَّيۡنَا ٱلۡإِنسَـٰنَ بِوَٲلِدَيۡهِ حَمَلَتۡهُ أُمُّهُ ۥ وَهۡنًا عَلَىٰ وَهۡنٍ۬ وَفِصَـٰلُهُ ۥ فِى عَامَيۡنِ أَنِ ٱشۡڪُرۡ لِى وَلِوَٲلِدَيۡكَ إِلَىَّ ٱلۡمَصِيرُ

Dan Kami wajibkan manusia berbuat baik kepada kedua ibu bapanya; ibunya telah mengandungnya dengan menanggung kelemahan demi kelemahan (dari awal mengandung hingga akhir menyusunya) dan waktu menyapih susunya ialah dalam masa dua tahun; (dengan yang demikian) bersyukurlah kepadaKu dan kepada kedua ibubapamu; dan (ingatlah), kepada Akulah jua tempat kembali (untuk menerima balasan).

Alhamdulilah Hari Minggu Pahing tanggal 22 July 2012 Jam 04.35 Telah Lahir Anakku kedunia ini,lengkap dan normal. Nikmat mana lagi yang hamba dustakan….

Rakai Tjetta Djati

Alhamdulilah Laki – laki Kecil yang perkasa ini kami namai :

RAKAI TJETTA DJATI

Artinya : Pemimpin yang berpengetahuan luas, kokoh, supel, diterima dimanapun berada, adil, tegas

Dalam do’a kami berharap Anak Kami menjadi Panglima yang membela Agamamu yaa Alloh (Ammien)

1

The Story of Gaharu…

Saat tulisan ini diturunkan, yang namanya Pohon Gaharu sedang menjadi Trend di Indonesia khususnya dan Asia Tenggara pada umumnya. Alasan kenapa pohon ini sedang nge trend, adalah nilai jualnya yang cukup tinggi sehingga membuat orang – orang tergiur. Bagaimana tidak dengan modal 10 batang pohon saja dalam kurun waktu 3 sampai 5 tahun sudah dapat menghasilkan ratusan juta rupiah.

Pohon ini merupakan keluarga dari species Aquilaria spp dan Grynops spp. Umumnya yang banyak di budidayakan di Indonesia adalah Aquliaria Mallacensis dan Becariana. Namun saat ini juga ada yang mulai membudidayakan Subintegra dan crassna. Sedangkan untuk wilayah Indonesia Timur paling banyak tumbuh verestigie, filaria, macrocarpa dan microcarpa.

Dikebun Gaharu bareng Cangcungit (Adik ku yang paling kecil)

Nah kalo yang di foto itu jenis gaharu mallacensis, dilihat dari daunnya yang mirip dengan daun beringin, makanya kalau pemburu gaharu bilangnya gaharu beringin synonim dari gaharu aquilaria mallacensis. Gaharu  akan bernilai ekonomis, jika tumbuhan ini terinfeksi oleh suatu jamur atau kapang. infeksi biasanya timbul akibat luka atau badan pohon yang terbuka kemudian di tumbuhi jamur dan kapang. Sedangkan pada tumbuhan hasil budidaya biasanya sengaja dilukai dan disakiti *oh kejaaamnya* agar menhasilkan fulus. Biasanya badan pohon akan di bor atau dipaku, setelah itu di suntikkan inokulan. Sebenarnya ada beberapa jenis inokulan yang kembangkan.

  1. Asam Formiat
  2. Methyl jasmonat
  3. Trichoderma spp
  4. Fusarium spp

Asam Formiat banyak di gunakan sebagai inokulan oleh para petani dan pembudidaya gaharu didaerah Thailand dan Vietnam. hasil dari inokulan ini kuran gbaik, karena menggunakan cairan kimia. sebetulnya dengan cairan asam formiat ini hanya dapat mengiritasi badan pohon sehingga kualitas hasil yang diinginkan mutunya kurang begitu baik. biasanya bila menggunakan cairan ini lubang bekas pengeboran akan di jumpai semut – semut, mengingat asama formiat disebut juga asam semut sehingga menarik para semut untuk bersarang. sebagai penulis saya tidak menyarankan menggunakan asam formiat sebagai inokulan. * lagian kalo kayak gitu namanya bukan inokulan.

Methyl Jasmonat beberapa waktu lalu juga dikembangkan oleh beberapa peneliti dari Hokaido Univeristy di daerah kalimantan, namun karena methl jasmonatnya mahal bin larang, jadi dari segi ekonomis langsung di cut off saja hehehe. saya juga tidak menyarankan menggunakan cairan-cairan kimia karena penginveksi utama alamai itu dari golongan jamur bukan dari cairan kimiawi.

2 inokulan terakhir bisa dijadikan pilihan. pilih salah satu ang menjadi kesukaan anda. keduanya cukup efektif sebagai inokulan. dan bau gubal yang dihasilkan akan lebih alamai dan unsur kayu yang didapet lebih mak jreng. Aroma yang dihasilkan berbeda inokulan akan berbeda pula harumnya.

Bila pohon gaharu ini tidak sakit, maka tidak dapat diproses menjadi minyak ataupun diambil damar minyaknya atau chipnya. makanya bagi para pemburu harap membekali diri dengan ilmu pengetahuan tentang gaharu sebelum anda menebang dengan kesia – siaan.

Kayu Gaharu Verstigie ~1000 Karung Kosong tanpa resin tidak sakit dari Hutan Majene

Setelah sakit dan mati atau dipaksa mati, maka kayu gaharu akan di pecah – pecah dan di kumpulkan sesuai grade.  untuk yang disuling biasanya adalah sisa hasil kerokan gaharu. kalo yang sudah kelasan harganya bervariasi mulai dari 250 ribu per Kg sampai ratusan Juta per Kg (yang terakhir ini jarang banget, dan butuh waktu lama untuk membentuk grade superking ini).

* foto kiriman pak Hendri

Untuk proses penyulingan sendiri, biasanya kayu akan di kominusi terlebih dahulu supaya luas permukaannya semakin luas supaya mempermudah proses hidro difusi. bila bentuk hasil kominusi sampai seperti serbuk, maka bahan lebih baik di rebus, tapi bila ingin di kukus maka bentuk kecil seperti biji beras. Penyulingan memakan waktu kurang lebih 3 sampai 7 hari. setelah itu dapat dijual dengan satuan KG, Tolla (11.6 gram) atau per 1/4 tolla.

Setelah itu dikemas dengan botol cantik dan dapat dijual pake dolar atau dinar hehehe

1

Artisan Eterische Olie

Wake up!!! Suatu pagi suatu suara membangunkan ku entah dari mana datangnya suara tersebut. Kejadian itu terjadi beberapa waktu lalu ketika jengah melanda setelah sekian bulan produktivitas diri ini mogok. Tersadar dari hibernasi saya menemukan suatu gagasan membranding ulang usaha saya supaya lebih fresh.

Ya ini branding baru dari Orizho saya, artisan essential oil. kenapa memilih untuk artisan? karena memang saya melakukannya secara skala kecil dan sesuai kebutuhan. Dengan metode ini saya dapat menjaga kualitas minyak atsiri lebih prima.

Artisan Essential Oils are Essential Oils that are produced in an eco-ethical manner by small grower/harvesters who do their own production to the highest of standards specifically for the aromatherapy and healing arts communities.

Dan voala, akhirnya membuahkan hasil juga, ternyata membranding suatu usaha itu juga penting dan berpengaruh pada penjualan. produk Orizho semakin dikenal dan di akui oleh pelanggan di berbagai penjuru dunia, dan hampir semuanya pengguna untuk aromatherapy ataupun untuk penyembuhan secara alternative.

Salah satu pengguna dari Orizho adalah Andrea Butje, beliau adalah pakar aromatherapy dari Amerika, berikut testimoni dari minyak yang digunakan :

Such lovely oils! I especially am fond of the curcuma mangga and curcuma heyneana oils, both of them are great! I like the patchouli a lot and your right it is less woody, but rich and lovely. The vetiver is different than what I have been exposed to, the aroma is lighter, less intense.   ~ Andrea Butje, Owner and Instructor on Aromahead Institute , Florida, USA.

Hampir 90% produk yang dihasilkan di Orizho merupakan minyak atsiri jarang atau bisa disebut dengan bahasa lain rare essential oils. Karena pengumpulan koleksi minyak melalui penelitian yang cukup panjang dan berasal dari berbagai pelosok di Indonesia.

Orizho juga mementingkan ke Natural an bahan baku, seperti bebas pestisida ataupun pupuk kimia. kami mendorong petani daerah untuk lebih memilih sistem organik, karena dengan sistem tersebut lebih menguntungkan untuk jangka panjang.

2

Distiller Love Letter

Sayangku,
ketika kau kominusi hatiku
supaya glandula glandula cintaku pecah bertebaran
sehingga mudah kau distillasi bersama cintamu…
semua menjadi satu sayangku, saat melewati panjangnya liukan kondensor cinta kita bersatu
dan menjelma menjadi sebagai cinta therapetic grade setalah melewati separator kehidupan

Sayangku,
tak perlu lagi kau fraksinasi hatiku,
ketahuilah, hatiku sudah dalam keadaan purified saat mengenalmu
Dan untukmu hatiku hanya satu kondisi… terpenless dan sesquiterpenless

Sayangku,
Tempatkan cintaku di cintamu
jagalah suhu emosi dan hindarkan dari cahaya kecemburuan
sehingga cinta kita tidak mengalami degradasi dan dekomposisi
percayalah padaku, aku fine chemical

Bantul, 28 Juni 2011
Atas Kecintaankku padamu…