Pindah RUmah
buat tmen – temen silahkan kunjungi ke :
sekarang pindah rumah, kedepan saya ndak posting disini lagi……
Berburu Rosa Damascena
wehehe hari selasa yang diwarnai dua musim, pagi hari ujan deres eh siang udah panas banget. hari ini aye keliling – keliling jogjakarta guna memburu mawar damascena. kenapa gua sampe berburu damascena? apa sih bagusnya mawar damascena? kenapa juga sampe susah – susah segala nyari damascena???.
Hmmm, masih tidak jauh dengan dunia atsiri alasan gua nyari nih bunga, secara mau berlanjut untuk mengembangkan minyak bunga mawar damascena (kemaren melati sambac sama Rosa Alba udah). berikut ini beberapa fakta menarik tentang mawar damascena :
- mawar ini warnanya pink, banyak mengandung minyak atsiri.
- banyak dibudidayakan di bulgaria, jerman, iran, maroko
- harga perliter minyaknya sekitar IDR 60.000.000 belum harga internasional yang mencapai harga lebih dari itu.
- Paling banyak dicari sama buyer alias pembeli untuk essence seperti sabun, lotion shampoo dan lain lian
Agak susah nyari nih bunga, karena memang mawar jenis ini adalah jenis import, ada yang nawarin tapi harga 1 bibitnya gila – gilaan IDR 75.000, buset, nah kalo mau nanem 150.000 bibit kan tinggal dikaliin aja tuh, cuman buat beli bibit aja abisnya IDR 11.250.000.000, hahaha kalo buat beli cendol jogja keleleb kali.
Penasaran kayak apa bunganya? nih tak aplotin :
bagaimana cantikkan? selain cantik secara fisik, bunga mawar damascena juga memilik wangi minyak yang cantik pula, untuk mendapatkan minyak sebanyak 1 Liter butuh kurang lebih sekitar 1 – 2 ton bunga mawar segar. heheh dapet darimana segitu banyak bunga??? kalo di Indonesia belum ada yang membudidayakannya (setahu saya) untuk itu diriku dan teman teman mau menanam dikawasan cangkringan di utara merapi golf :
Sekarang kita bandingkan dengan ladang mawar yang sudah berkembang di bulgaria :
Mohon doa restu temen – temen sekalian untu merubah lereng merapi menjadi pemandangan seperti gambar diatas ini hehehhe…..
kangen sama blog yang dulu, eh udah ga ada
Tadinya sih kangen pingin liat blogku yang dulu (yang maih mbayar hehehe) karena sudah lama tidak akatif akibat jatuh tempo, maka ya sudah tak relakan saja. tapi barusan iseng – iseng ketik alamat yang dulu dan hasilnya :
hasilnya error, ndak ketemu alamatnya (ya jelas wong gak mbayar gek)… ah nanti coba tak daftarin lagi ah jadi nulis alamatnya biar lebih gampang, nggak kayak sekarang panjang banget “martsiano.wordpress.com” beuh berapa huruf tuh? bandingin sama ano.web.id simpel kan???
Film Perfume
Abis nonton film nih judulnya Perfume berikut ulasannya, menarik untuk saya ulas karena berkaitan sama ketertarikanku akan minyak atsiri.
Dari seorang yang terlahir karena ketiadaan dan mempunyai bakat luar biasa yang bisa disebut “the nose” atau orang yang memiliki indra penciuman yang sangat tajam, dimana dapat mencium berbagai bau – bauan tanpa alat deteksi seperti GC- MS.
Sungguh luar biasa bakat yang dimiliki tersebut. Namun sayang bakat yang dimiliki tidak didukung oleh obsesi positif melainkan obsesi negatif.
Terobsesi karena wangi dari tubuh seorang wanita yang tidak sengaja dibunuhnya, Jean Baptiste Groinelle mendapat suatu pelajaran yang berharga dan tidak akan mengulangi untuk kedua kalinya membiarkan wangi tersebut hilang dari penciumannya.
Bermula dari pertemuannya dengan baldini (disini dia diajarin bagaimana meracik parfume, kalo gak salah ada 13 komponen utama dalam meracik parfum) dan kemudian bekerja ditempat pembuatan minyak bunga alamiah di daerah Grasse (didaerah ini terkenal akan enfleurasinya) maka Jean belajar membuat atau menyimpan wangi yang dimiliki oleh seseorang sesuai dengan spesifikasi menurut dirinya sendiri atas pembauan yang sesuai dengan dirinya yang terobsesi membuat sebuah parfume yang tiada bandingannya.
Umumnya pembuatan parfume menggunakan bahan – bahan dari tumbuhan yang menghasilkan minyak yang disebut dengan minyak atsiri, dalam film ini(terutama saat berhadapan dengan Baldini) disebutkan berbagai macam minyak atsiri mulai dari bergamot hingga minyak yang banyak di produksi di Indonesia yakni minyak nilam (patchouli), cengkeh dan citronella (sereh wangi). Namun dalam film ini sang tokoh utama membuat parfum dari bau tubuh seseorang, dimana wangi tersebut dihasilkan dari hormon yang memproduksi wangi alami tubuh kita (tanpa cologne, parfum apa lagi bedak ketek MBK hehehe).
Sang tokoh utama mengumpulkan beberapa jenis bau – bauan yang berbeda dari masing – masing korbannya yang menimbulkan kepanikan di daerah perancis, hingga menyebabkan diberlakukannya jam malam. Dari sekian waktu dia mengumpulkan minyak dari setiap korbannya hanya tinggal satu lagi korban yang belum dimiliki minyaknya yakni minyak tubuh putri dari seorang monsieur yang berkuasa, hingga pada akhirnya sang monsieur sadar bahwa anaknya adalah korban terakhir karena dia percaya bahwa kecantikan anaknyalah pelengkap dari semua ini.
Akhirnya sang monsieur membawa anaknya pergi ke sebuah biara, tadinya mau mengelabuhi akan tetapi karena bakat alam yang dimiliki oleh sang perfumist, dia dapat melacak keberadaan sang putri meski jaraknya jauh dan sudah dikelabuhi oleh sang Monsieur. Maka pada malam hari menyelinaplah sang perfumist masuk dan akhirnya menggenapkan koleksinya yang terakhir guna pelengkap membuat perfume yang sangat dahsyat.
Namun setelah selesai mengekstrak lemak yang mengandung minyak tubuh akhirnya dia tertangkap. Dia disiksa dan dipenjarakan bahkan akan dihukum di tiang salib dan dicambuk, dipatahkan tulang – tulangnya. Namun apa yang terjadi sodara – sodara, berkat racikan parfume yang telah dikumpulkannya dia memperdaya orang sealun – alun. semua sealun – alun pada bugil (yang diinget bugilnya doang hehehe) dan saling berasyik mashyuk ( bujug buneng) bahkan sampai pendetanya juga ikut – ikutan (padahal kan ga boleh tuh ). Semua terpana, namun sang perfumist sedih mengingat kejadian hilangnya gadis pertama yang dia sukai bau harumnya. dia meneteskan air matanya… dan selanjutnya dapat anda tonton di Film Perfume.
Ulasan yang berkaitan dengan Minyak Atsiri …
Hal yang menarik adalah, tidak dijelaskan lama proses enflurasi pada tubuh manusia itu berapa jam? mengingat setelah mati tubuh manusia tidak memproduksi hormon lagi, berbeda dengan bunga seperti sedap malam dan melati, setelah dipisahkan dari kelopaknya dia masih melakukan aktifitas mengeluarkan bau wangi. Mungkin perlu dipelajari lebih lanjut (tapi ga pake dibunuh segala ntar gada yang mau jadi kelinci percobaan lagi).
Kedua untuk menghasilkan 1 tetes minyak mawar diperlukan 10.000 kuntum mawar segar, sekarang kita asumsikan 1 Kg bunga mawar terdapat +/- 600 Kuntum bunga, maka 10.000 kuntum/600 kuntum = 16.666 Kg bunga mawar. Untuk menciptakan setetes minyak mawar aja buth 16 Kg bayangkan hanya setetes, bagaimana kalau seliter?.
BTW aku jual minyak mawar varietas Alba harga IDR 32.000/mL sama jual minyal melati varietas Sambac harga IDR 30.000/mL berminat hubungi 085729615998 pesen minimal 250 mL, cocok untuk spa dan aromatherapy. dijamin asli dan bebas senyawa kimia berbahaya. heheh promosi.
Selain itu penyulingan mawar yang di film kok ujug – ujug minyak misah sama air padahal nggak ada separatornya hehehe kalo kayak gitu mungkin penyuling2 pada seneng soalnya ga usah pake misahin air sama minyak.
Selain proses Enfleurasi dan distilasi/kohobasi ada juga pengolahan floral bunga, direbus dalam bejana kaca segede gaban manteb tuh, kita bisa lihat bagaimana proses transportasi bahan didalam ketel, lebih detil, sehingga tahu kapan bunga harus diangkat.
Penataan bunga dalam glass plate chasis enfleurasi juga dibutuhkan tingkat ketelitian yang tinggi. Karena akan mempengaruhi saat proses Defleurasi (pencoptan bunga) jadi si lemak nggak banyak yang ikut terlepas.
Penangan bahan baku yang luar biasa disiplin juga diterapkan sama majikannya si Jean di Grasse. Namun sayang nggak dikasih tau berapa lama penyimpanan bunga yang baik (namanya juga film, bukan dokumenter). wah jadi pingin ke Grasse. mau tau kayak apa Grasse sekarang ?
Mungkin itu aja ya yang tak perhatiin dari film ini, garis besar cukup menarik, namun ada beberapa adegan yang kalo disensor nggak dapet ceritanya tapi kalo ga disensor ya gitu deh. Ada beberapa teknik yang dapat dipelajari dalam mendapatkan minyak atsiri (tapi bukan dari tubuh manusia) melalui proses enfleurasi, seperti penataan strktur enfleurage, pembuatan lemaknya dan lain- lain. Namun jangan lupa ditambah dari literatur juga.
POTENSI BUNGA MELATI SEBAGAI BAHAN BAKU MINYAK ATSIRI DAN BEBERAPA MACAM PROSES PENYULINGANNYA
ditulis oleh : Martsiano WD
e-mail : martsiano@yahoo.com
Melati merupakan tanaman bunga hias berupa perdu berbatang tegak yang hidup menahun. Di Italia melati casablanca (Jasmine officinalle), yang disebut Spansish Jasmine ditanam tahun 1692 untuk di jadikan parfum. Tahun 1665 di Inggris dibudidayakan melati putih (J. sambac) yang diperkenalkan oleh Duke Casimo de’ Meici. Dalam tahun 1919 ditemukan melati J. parkeri di kawasan India Barat Laut, Kemudian dibudidayakan di Inggris pada tahun 1923.
Di Indonesia nama melati dikenal oleh masyarakat di seluruh wilayah Nusantara. Nama-nama daerah untuk melati adalah Menuh (Bali), Meulu cut atau Meulu Cina (Aceh), Menyuru (Banda), Melur (Gayo dan Batak Karo), Manduru (Menado), Mundu (Bima dan Sumbawa) dan Manyora (Timor), serta Malete (Madura).
Kegunaan tanaman melati selain sebagai bunga penghias juga banyak digunakan dalam berbagai macam industri di Indonesia, diantaranya industri teh, pewangi, cat, tinta, pestisida dan lain – lain (BALITTRO VOL XP). Selain itu kandungan minyak atsiri dalam bunga melati merupakan komoditi yang dapat dikategorikan komoditi eksklusif, karena menurut data yang ada 1 liter absolut bunga melati dapat mencapai harga 30.000.000 rupiah.
Di dunia, penghasil minyak bunga melati terbesar adalah India dan China, hal tersebut didukung oleh sudah terbentuk lama sistem budidaya bunga melati secara terintegrasi di kedua negara tersebut. Tentunya Indonesia yang memiliki iklim tropis dan curah hujan yang cukup mempunyai potensi untuk pengembangan minyak atsiri bunga melati.
Jenis Bunga Melati
Jenis bunga melati yang umumnya disuling baik di India, China dan Indonesia yang penulis ketahui ada 2 jenis, yakni jasmine sambac dan jasmine gambir. Keduanya memiliki 2 kandungan yang berbeda dan juga sifat fisik yang agak berbeda. Pertama yang paling banyak dibudidayakan di daerah Pantai utara sepanjang Jawa barat hingga Jawa Timur (Cirebon, Tegal, Brebes, Pekalongan Hingga Kudus) adalah jenis jasmine sambac;
Gambar 1. Melati Sambac
Selain yang tumbuh didaerah pantai atau dataran rendah, jenis jasmine satu lagi yang sering dimanfaatkan minyaknya adalah jenis Jasminum Officinale, atau sering disebut melati gambir.
Gambar 2. Melati Gambir
Terlihat perbedaan yang cukup mencolok pada morfologi bunga, yakni warna bunga melati gambir yang terdapat semburat merah keunguan, berbeda dengan sambac yang putih polos.
Minyak Atsiri Bunga Melati
Minyak bunga melati umumnya dipergunakan sebaga zat pewangi parfum kelas tinggi. Minyak ini biasanya diekspor ke Singapura, Australia, Eropa, Timur Tengah, dan Thailand.
Minyak atsiri dari bunga melati dapat didapatkan melalui beberapa cara, diantaranya yang paling sering digunakan dalam industri baik di Indonesia maupun diluar negeri antara lain :
- Teknik Ekstraksi pelarut menguap
- Teknik Enfleurasi
- Super Critical Fluid Extraction CO2
Dari ketiga teknik diatas penulis hanya akan mengulas tentang dua teknik teratas, dikarenakan sampai saat ini penulis baru mempraktikan dua jenis teknik penyulingan yakni ekstraksi pelarut menguap dan enfleurasi.
Alasan mengapa tidak digunakan teknik distillasi konvensional (dengan uap) dikarenakan akan merusak struktur minyak atsiri yang terkandung dalam bunga karena uap panas yang dikempa pada saat proses distilasi.
Teknik Ekstraksi Pelarut Menguap
Teknik ini memanfaatkan pelarut menguap untuk memisahkan minyak dari jaringan tumbuhan. Digunakannya dikarenakan sifat dari pelarut menguap yang bertitik didih rendah sehingga mudah dipisahkan pada saat pemurnian.
Pemilihan Pelarut
Ada beberapa syarat ideal untuk menjadikan suatu pelarut organik menjadi pelarut pada pengambilan minyak atsiri dari bunga melati atau bunga apapun yang nantinya akan mempengaruhi kualitas minyak bunga yang di ekstrak, berikut syarat ideal dari suatu pelarut menurut versi Ernest Guenther :
- Pelarut harus dapat melarutkan semua zat wangi bunga dengan cepat dan sempurna, dan sedikit mungkin melarutkan bahan seperti lilin, pigmen, senyawa albumin, dengan kata lain pelarut bersifat selektif.
- Harus memiliki titik didih cukup rendah, agar dapat di uapkan pada saat suhu rendah, namun juga jangan terlalu rendah, karena ditakutkan pada suhu ruanganakan kehilangan sebagian besar pelarut.
- Pelarut tidak boleh larut dalam air.
- Pelarut harus bersifat inert, sehingga tidak bereaksi dengan komponen minyak bunga.
- Harga serendah mungkin dan tidak mudah terbakar.
Namun tidak ada pelarut mutlak yang sesuai dengan syarat diatas, sehingga kita dapat saja memilih pelarut yang lebih mendekati beberapa sifat diatas, selain untuk tujuan ekonomis kita juga harus memikirkan efisiensi pelarut1.
Beberapa pelarut yang sudah digunakan sebagai pelarut pada proses ekstraksi pelarut menguap antara lain Petroleum eter2 dengan nama dagang wash benzen, normal Hexan (n-Hexana), Benzena, alkohol dan masih banyak lagi pelarut organic yang dapat digunakan.
Peralatan Ekstraksi Pelarut Menguap
Beberapa alat yang digunakan pada proses ekstraksi pelarut menguap antara lain :
- Ekstraktor.
- Evaporator Concrete dan absolute.
- Ice Box.
- Separator Kaca.
- Saringan.
- Penampung.
- Lemari Pendingin.
Ekstraktor
Kegunaan ekstraktor adalah wadah untuk melarutkan minyak atsiri pada bunga melati dengan pelarut menguap. Biasanya terbuat dari stainless steel ataupun kaca. Ekstraktor memiliki dua tipe yakni tipe berdiri biasanya disebut dengan stationary extractor dan yang kedua adalah ekstraktor tipe tidur atau biasa disebut rotary extractor. Keduanya memiliki kekurangan dan kelebihan masing – masing.
Keuntungan dari ekstraktor tipe berdiri adalah, lama proses penyulingan berlangsung lebih cepat, sekitar 4 – 5 jam saja. Selain itu biasanya ekstraktor berdiri terdiri dari beberapa ekstraktor yang berhubungan, karena pada prosesnya bersifat continous flow, dimana pelarut digunakan pada beberapa ekstraktor sekaligus sehingga rendemen yang dihasilkan lebih banyak.
Namun cepat atau lambatnya waktu proses ekstraksi tergantung dari bahan baku dan cara pengusaha menjalankan prosesnya masing – masing, atau lebih tepatnya belum ada hitungan baku tentang waktu pengerjaan yang paling optimal hingga saat ini.
Gambar 3. Ekstraktor sederhana yang digunakan oleh penulis
Kelemahan dari sistem berdiri adalah, banyaknya pelarut yang terbuang saat proses, dalam bukunya Ernest Guenther mengatakan 12 – 14 liter pelarut hilang setiap mengekstrak 100 Kg bunga, dengan kapasitas pelarut 400 – 500 L sekali proses.
Tipe ekstraktor kedua adalah tipe tidur yang diusulkan oleh Garnier3, keuntungan dari penggunaan sistem ini adalah pelarut yang hilang lebih sedikit, lebih efisien dalam pelarutan minyak atsiri bunga melati. Hal tersebut akibat gerakan putarannya lebih memenetrasi bunga sehingga rendemen yang dihaslkan lebih banyak 8% (menurut Guenther) daripada tipe berdiri.
Evaporator
Evaporator digunakan dalam pemekatan minyak atsiri menjadi concrete dan absolutes. Sistemnya dengan memanfaatkan perbedaan titik didih antara pelarut dan minyak atsiri bunga melati. Untuk mendukung kinerja evaporator perlu disertakan pompa vakum agar tekanan dalam tabung evaporator dapat ditekan serendah mungkin yang nantinya akan berhubungan dengan suhu yang digunakan dapat lebih rendah.
Suhu dan tekanan menjadi kunci dalam proses evaporasi, semakin rendah suhu maka semakin baik minyak yang didapatkan. Karena Minyak bunga alamiah mudah rusak terhadap suhu tinggi.
Gambar 4. Evaporator skala laboratorium
Evaporator terdiri dari labu tempat hasil ekstraksi ataupun concrete, lalu penangas air, kondensor, penampung hasil dan pompa vakum. Semakin teliti evaporator (dalam segi suhu dan tekanan) maka semakin bagus kualitas minyak yang dihasilkan, namun tidak terlepas dari sumber daya manusia yang menanganinya.
Proses Ekstraksi Pelarut Menguap
Proses Ekstraksi dimulai dari persiapan bahan, dimana kita harus ekstra teliti untuk memilih bahan baku, jika salah memilih bahan baku maka kita dipastikan gagal mendapatkan minyak dengan kualitas yang baik.
Bunga yang akan diproses tentunya harus memiliki syarat sebagai berikut :
- Kuncup siap mekar 90%.
- Terbebas dari air embun4.
- Tidak Busuk, hindari menggunakan bunga yang sudah coklat, karena akan menyebabkan bau bunga kurang enak5. Selain itu menyebabkan komponen kimia yang diinginkan teroksidasi.
Setelah bunga melati dipanen dari kebun, maka proses selanjutnya adalah membawanya ke workshop6. Untuk 100 Kg bunga melati dibutuhkan 3 orang pekerja dengan waktu maksimal pengerjaan 2 jam saja. Jika lebih dari 2 jam pengerjaan belum selesai pemisahan kuntum bunga,maka sisa bunga tidak di ikutkan dalam proses.
Kuntum bunga yang telah dipisahkan dimasukkan kedalam ekstraktor, kemudian ditambahkan pelarut dengan perbandingan 1 : 1,5 (untuk posisi tidur) dan 1 : 4 (untuk posisi berdiri).
Proses ekstraksi memakan waktu kurang lebih 2 – 5 jam, tergantung dari kecepatan rotasi ekstraktor dan kondisi bunga dalam ekstraktor, jika sudah mulai coklat lebih baik proses ekstraksi dihentikan. Setelah proses ekstraksi selesai maka pelarut disaring dari ampas bunga, selain itu juga sisa pelarut yang masih menempel dibunga kita pres sehingga kita kehilangan pelarut lebih minimal.
Larutan hasil ekstraksi dimasukkan kedalam evaporator untuk dijadikan concrete, dengan waktu penguapan selama 2 jam, suhu 30 – 40oC, tekanan 200 mmHg7. Hasil dari concrete berupa lapisan lilin bunga, minyak atsiri, pigmen bunga dan beberapa komponen bunga yang larut saat proses ekstraksi. Bentuk hasil evaporasi yang pertama ini berbentuk seperti lilin padat, namun jika proses evaporasi kurang sempurna maka lilin agak lembek.
Proses selanjutnya adalah menjadikan concrete menjadi absolute. Prosesnya adalah melumat concrete dengan lumpang keramik, setelah itu dicampur dengan Et-OH p.a. 100%. Diaduk hingga menjadi seperti bubur, komposisi antara concrete dengan pelarut adalah 1 : 8 sampai dengan 1 : 10, larutan diaduk terus, setelah itu diendapkan dan dimasukkan kedalam freezer, fungsinya adalah untuk mengendapkan lilin.
Setelah itu pisahkan larutan yang jernih diatas dari lilin yang mengendap dibawah, setelah itu hasil larutan yang jernih tadi dipekatkan dengan evaporator kembali dengan tujuan memisahkan alkohol dari minyak dengan suhu 40oC, P : 200 mmHg. Hasil yang didapatkan berupa absolute jasmine, pekat, agak kental dan memiliki bau harum. Hasil absolute ini meliki nilai jual yang tinggi dipasaran dibandingan minyak atsiri dengan proses distilasi.
Berikut ini bagan alur proses ekstraksi :
Gambar 5. Bagan alur proses ekstraksi menguap bunga melati
Gambar 6. Absolute bunga melati
Enfleurasi
Proses ini merupakan penyulingan minyak bunga alamiah paling kuno, dimana digunakan lemak hewan sebagai penjerab minyak. Lemak memiliki daya absorpsi yang tinggi sehingga jika dicampur dengan bunga melati, lemak akan mengabsorpsi minyak yang dihasilkan oleh bunga melati. Selain itu pemprosesan minyak atsiri dengan lemak akan menghasilkan rendemen yang lebih banyak daripada dengan proses ekstraksi menguap.
Gambar 7. Proses Enfleurasi
Proses enfleurasi sampai saat ini masih digunakan dalam industri minyak atsiri di daerah Perancis dan India. Minyak atsiri yang dihasilkan dari proses enfleurasi sangat mendekati minyak bunga alamiah dan paling baik dibandingkan proses ekstraksi pelarut menguap. Walaupun telah ditemukan proses ekstraksi yang lain, namun proses enfleurasi masih memegang peranan penting dan berjalan terus hingga saat ini dan terus disempurnakan prosesnya.
Alat Enfleurasi
Peralatan yang digunakan adalah chasis yang terbuat dari kaca, chasis kaca disusun bertingkat. Diusahakan terbebas dari sinar matahari dan udara bebas. Karena jika terganggu dua hal diatas dapat menyebabkan kerusakan lemak dan terganggunya proses yang pada akhirnya gagal produksi.
Gambar 8. Alat Enfleurasi8
Selain chasis seperti yang digunakan penulis, umumnya didaerah Perancis menggunakan chasis dari kayu mirip seperti alat sablon namun kain screennya diganti dengan kaca.
Preparasi Lemak
Keberhasilan dari proses enfleruasi terletak pada proses persiapan lemak sebagai alat absorpsi. Lemak yang digunakan untuk proses enfleurasi harus memenuhi syarat – syarat berikut :
- Lemak yang digunakan harus benar – benar bersih dari kontaminan.
- Tidak berbau dan bebas air.
- Tidak terlalu lunak dan tidak terlalu keras.
Ada beberapa jenis lemak yang digunakan untuk proses enfleurasi ini, yakni, lemak sapi, lemak domba, lemak babi, dan lemak hewani lainnya. Selain menggunakan lemak, enfleurasi juga bisa dicampur dengan beberapa minyak nabati seperti minyak kedelai, minyak canola, dan minyak kacang – kacangan. Bahkan penelitian9 terakhir dapat menggunakan mentega putih sebagai penjerap pengganti lemak hewan.
Pada beberapa literatur ada yang menyebutkan campuran lemak sapi dan lemak babi dengan perbandingan 1 : 2 sangat baik untuk proses enfleurasi. Namun di Indonesia kita terkendala dengan status halal dan haram dimana sebagian besar warga negara Indonesia adalah muslim. Untuk itu perlu dikembangkan suatu campuran baru untuk menggantikan10 lemak babi dalam proses enfleurasi.
Lemak11 yang diperoleh dari pasar kita bersihkan dari kotoran, seperti darah, kulit dan rambut yang masih tertinggal. Tangaskan diatas air yang dipanaskan sembari diberi air jeruk untuk mempertahankan kerapatan lemak, selain air jeruk, menurut literatur juga dapat menggunakan air mawar dan air kemenyan. Namun pemberian air jeruk akan berpengaruh terhadap bau produk akhir. Setelah dipisahkan dari kotoran dan ditangaskan maka lemak didinginkan dan siap untuk dipakai.
Lemak yang siap dipakai tadi dibentuk seperti bubur, setelah itu kemudian ditaruh diatas plat kaca, dengan susunan dalam plat kaca tersebut dibuat bolak – balik depan belakang.
Gambar 9. Lemak disusun diatas plat kaca, susunanya bolak – balik12
Susunan lemak pada plat kaca sengaja disusun demikian dengan fungsi saat disusun nantinya, lemak bagian atas kaca untuk menaruh bunga yang akan diserap minyaknya, bagian bawahnya berguna untuk menyerap minyak bunga yang menguap dari chasis dibawahnya. Setelah disusun seperti diatas, maka bunga siap ditaburkan.
Enfleurasi dan Defleurasi
Setelah dilakukan pemetikan bunga segar, lalu dibersihkan dari kotoran berupa daun dan tangkai. Bunga yang bersih tersebut lalu ditebarkan diatas plat yang sudah dibubuhi lemak. Bunga yang basah karena embun jangan dipakai karena akan mengakibatkan oksidasi pada lemak yang nantinya mengakibatkan lemak menjadi tengik.
Bunga diganti setiap 24 jam sekali, karena setelah 24 jam biasanya bunga sudah layu dan berwarna coklat, sehingga harus diganti dengan bunga baru. Pada proses ini (defleurage) pemisahan harus dilakukan dengan hati – hati agar, lemak yang ada pada kaca tidak ikut terambil yang mengakibatkan berkurangnya konsentrasi lemak dan minyak atsiri yang akan diproses.
Proses diatas diulang hingga lemak yang ada dalam chasis jenuh, dengan indikasi lemak menjadi agak keras dibanding dengan awal proses. Waktu penjenuhan bervariasi tergantung dari jenis bunga yang diproses. Untuk melati kisaran waktu 30 hari sampai 36 hari adalah waktu yang paling optimal dari beberapa penelitian penulis.
Lemak dipisahkan dari plat kaca dengan menggunakan scraft untuk adonan roti atau kave untuk bangunan. Setelah itu ditaruh pada wadah tertentu, hasil lemak jenuh ini dinamakan dengan pomade. Setelah itu diekstraksi dengan Et-OH 100% p.a. dan diaduk hingga homogen dengan menggunakan stirer bar. Setelah diaduk 1 – 2 hari larutan (biasa disebut extrait) di masukan ke dalam freezer dengan suhu – 15oC – -10 oC. Fungsi dari penurunan suhu adalah untuk mengendapkan lemak sehingga terpisah dari extrait alkohol yang mengandung minyak atsiri bunga melati.
Setelah didapat campuran antara Et-OH dengan minyak atsiri, maka larutan tersebut di evaporasi dengan suhu 30 – 40 derajat C, dengan tekanan 200 mmHg, yang akhirnya akan didapatkan minyak melati hasil enfleurasi.
Sifat Fisik dan Kandungan Minyak Melati
Dari hasil laboratorium minyak atsiri Universitas Islam Indonesia, penulis mendapatkan data – data sifat fisik minyak melati sebagai berikut :
ada pada doc.
Kandungan kimia utama minyak melati antara lain :
ada pada doc
Masih terdapat 26 komponen lagi yang terkandung dalam minyak melati jenis sambac.
Kesimpulan
Pengembangan minyak atsiri dengan sumber melati sangat potensial dikembangkan di Indonesia, karena banyak faktor yang sangat mendukung bagi industri sektor minyak atsiri bunga melati. Selain lahan yang masih luas tekhnologi yang digunakanpun tidak terlalu rumit.
Daftar Pustaka
De Silva Tuley, K., 1995, A Manual On The Essential Oil Industry, PRESENTATIONS MADE BY THE RESOURCE PERSONS AT THE THIRD UNIDO WORKSHOP
ON ESSENTIAL OIL AND AROMA CHEMICAL INDUSTRIES HELD AT THE ANADOLU UNIVERSITY MEDICINAL AND AROMATIC PLANT AND DRUG RESEARCH CENTRE IN ESKISEHIR, TURKEY
Guenther E, Ketaren S, 2006, Minyak Atsiri Jilid 1, UI-Press, Jakarta.
Handa Sukdev Swami, 2008, Extraction Technology For Medical And Aromatic Plant, INTERNATIONAL CENTRE FOR SCIENCE AND HIGH TECHNOLOGY, Trieste – Italy.
Sastrohamidjojo, 2004, Kimia Minyak Atsiri, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
1 Namun ada kalanya kita juga menggunakan pelarut yang telah ditentukan oleh pemesan
2 Saat ini sudah jarang digunakan karena sifatnya yang mudah terbakar, walaupun menurut beberapa data memang pelarut yang paling baik.
3 Gambar tipe Garnier dapat dilihat di buku Ernest Guenther dengan judul Minyak Atsiri Jilid I pada halaman 253, gambar 3.25.
4Saran penulis : Sebaiknya yang dipanen sore hari, sehingga malam langsung dapat kita proses. Karena biasanya melati yang dipanen pada pagi hari masih mengandung air embun adapun sudah tidak ada air embun panen dilakukan sudah terlalu siang sehingga kadar minyak atsiri dalam bunga berkurang.
5 Tips Penulis : sebelum diproses dapat diberikan anti oksidan, namun kelemahannya saat di analisis dengan GCMS maka akan nampak struktur antioksidan terikut dalam absolute.
6 Syarat workshop yang baik adalah dekat dengan sumber bahan baku, jika tidak pengiriman bahan baku harus di tangani sebaik mungkin.
7 Suhu dan tekanan hanya berlaku untuk larutan n- Hexana, bila menggunakan pelarut lain bisa disesuaikan dengan melihat konversi titik didih dengan tekanan di berbagai buku kimia (kimia kinetik, umum, analitik).
8 Terbuat dari bahan kaca jenis ribben (gelap) disusun bertingkat. Dilar kaca dilapisi karton.
9 Penelitian Skripsi Pandu Ari Darmawan Univ. Islam Indonesia dengan bunga sedap malam.
10 Bisa digunakan campuran sapi dan domba, sapi dan minyak nabati (kedelai, kanola, dll), dan juga bisa digunakan full margarine putih.
11 Tips dari penulis : diusahakan menggunakan lemak yang melekat pada tulang “ Beef Bone Fat”
12 Kedua sisi kaca diberi lapisan lemak.
Untuk dapat memiliki versi Wordnya, dapat di download lewat link berikut : POTENSI BUNGA MELATI
NB : buka nya pake Office word 2007 atau open office 3, selain itu ga kebuka.
Aku yang selalu memperhatikanmu dari jauh
langkahmu dan gerakmu selalu kuperhatikan dari jauh
tawamu dan sedihmu kuperhatikan pula dari jauh
aku sudah tak bisa mendekat
menyapamu saat bahagia
menopangmu saat bersedih
hanya bisa melihat dari jauh, dan…. sambil lalu.
the phenomenal rastafarian
wel rastafarian adalah golongannya bob marley dan kawan – kawan yang punya ciri khas rambut gimbal dan sering banget alias suka banget ngisep mariyuana alias daun dewa (lha?) GANJA MAKSUDNYA.
beberapa hari ini aku lihat ada sesosok fenomenal rastafarian asli kelahiran mojokerto yang lagunya lagi hit dimana – mana seantero layar kaca, lagunya simpel dan gampang diinget :
“tak gendong kemana – mana, tak gendong kemana…..”
lagunya simpel tapi nge hits dimana – mana. sementara sang fenomenal a.k.a. mbah surip yang dikenal gara – gara ketawanya cablak…. santai santai aja mau beli helikopter dari hasil nyanyinya yang faktanya udah dapet sekitar 4.5 M (kata gosip infoteniment)
ini dia foto sang fenomenal ::::::::>>>>

Coba lihat mereka serupa tapi memang benar -benar berbeda…. heheheheh
rindu ortu :: changcutan::
tak tampak gedung yang menjulang
hanya sawah yang membentang
hijau daun pohon rindang
sungai jernih penuh ikan
orang pun beri senyuman
riang saling jabat tangan
bila malam telah menjelang
langit terang bertabur bintang
dan problema hidup seperti menghilang
tak pernah ada kemacetan
hanya sepeda dan delman
saling berkejar kejaran
bocah ramai berlarian
mengitari taman taman
bernyanyi dan berpegangan
bila malam telah menjelang
langit terang bertabur bintang
dan problema hidup seperti menghilang
menghilang..
aku telah merindu, kampung halamanku
tak sabar hatiku untuk lekas jumpa
lekas jumpa, lekas jumpa, orang tua
orang tua..
aku telah merindu, kampung halamanku
tak sabar hatiku untuk lekas..
oh aku telah merindu, kampung halamanku
tak sabar hatiku untuk lekas jumpa
lekas jumpa, lekas jumpa, lekas jumpa orang tua
orang tua..
mencoba mencari celah
hidup terkadang sulit untuk dijalani, namun semuanya memang harus dijalani dengan apapun resikonya. kesakitan dan kesusahan merupakan bagian dari hidup.
jika ingin terus bertahan, ada baiknya mencoba mencari celah diantara ruang kemapanan
Mencari Buyer Atsiri
mencari buyer minyak atsiri ternyata tidak semudah membalikan telapak tangan, meskipun pak Ariyanto Mulyadi pernah mengatakan dalam percakapan dengan beliau di chat facebook, “mencari buyer itu mudah asal kenal dan cocok, maka deal”.
Beberapa bulan ini pulang pergi keluar jogja guna mencari pembeli minyak yang kami produksi banyak pengalaman seru dan juga pengalaman yang akan membangun integritas kami sebagai wirausahawan.
Pertama pelajaran yang dapat diambila adalah: banyak beragam jenis sifat dan watak para pembeli yang maunya macam- macam. ada yang minta spek tertentu dan ada yang detil sampai GC – MSnya ada yang cuman butuh sampel minyaknya, terus ada yang lucu juga, tapi tak kan kuceritakan di blog ini.
Kedua adalah mempelajari beberapa kota di Indonesia, selama perjalanan kami ngapalin jalan mulai jalan besar sampai jalan tiku, mulai naik taksi sampai ngiplik jalan kaki semua sudah dijalani. dan ternyata kota – kota di Indonesia memiliki beberapa kesamaan yaitu “kalo jalan di sebelah kiri” (lah anak tk juga tau)
Ketiga : kita jadi tau bagaimana rasanya mencariuang itu heheheh
ini ada foto, oleh – oleh dari malang :

minum juice jeruk di agrowisata batu
“Jamur Hybrid” 1250 mdpl

saat itu sedang bhergaya didepan kamera di dalam kumbung jamur Hybrid, Pakem sleman…..
fenomena temen – temen cewekku SMA
wah kemaren abis liat – lait FB, ternyata aku udah ngumpulin banyak juga temen – temenku SMA, dari situ aku melihat suatu fenomena bahwa teman – temanku yang dulunya berjilbab besar katakanlah sekarang berubah 180 derajat. alias lepas jilbab.
Entah dengan alasan apa mereka semua menjadi seperti itu, yang jelas itu pilihan hidup mereka. padahal mereka lebih cantik ketika berjilbab, lebih elegant dan lebih wanita.
berbeda dengan sekarang, lebih berani dan centil (pendapatku, maaf teman kalo ada yang kesinggung). aku cuman bisa mengingatkan via tulisan pendekku ini yang mungkin kurang harkatnya dan bukan suatu keharusan kalian mendengarkan atau mengikuti apa yang aku tulis ini.
Bukan maksud juga menghakimi atau mendikte teman – teman, namun saya amat sangat menyayangkan aksi lepas jilbab tersebut, karena menurut pandangan islam memang kalian para wanita wajib berjilbab, aku lupa ayat qurannya, tapi percayalah panas di akhirat lebih panas dari pada di dunia…
kawan – kawan wanitaku percayalah janji Alloh itu pasti….
menyuling jahe (revisi)
siapa sih nggak tahu jahe? kebangetan banget kalo ga tau, itu tuh yang ada di tukang skuteng, angkringan dan tukang jae (wkwkwkwkwk nggak mutu banget tulisane).
Sampai saat ini harga jual jahe masih sangat rendah mengingat diversifikasi produk olahan jahe masih sebatas sebagai bahan baku jamu peras atau jamu sehat lainnya. untuk itu dalam rangka meningkatkan harga hasil olahan produk jahe perlu adanya suatu produk yang berharga tinggi. dalam tulisan saya kali ini saya akan mengangkat tulisan mengenai minyak atsiri jahe.
jahe yang akan kita suling adalah jahe emprit atau sering di sebut jahe putih kecil. mengapa memilih jahe jenis ini??? karena jahe jenis ini kandungan minyak paling banyak diantara beberapa jenis lainnya.
Kandungan kimianya yang utama adalah zingiberen dan kamfen.
Pada percobaan yang telah saya lakukan saya telah melakukan beberapa kali percobaan dan beberapa kali variasi perlakuan, antara lain :
- parut rebus
- parut steam
- rajang steam
- rajang rebus
- rajang kukus
- gepruk rebus
- gepruk steam
Dari hasil percobaan didapati parut rebus memiliki spesifikasi yang sesuai dengan spesifikasi Europe Essential Oil Association. Putaran optik yang dihasikan dari sitem rebus ini diperoleh negatif, berbeda jika menggunakan cara steam distillasi, akan didapatkan putaran optik positif. Selain itu, warna yang dihasilkan dari sistem rebus adalah light yellow, atau kuning jernih aromanya kuat namun lembut. Untuk Sistem steam distilatsi, warna minyak coklat gelap aroma “nyegrak”.
Namun kendala yang ada adalah, untuk proses rebus harus menghadapi kendala gosong, karena material langsung bersentuhan dengan pantat ketel, hal ini disebabkan karena bahan tidak bergerak. Solusi untuk sistem rebus ini dapat diganti dengan sistem Hidroagitasi atau menambahkan pemutar ke dalam ketel bahan baku. Rendemen yang dihasikan 4 Jam sebelum gosong adalah 0.7 % setelah gosong masih didapatkan minyak hingga 0.6% jadi total minyak 1.3% jika tidak gosong semua.
Jadi dari 100 Kg bahan baku jahe segar akan mendapatkan 1.3 Kg minyak jahe. Jika harga bahan baku jahe emprit per Kg Rp 5000,- maka untuk 100 Kg membutuhkan biaya Rp 500.000,- dan untuk biaya suling (bahan bakar, pekerja packing) Rp 150.000,- jadi total biaya produksi Rp 650.000,- harga jual minyak jahe dengan tipe ini per Kg Rp 800.000,-(harga dari salah satu eksportir di semarang) jadi hasil yang diperoleh dari 100 Kg minyak jahe dengan sistem rebus Rp 1.040.000,- keuntungan bersih sekitar Rp 390.000,-.
Berbeda dengan menyuling jahe dengan sistem steam, dari jahe segar hanya akan didapatkan 0.3% rendemen minyak, karena pada proses distilasi ini, uap panas menyebabkan aglutinasi pada jahe sehingga menyebabkan terhalangnya minyak terbawa oleh uap. Namun jika menyuling ampas jahe tumbuk yang sudah dikeringkan akan diperoleh rendemen 2.8% (kalo Balittro katanya bisa sampai 3%). aroma yang dihasilkan sedikit lebih manis. warnanya coklat gelap. harga pasaran untuk minyak jenis ini kisaran Rp 400.000,- hingga Rp 550.000,-.
Asumsi jika kita membeli ampas jahe dari limbah industri jamu per Kg Rp 500,- susut 20% per/kg karena kehilangan air jadi untuk 1 Kg bersih butuh Rp 600,- untuk 100 Kg Rp 60.000,- biaya penyulingan bahan bakar, packing dan pekerja Rp 320.000 (biaya disini akan lebih efisien jika menyuling tidak hanya 100 Kg). total biaya produksi adalah Rp 380.000,- Asumsi rendemen 2.8% maka dari 100 Kg kita mendapatkan minyak jahe sebanyak 2.8 Kg harga per Kg kita ambil yang paling rendah yakni Rp 400.000,-, maka kita memperoleh hasil sebanyak Rp 1.120.000,-. Untung yang didapat lumayan juga, namun biaya bahan baku terkadang melambung tinggi. harga diatas asumsi pabrik jamu jogjakarta khususnya daerah Sleman dan Bantul (ada juga yang ngasih gratisan).
berikut gambar hasil percobaan yang telah tak lakuin :
jahe yang gosong
namun selain minyaknya, jahe juga dapat diambil oleoresin dan patinya, untuk memperoleh oleoresin jahe diekstrak dengan pelarut menguap. sedangkan untuk patinya di press dengan fisik. keduanya juga mempunyai nilai ekonomis yang bagus, tidak kalah dengan minyak jahe.
Kendalanya adalah memperoleh bahan baku jahe yang sesuai dengan kualitas yang kita butuhkan, mengingat terkadang terdapat jahe lain jenis yang ikut tersuling.
Jadi, ada yang mau nyulinga jahe???? mau? mau ?
PEMILIHAN UMUM 2009
pemilihan umum telah menanti kita inilah saatnya tuk gembira …. banyak fenomena yang terjadi pada pemilu tahun ini, mulai dari kekacauan DPT, kekacauan tabulasi suara nasional hingga kekacauan di irian jaya sono. selain itu juga banyaknya partai – partai yang mulai sibuk konsolidasi untuk satu tujuan yaitu memenangkan pemilihan presiden kelak… satu fenomena yang paling menarik buat saya saat ini adalah banyaknya caleg yang stress, wah ini perlu pemberitaan khusus dan serius dengan judul ” 1 jam bersama caleg stress 2009″. gimana nggak fenomenal, angka pasien rumah sakit jiwa dibeberapa kota meningkat, angka pasien pengobatan supranatural juga meningkat, hal tersebut akibat dari si caleg yang gak kuat mental. terus kemaren ada juga yang meninggal, wah wah memang pemilu 2009 ini penuh dengan fenomena dan keunikan. Selain caleg yang stress ada juga ulah caleg yang aneh2. kayak blokir jalan umum, nyegel sekolah dasar, ngambil lagi barang yang sudah disumbangin dll. ada juga caleg yang gak kuat modal, setelah pendukung”bayarannya” nyontreng dirinya maka mereka beramai – ramai nagih duit yang telah dijanjikan, kalo yang ini kuat mental tapi gak kuat modal wkwkwkwkwk. pemilu kali ini sebenernya adalah pemilu yang paling rumit yang pernah dilakukan oleh bangsa ini, namun hal tersebut patut dijadikan pelajaran agar bangsa kita terus maju di waktu mendatang. namun terkadang peraturan yang dibuat manusia tidaklah sempurna, banyak kekurangan disana – sini…. untuk KPU semangat menjalankan tugas yah, terima masukan yang membangun jangan dengarkan kritikal sinis… belum tentu mereka bisa melakukannya oke (duh jadi ngebelain KPU nih)
bed rest
hampir 2 hari ini gua bed rest, alias istirahat tempat tidur(indonesia banget). dimana gua mengalami yang namanya kebosanan dalam hidup, nggak bisa kemana- mana, tapi akhirnya siang tadi babe dateng bawa laptop jadi bisa inetan wkwkwkkw.
suntuk pasti, tapi ada beberapa ide yang gua pikiran selama bed rest ini :
1. mengembangkan teknik penyulingan dengan system rebus.
2. mengembangkan teknik pemasaran papain dan atsiri ke timur tengah
nah kalo yang ke dua sih terinspirasi dari WIEF 5th kemarin, yang baru aja diresmikan sama presiden SBY. mengapa begitu terinspirasi, karena peluang pemasaran ke timur tengah memang sangat potensial, karena selama ini pemasaran atsiri dan papain kebanyakan ke US atau ke Europe. Padahal saat ini ke dua benua tersebut sedang terguncang ekonominya, banyak perusahaan besar gulung tikar karena laju inflasi yang sedang terjadi.
Serang besok pagi rencananya mau nanem sirih hijau untuk pembibitan yang hasilnya nanti mau disuling jadi minyak sirih, yang sekarang harganya mencapai Rp 1.500.000. mumpung tetangga pada ga tau , maklum tetangga suka rewel heheheh (mudah2an tetangga pada ga baca). terus besok sore mau perpanjang sim soale udah abis.
Kegiatan terbaru saat ini yang paling disukai adalah nonton si BOlang sama si Unyil. Btw mama sekarang lagi dapet objekan dari partai buat nyari kader wkwkw nti dapet komisi.
pulang nanti rencananya mau kulakan baju di tanah abang terus pulang naik kereta, abis itu dateng ke kondangannya si Ari.
di serang bosen banget… ga da kegiatan cuman makan, tidur, nonton tv, tidur lagi. yah mudah2an cepat sembuh biar balik lagi ke jogja….
jogja here i come,…





Recent Comments