Minyak Atsiri di Kab. Keerom Papua

Bulan Desember 2013, saya berangkat ke Papua untuk instalasi ketel minyak atsiri dengan kapasitas 2 x 150 Kg. Program yang di inisiasi oleh Rumah Pintar Papua Penuh Damai dan Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB). Selama satu bulan di Papua mengawal instalasi hingga commisioning alat, banyak sekali pengalaman baru yang didapat. Mulai dari mengenal adat setempat hingga terkena penyakit malaria. Kabupaten Keerom adalah salah satu Kabupaten di Papua yang berbatasan dengan Papua New Guiniea. Sedangkan lokasi tempat instalasi ketel yaitu di kampung Wulukubun Arso XIV.

Di salah satu penyulingan yang sudah terlebih dahulu ada ~ Arso XI

Di salah satu penyulingan yang sudah terlebih dahulu ada ~ Arso XI

Minyak atsiri di Kab. Keerom sudah ada sejak lama. Beberapa minyak atsiri yang sudah dikembangkan disana antara lain minyak cinnamonum cullilawan (minyak lawang), Kriptokarya Massoia ( minyak masoi) dan minyak nilam, ada juga terdapat cendana jenis Santalum spicatum dan Melaleuca Cajuputi.

Penyulingan – penyulingan milik warga terutama yang dipedalaman masih sangat sederhana, hanya menggunakan drum bekas, sehingga mutu yang dihasilkan masih kurang baik, namun sudah layak jual. yang menjadi halangan perkembangan minyak atsiri di Kabupaten Keerom adalah letaknya yang sangat terpencil, terutama daerah Waris, Senggi dan Web, bahkan Toe Hitam pun harus di tempuh dengan menggunakan pesawat. oleh karena itu dibutuhkan infrastruktur yang memadai supaya industri minyak atsiri di Kabupaten Keerom lebih maju.

Hendrik (penyuling setempat) sedang menuangkan minyak nilam hasil sulingan

Hendrik (penyuling setempat) sedang menuangkan minyak nilam hasil sulingan

khusus untuk kayu Massoia, kayu ini merupakan salah satu flora aseli Papua, dimana merupakan bahan baku flavour atau penguat rasa susu, karena kandungan gama-lactone nya. Namun penebangan secara brutal tentunya akan sangat mengurangi populasi kayu massoia sendiri dan berdampak pada industri hilirnya. Hal tersebut dikarenakan belum mengenalnya petani setempat proses panen tanpa tebang. sebagian besar atau bisa disebut semuanya selalu menebang untuk mendapatkan kulit kayu massoianya, sedangkan setalah di kuliti, kayunya dibuang begitu saja.

Perlu rasanya dinas Kehutanan Kab. Keerom dan Prov. Papua untuk melestarikan tanaman tersebut. karena walaupun kayu ini aseli Papua, namun sebagian besar masyarakat aseli Papua sendiri juga tidak mengetahui adanya kayu tersebut.

Proses Pemasangan Ketel

Proses Pemasangan Ketel

Workshop Industri Rumah Tangga Produk Kecantikan Berbasis Minyak Atsiri 1, 30 Oktober 2013

IMG_9136

Pada tanggal 30 November 2013 kemarin diadakan workshop Industri Rumah Tangga Produk Kecantikan Berbasis Minyak Atsiri 1, kerjasama antara Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Provinsi Daerah Istimewa Jogjakarta- Jurusan Kimia FMIPA UII dan Pusat Studi Minyak Atsiri UII. Peserta yang datang dari pihak masyarakat kurang lebih sebanyak 30 -35 orang cukup antusias mendengarkan materi pelatihan dan melakukan praktik langsung membuat produk – produk kecantikan yang berbasis minyak atsiri. Disini ceritanya saya dipercaya sebagai salah satu pembicara dalam workshop selain Pak Prof. Dr. Hardjono Sastrohamidjojo, Pak Tatang Shabur Julianto, M.Si. dan Pak Dwiarso Rubiyanto, M.Si.

Presensi kehadiran peserta

Presensi kehadiran peserta

Menuju acara pembukaan oleh Kepala Dinas dan Ketua Jurusan Kimia UII

Menuju acara pembukaan oleh Kepala Dinas dan Ketua Jurusan Kimia UII

Acara diawali dengan pembukaan dan sambutan – sambutan  biasa a la acara yang sering dilaksanakan oleh dinas pemerintahan. Setelah acara sambutan selesai maka acara langsung dilanjutkan dengan materi industri kecantikan berbasis minyak atsiri, pembicaranya adalah Martsiano WD., (a.k.a saya sendiri) hehehehe. Pada kesempatan ini saya menyampaikan tentang pentingnya mengetahui kandungan kimia minyak atsiri sebelum kita menggunakannya sebagai salah satu bahan baku dalam produk yang akan kita buat. Karena tidak semua minyak atsiri aman digunakan langsung pada bagian tubuh.

Dengan mengetahui kandungan minyak atsiri selain kita mengetahui efeknya kita juga dapat mengatur manfaat apa yang akan diperoleh jika menggunakan minyak atsiri sebagai salah satu komponen dalam produk kecantikan kita. Penggunaan minyak atsiri, sebaiknya selalu digunakan menggunakan minyak pembawanya (carrier oil), supaya minyak atsiri memiliki konsentrasi yang lebih rendah. Penggunaan carrier oil ini meminimalisir efek iritasi kulit, karena ada beberapa minyak atsiri yang sangat iritant (menyebabkan iritasi) pada kulit seperti contoh : minyak daun cengkeh. Penggunaanya harus memenuhi beberapa persyaratan supaya tidak menyebabkan kecelekaan/mal fungsi produk yang dapat menyebabkan beberapa resiko seperti :

  1.  Iritasi pada kulit
  2.  Phototoxicity
  3.  Keracunan
  4.  Alergi
  5.  Bersifat Karsinogen
  6.  Merusak Hati
  7.  Kematian

Salah satu manfaat minyak atsiri yang dapat kita ambil adalah minyak kencur. Minyak kencur Kaempheria galanga mengandung EPMC atau bisa disebut juga Ethyl Para-Metoxy Cinnamate. Senyawa ini berfungsi sebagai penghalau sinar UV B yang menyebabkan kulit gosong. Penggunaanya bisa dicampur bersamaan dengan absolute jasmine atau minyak kenanga. Sedangkan pada minyak golongan Rutaceae atau keluarga jeruk – jerukan, sebaiknya jangan digunakan pada pagi hingga sore hari, melainkan digunakan pada malam hari. Karena minyak -minyak keluarga Rutaceae cendrung mengakibatkan phototoxic bila terpapar matahari secara langsung. Dampak dan akibatnya kulit akan menghitam, terkadang akan mengakibatkan flek pada kulit yang membuat kulit nggak yes lagi.

Acara dilanjutkan dengan Prof. Dr. Hardjono Sastrohamidjojo sebagai pembicara. Beliau memaparkan tentang minyak atsiri secara menyeluruh kepada peserta. Materi di isi hingga waktu istirahat. Setelah istirahat dan sholat, maka acara pelatihan dilanjutkan kembali dengan praktek pembuatan produk – produk kecantikan berbasis minyak atsiri. Diharapkan setelah diadakannya pelatihan ini masyarakat dapat mengimplementasikan hasil pelatihan untuk meningkatkan ekonomi dalam skala UKM. Workshop ditutup pada pukul 16.00 oleh Ibu Paulince dari Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Provinsi D.I. Jogjakarta.

Galery Pelatihan :

Mengenali Pemalsu Minyak Atsiri

Pada usaha minyak atsiri ini, jika anda berniat juga sebagai pengumpul minyak atsiri maka anda membutuhkan suatu pengetahuan untuk mendeteksi keaslian dari minyak atsiri yang akan anda kepul. Pengetahuan ini sangat berguna untuk menghindari kerugian besar dan bahaya black list yang akan diberikan oleh eksporter terhadap anda. Banyak sekali pengusaha yang gulung tikar karena tidak mengetahui tentang kualitas dan keaslian minyak. Kurang baiknya moral oknum penyuling akan berdampak buruk bagi penyuling lain di wilayahnya. Karena bila salah satu penyulingan menambahkan aditif selain minyak atsiri maka daerah penyulingan tersebut akan dicap semuanya menggunakan pemalsu. Dan hal tersebut akan sangat merugikan bagi penyuling – penyuling yang jujur.

Pada tingkatan eksporter, untuk mengetahui komponen dalam minyak atsiri adalah menggunakan suatu instrument Kromatografi gas – spectra massa. Dimana bila sampel minyak dimasukkan dalam alat ini maka dapat terlihat komponen – komponen yang terkandung. Namun alat ini tergolong mahal untuk para petani dan penyuling. Harganya sekitar 700juta hingga satu setengah miliar rupiah tergantung dari merk dan spesifikasi alat.

Pada contoh kromatogram minyak nilam diatas kita dapat melihat senyawa – senyawa yang terkandung dalam minyak nilam melalui puncak – puncak kromatogram. Selain itu kita juga dapat menentukan berapa persen kandungan tersebut dalam minyak nilam. Pada contoh kromatogram minyak nilam diatas, terdapat sedikit kandungan cemaran dari asam stearat pada puncak no 17 dengan kandungan sebesar 0.44%. Jadi dengan menggunakan instrument GC-MS ini kita dapat mengetahui secara pasti bahwa minyak atsirinya aseli tanpa campuran atau mengandung campuran. Namun kendala mahalnya harga bukan menjadi penghalang untuk kita mendeteksi minyak yang mengandung pemalsu secara sederhana. Pada tulisan ini saya akan memaparkan beberapa cara untuk mendeteksi minyak bila terdapat suatu campuran.

Campuran Air

Pada dasarnya yang paling banyak menjadi campuran adalah air, hal ini dikarenakan pemisahan yang kurang sempurna yang dilakukan oleh penyuling. Pada tahap ini masih dapat dikatakan wajar. UNtuk memisahkan antara air dan minyak cukup mudah. Anda dapat menggunakan corong pisah ataupun kain flannel minyak(untuk sablon). Untuk corong pisah agak sedikit lebih rumit dalam pengerjaan, karena biasanya kapasitas corong pisah kisaran 2 Liter saja. Jadi jika minyak dalam jumlah banyak, kita harus sabar dan teliti dalam memisahkan antara minyak dan air. Namun untuk mengatasi hal tersebut dapat dilakukan secara perlahan – lahan selama proses penyulingan. Cara yang kedua menggunakan kain flannel. Masing – masing penyuling atau pengepul memiliki kegemaran pada ukuran yang digunakan. Kain flannel yang umum digunakan adalah ukuran T 160, T 180 dan T200. Semakin tinggi bilangan maka semakin rapat dan semakin sedikit kemungkinan air kembali masuk.

Campuran Minyak Sawit

Salah satu pencampur yang banyak digunakan oleh penyuling – penyuling adalah minyak sawit. Disamping karena harganya murah, secara fisik antara minyak sawit dengan minyak atsiri memiliki kemiripan. Biasanya minyak atsiri yang mengandung minyak sawit akan terdapat kenampakan seperti sebuah cairan melayang didalam sebuah cairan. Hal ini dikarenakan viskositas minyak sawit lebih tinggi disbanding minyak atsiri. JIka anda melihat hal tersebut maka lebih baik minyak tersebut jangan di gabung/dibeli karena kemungkinan mengandung minyak sawit. Untuk lebih memastikan apakah ada campuran minyak sawit yang terdapat dalam minyak atsiri lakukan langkah berikut. Ambil 5 mL minyak dari tengah jerry can, setelah itu masukkan dalam freezer, jika tidak ada freezer anda dapat menggunakan es batu atau air dingin dengan suhu dibawah 16 derajat Celcius. Jika terdapat campuran minyak sawit maka minyak sawit akan membeku dan terlihat jelas gumpalan putih didalam minyak atsiri.

Campuran Pelumas

Deteksi selanjutnya adalah deteksi Oli (pelumas minyak bumi). Bila kita tidak awas maka mungkin kita akan terjebak pada pencampur ini. Untuk mendeteksi campuran ini kita dapat menggunakan metode uji bakar pada sampel minyak yang akan anda beli. Alat yang dibutuhkan hanya cawan vetri dan korek. Bila terdapat campuran oli/pelumas maka akan tercipta kembang api yang melejit dari sampel minyak. Jika dirasa masih kurang cukup maka anda dapat menggunakan metode serapan kertas. Teteskan lah minyak pada kertas, jika serapan terus menyebar maka dalam minyak terdapat campuran lain.

Selain campuran diatas, ada juga penyuling yang mencampur minyak atsiri yang lebih murah namun memiliki dasar aroma yang mirip sebagai pengisinya. Beberapa contoh yang banyak dilakukan untuk mencampur minyak antara lain :

  1. Minyak Nilam di campur dengan minyak meranti/gurjun
  2. MInyak sereh wangi dicampur dengan minyak pinus
  3. Minyak kayu putih dicampur dengan eukaliptus atau pinus
  4. Dll

Kasus yang terbesar terjadi ketika tahun 1970, kala itu ada eksportir yang mengirimkan minyak sereh wangi yang dicampur dengan minyak pinus. Dengan harapan untung besar, namun ternyata malang nasib sang eksportir. Karena sang pembeli memeriksanya dengan instrument GC dan mendapati kandungan alpha pinena yang menjadi komponen utama minyak pinus terdapat dalam minyak sereh wangi terlalu mencolok atau diluar jumlah prosentase kelayakannya. Akhirnya sang eksportir mendapatkan Penalti dari sang buyer. Dan buyer pun mendapatkan 3 keuntungan, pertama hasil dari kesepakatan penalty, minyak sereh wangi dan mendapatkan pula senyawa alpha pinena yang mana hanya dengan menggunakan teknik sederhana maka alpha pinena dapat dipisahkan dan dimanfaatkan sebagai precursor berbagai macam produk turunan.

Pada kenyataannya masih banyak bahan pemalsu atau pencampur yang digunakan dengan licik untuk mendapatkan keuntungan sesaat. Untuk itu diperlukan upaya untuk terus menyelidiki adanya kemungkinan bahan campuran lainnya. Instrumen GCMS merupakan salah satu alat pamungkas yang dapat diandalkan secara presisi tentang kualitas suatu produk, meskipun mahal namun memiliki keakuratan yang lebih ketimbang skala pendekatan lapangan yang ada.

Saran : Jangan sekali-kali mencampurkan minyak atsiri dengan bahan tambahan lainnya, selain merusak anda akan merusak pula lingkungan penyuling yang satu daerah dengan anda.

Membangun Usaha Minyak Atsiri

Minyak atsiri adalah salah satu komoditi unggulan penghasil devisa Indonesia. Pengusahaan minyak atsiri telah ada sejak jaman colonial Belanda, bahkan jika dirunut lebih jauh lagi pengusahaan minyak atsiri telah dilakukan sejak daerah Indonesia masih bernama Nusantara. Minyak atsiri merupakan minyak aromatis yang berasal dari daun, kulit, biji, kayu, bunga dan bagian tumbuhan lainnya dengan menggunakan proses distilasi. Perbedaan antara minyak atsiri dan minyak nabati adalah kandungan trigliserida pada minyak nabati yang tidak terdapat pada minyak atsiri. Komponen penyusun minyak atsiri terdiri dari senyawa golongan terpen, sesquiterpen, sesquiterpen alcohol, furan, furfural, ester dan aldehid.  Masing – masing minyak atsiri akan menghasilkan komponen berbeda – beda tergantung dari sumber bahan baku. Komponen minyak atsiri dapat dilihat dengan menggunakan sebuah instrument, yakni gas kromatografi- spectra massa atau biasa disebut juga GCMS.

Banyak orang bertanya, bagaimana berusaha dibidang minyak atsiri ini? Berapa modal nya? Bagaimana pasarnya? Banyak pertanyaan terlintas jika ingin memulai usaha dibidang minyak atsiri ini. Kebanyakan orang awam menyamakan minyak atsiri sama dengan usaha minyak sawit atau minyak kelapa yang notabene adalah minyak nabati. Pada tulisan ini saya akan membahas bagaimana memulai usaha dibidang minyak atsiri.

Langkah Pertama : Persiapkan diri anda untuk mencari tahu segala hal tentang minyak atsiri. Perlu diketahui bahwa minyak atsiri tidak hanya satu jenis komoditi saja namun ratusan. Yang perlu anda cari tahu adalah jenis komoditi apa yang ingin anda kembangkan. Bagaimana pasar terhadap produk yang akan anda suling. Sudahkah anda mendapatkan koneksi penjualan? Memulai usaha dibidang minyak atsiri ini haruslah matang luar dalam. Artinya jangan sembrono karena tergiur oleh harga 1 juta per Kg saja. Banyak sekali aspek yang perlu kita ketahui dan kita pelajari. Jangan sampai sudah mengeluarkan biaya banyak tetapi tidak sampai 3 bulan usaha langsung tutup akibat ketidak tahuan pasar.

Langkah kedua : Setelah memiliki informasi yang cukup tentang usaha minyak atsiri ini, maka anda perlu menghimpun petani yang akan anda jadikan sebagai pemasok bahan baku. Hitunglah secara cermat berapa kebutuhan luas lahan, dan berapa petani yang anda butuhkan sebagai penyuplai.  Sebagai penyuling bijak kiranya jika kita juga memiliki lahan demplot sebagai percontohan, pembibitan dan lahan cadangan jika tidak mendapatkan pasokan dari petani (kasus : terkena bencana, diserobot saingan penyuling lain dll). Kesalahan yang banyak terjadi adalah penyuling hanya menyiapkan  ketel dan tempat suling saja, namun tidak memperhatikan pasokan bahan baku, sehingga ketika terjadi persaingan pembelian  bahan baku banyak sekali penyuling yang kehilangan sumber bahan baku akibat diserobot oleh penyuling lain yang memiliki modal yang cukup kuat. Selain menyiapkan lahan dan petani pastikan penyuplai bahan baku  adalah petani yang loyal dengan anda sebagai pengusaha sulingan. Pengikatan secara moril lebih kuat ketimbang diikat secara materiil. Selain itu juga saat penanaman yang perlu diperhatikan adalah crop calendar  atau masa tanam dan panen tanaman.  Sesuaikan dengan kapasitas ketel yang  ada atau yang akan anda buat. Jangan tanam sekaligus, atau panen sekaligus. Penerapan system tanam dan panen yang baik akan berdampak baik pada supplai bahan baku penyulingan. Penerapan system ini juga supaya kita para penyulig dapat menyesuaikan budget pembelian bahan baku per bulannya,  menjaga ketersediaan bahan baku supaya terus kontinu, menjaga dan meminimalisir kerusakan bahan baku pasca panen, menjaga bertumpuknya bahan baku, mengurangi resiko jeda penyulingan terlalul panjang.

Langkah Ketiga : Setelah mempersiapkan lahan dan bahan baku mulai tanam, maka mempersiapkan ketel penyulingan adalah langkah selanjutnya. Membuat ketel sebaiknya disesuaikan dengan kekuatan bahan baku yang anda miliki. Tidak usah ikut – ikutan atau saingan besar – besaran kapasitas. Namun carilah kapasitas yang paling optimum untuk minyak atsiri yang akan anda suling. Beberapa komoditi minyak atsiri akan membutuhkan ketel kapasitas besar, namun beberapa yang lainnya tidak terlalu besar. Jika rendemen komoditi minyak atsiri yang akan dikerjakan kurang dari 1% maka sebaiknya menggunakan ketel dengan kapasitas min 500 Kg (Kasus: sereh wangi, sereh dapur).  Jika rendemen lebih dari 1% sebaiknya maksimal ketel adalah 200 – 300 Kg. Pemilihan bahan baku pembuatan ketel dapat disesuaikan dengan buget yang ada. Bila memiliki budget yang lebih, maka anda dapat membuat ketel yang bermaterialkan stainless steel. Namun jika mepet anda dapat menggunakan material mild steel (besi).  

Langkah Keempat : Jika langkah 1 – 3 sudah anda lakukan maka langkah keempat ini anda sudah dapat mengusahakan penyulingan. Lakukanlah dengan sabar dan teliti. Jangan sekali – kali anda berbuat curang seperti pemalsuan minyak, mencampur dengan tambahan lain seperti oli, minyak goreng dll, karena akan berdampak buruk pada usaha anda. Usahakan produk yang anda hasilkan sesuai dengan criteria yang diinginkan oleh pembeli.  Amati dan catat setiap proses penyulingan, mulai dari penggunaan bahan bakar, waktu penambahan air, tetes pertama penyulingan, dan segala hal yang berkaitan dengan penyulingan.  Fungsi dari pencatatan adalah supaya kita dapat memperbaiki proses yang kita lakukan dan mengetahui peningkatan maupun penurunan produksi sehingga kita dapat mengetahui apakah rugi atau laba yang diperoleh.

Note :

  1. Jika anda pemula, maka pilihlah komoditi yang sudah ada pasarnya dan kebutuhannya banyak seperti nilam, cengkeh, pala, kenanga. Pemilihan komoditi ini memudahkan anda dalam pemasaran. Jangan sekali kali tergiur dengan komoditi hanya pada harga jual yang tinggi saja, tetapi anda belum memiliki pasar (terus terang ini adalah langkah tercepat bunuh diri dalam usaha ini).
  2. Jangan cepat terpengaruh pindah komoditi yang di boomingkan oleh suatu media yang mengejar oplah saja. Pertimbangkan masak – masak sebelum anda menyuling komoditi tertentu yang booming tersebut. Cek kembali kebenaran beritanya, siapa pasar yang akan menerima, berapa serapan pasarnya dan berapa harga realnya. Karena banyak juga narasumber yang membesar – besarkan pendapatannya supaya terlihat wah, padahal belum tentu juga kebenarannya.
  3. Jika anda mendapatkan suatu teknologi baru, harap di kroscek kembali, apakah memang betul teknologi yang digunakan memang masuk akal dan ada landasan ilmiyahnya. Serta sudah diuji cobakan dan berhasil. Bukan semata – mata katanya dan katanya.

Tips : cari tahu beberapa hal berikut :

  1. Informasi tentang Pengepul local (usahakan cari lebih dari satu)
  2. Informasi pengepul besar biasanya berada dikota – kota besar
  3. Spesifikasi produk yang diterima
  4. Luasan lahan pertanian yang menjadi sumber bahan baku
  5. Saingan di daerah setempat
  6. QC produk
  7. Koneksi dengan penyuling-penyuling (manfaatkan social media seperti Facebook untuk mencari teman sesame penyuling)
  8. Teknik penyulingan yang sesuai

 

 

Penyulingan Minyak Gaharu

image

Minyak gaharu produksi saya… terjual ke florida USA

Proses penyulingan adalah hasil pemisahan minyak atsiri dan bahan tanaman aromatik. Proses ini mencakup penanganan produk  yang bersifat padat dan persiapan bahan, dengan menjaga agar keadaan bahan cukup baik sehingga minyak atsiri yang dihasilkan dapat dijamin mutunya. Minyak atsiri dalam tanaman aromatik dikelilingi oleh kelenjar minyak, pembuluh – pembuluh, kantung minyak atau rambut glandular. Bila bahan dibiarkan utuh, minyak atsiri hanya dapat diektraksi apabila uap air berhasil melalui jaringan tanaman dan mendesaknya ke permukaan.Sebaiknya bahan tanaman sebelum diproses, dirajang terlebih dahulu menjadi potongan – potongan kecil. Proses ini bertujuan agar kelenjar minyak dapat terbuka sebanyak mungkin. Semakin lebar luas permukaan, semakin besar kemungkinan minyak atsiri dalam tanaman dapat tersuling.

Pada proses minyak gaharu, terdapat dua cara proses yang sudah umum dilakukan dipenyulingan – penyulingan tradisional.Penyulingan India, Vietnam dan Thailand umumnya setelah proses penyerbukan kayu berhasil dilakukan, maka serbuk kayu nantinya akan direndam dalam tong air dengan waktu tertentu, biasanya kisaran 2 – 3 bulan lama perendaman.Proses perendaman ini bertujuan untuk melunakan jaringan glandula yang melapisi minyak pada kayu. Sehingga nantinya diharapkan air yang menjadi uap akan lebih mudah mengangkut minyak yang terdapat dalam bahan baku.

Perendaman Kayu Gaharu sebelum penyulingan

Perendaman Kayu Gaharu sebelum penyulingan

Efek dari perendaman kayu ini akan berdampak pada aroma minyak yang dihasilkan, yakni memiliki aroma seperti kotoran hewan yang menyengat. Dari kadar kualitas, maka minyak yang dihasilkan dari proses ini kurang baik karena beberapa komponen ester yang membentuk wangi khas akan berubah menjadi komponen golongan aldehid yang memiliki aroma tengik. Namun karena sudah dilakukan beratus–ratus tahun, minyak dengan perlakuan seperti ini pun memiliki penggemar tersendiri dan harganya relative lebih murah.

Proses penyulingan standar minyak gaharu dilakukan kurang lebih selama 72 jam non stop. Namun lamanya proses penyulingan bergantung pada perkiraan rendemen minyak yang terkandung dalam bahan. Proses penyulingan bisa lebih lama atau lebih cepat.

Proses penyulingan dimulai dengan preparasi bahan. Pertama, bahan dikering anginkan supaya kadar air dalam bahan berkurang. Maksud dari pengeringan ini adalah untuk memperkecil efek hydrodifusi saat proses penyulingan berlangsung. Bila terlalu basah akan mengakibatkan proses penyulingan kurang baik karena titik minyak dalam bahan memiliki berat jenis yang lebih berat daripada uap sehingga minyak yang terangkat menjadi sedikit. Setelah dikeringkan maka material bahan selanjutnya kita kominusi untuk memperlebar luas permukaan. Semakin lebar luas permukaan maka semakin besar kemungkinan untuk mengangkut minyak dari bahan lebih besar.

Memperbesar luas permukaan

Memperbesar luas permukaan

Setelah bahan siap, maka bahan dimasukan kedalam ketel. Pada fase ini penataan bahan sangat mempengaruhi jalannya jalur distribusi uap pada saat penyulingan. Bila tidak baik dalam penataan kemungkinan besar akan terjadi ratholes sehingga proses kurang sempurna(berlaku pada penyulingan uap dan uap air). Sedangkan pada penyulingan air atau rebus bahan baku direndam dengan air hingga bahan dapat berputar di dalam ketel.

Pelatihan Penyulingan Minyak Gaharu Bersama saya dan Tim

Pelatihan Penyulingan Minyak Gaharu Bersama saya dan Tim

Setelah selesai maka api dapat dinyalakan untuk proses pemasakan. Proses pemasakan yang baik akan menghasilkan minyak dengan aroma yang baik pula. Suhu biasanya dijaga dikisaran 86-98°C. Bila menggunakan tekanan diusahakan dibawah 1barr. Penggunaan tekanan yang berlebihan akan mengakibatkan minyak yang dihasilkan gosong dan kualitas minyak buruk.

Minyak Gaharu ~ bahan baku dari Pulau Bangka

Minyak Gaharu ~ bahan baku dari Pulau Bangka

Setelah 72 jam proses penyulingan maka proses dihentikan. Proses pemanenan harap dilakukan dengan hati – hati dan usahakan sedikit mungkin air destilat terperangkap kedalam minyak. Pasca penyulingan, minyak yang didapatkan tentu tidak bersih sepenuhnya. Masih terdapat serbuk-serbuk gaharu yang terperangkap dalam minyak. Untuk membersihkannya, minyak cukup dijemur dipanas matahari selama10-15menit dalam botol tertutup.

image

Pemurnian minyak gaharu dari serbuk maupun air yang tertinggal dalam minyak

Setelah minyak bersih maka, minyak siap dikemas dan dipasarkan, atau disimpan terlebih dahulu supaya minyak lebih tua dan  menghasilkan aroma yang lebih baik lagi.

Testimoni Pembeli Minyak Gaharu Saya :

I just wanted to let you know how happy I am with the Marangin oil. The smell is definitely Kalbar and highly pleasant. You have done a great job distilling this and you do great work. E.T USA

Indonesia oil M–  Left wrist-   I like this oil a lot. The first scent that jumped out at me was a clean, “camphor-y” sweetness. After that the damp newspaper smell became apparent but not dominant.  It’s interesting because although the dampness is there the oil basically has a clean and fresh quality balanced by a sweet succulence. It smells thick yet cool, and I appreciate this harmony of contrasts.  There’s a hint of vanilla intermingled with a quiet raisin-y roastedness. It doesn’t smell at all smoky to me, yet there’s a very subtle cooked, oozy/sticky quality that underlies the coolness. For the most part it has a cool, happy and buoyant quality but  I’m glad there is also a darker, ochre/reddish side. It keeps the oil from feeling too light and uninteresting.  For me there are mainly 2 levels- the  lighter, greener, minty layer and the deeper, sweet, blond tobacco notes.  Very, very nice, Ano. Later- chili pepper!  And the oil is getting drier! I’ve smelled this chili note in an ASAQ oil and I really like it. It is so unexpected that it’s a real pleasure to meet it again I really love this oil, Ano, I guess because I super value complexity, and this oil has lots of diverse elementsThanks so much.” MW ~ NY USA

MasyaaAllah! Brother this is heaven , AS – Dubai UEA

The Story of Gaharu…

Saat tulisan ini diturunkan, yang namanya Pohon Gaharu sedang menjadi Trend di Indonesia khususnya dan Asia Tenggara pada umumnya. Alasan kenapa pohon ini sedang nge trend, adalah nilai jualnya yang cukup tinggi sehingga membuat orang – orang tergiur. Bagaimana tidak dengan modal 10 batang pohon saja dalam kurun waktu 3 sampai 5 tahun sudah dapat menghasilkan ratusan juta rupiah.

Pohon ini merupakan keluarga dari species Aquilaria spp dan Grynops spp. Umumnya yang banyak di budidayakan di Indonesia adalah Aquliaria Mallacensis dan Becariana. Namun saat ini juga ada yang mulai membudidayakan Subintegra dan crassna. Sedangkan untuk wilayah Indonesia Timur paling banyak tumbuh verestigie, filaria, macrocarpa dan microcarpa.

Dikebun Gaharu bareng Cangcungit (Adik ku yang paling kecil)

Nah kalo yang di foto itu jenis gaharu mallacensis, dilihat dari daunnya yang mirip dengan daun beringin, makanya kalau pemburu gaharu bilangnya gaharu beringin synonim dari gaharu aquilaria mallacensis. Gaharu  akan bernilai ekonomis, jika tumbuhan ini terinfeksi oleh suatu jamur atau kapang. infeksi biasanya timbul akibat luka atau badan pohon yang terbuka kemudian di tumbuhi jamur dan kapang. Sedangkan pada tumbuhan hasil budidaya biasanya sengaja dilukai dan disakiti *oh kejaaamnya* agar menhasilkan fulus. Biasanya badan pohon akan di bor atau dipaku, setelah itu di suntikkan inokulan. Sebenarnya ada beberapa jenis inokulan yang kembangkan.

  1. Asam Formiat
  2. Methyl jasmonat
  3. Trichoderma spp
  4. Fusarium spp

Asam Formiat banyak di gunakan sebagai inokulan oleh para petani dan pembudidaya gaharu didaerah Thailand dan Vietnam. hasil dari inokulan ini kuran gbaik, karena menggunakan cairan kimia. sebetulnya dengan cairan asam formiat ini hanya dapat mengiritasi badan pohon sehingga kualitas hasil yang diinginkan mutunya kurang begitu baik. biasanya bila menggunakan cairan ini lubang bekas pengeboran akan di jumpai semut – semut, mengingat asama formiat disebut juga asam semut sehingga menarik para semut untuk bersarang. sebagai penulis saya tidak menyarankan menggunakan asam formiat sebagai inokulan. * lagian kalo kayak gitu namanya bukan inokulan.

Methyl Jasmonat beberapa waktu lalu juga dikembangkan oleh beberapa peneliti dari Hokaido Univeristy di daerah kalimantan, namun karena methl jasmonatnya mahal bin larang, jadi dari segi ekonomis langsung di cut off saja hehehe. saya juga tidak menyarankan menggunakan cairan-cairan kimia karena penginveksi utama alamai itu dari golongan jamur bukan dari cairan kimiawi.

2 inokulan terakhir bisa dijadikan pilihan. pilih salah satu ang menjadi kesukaan anda. keduanya cukup efektif sebagai inokulan. dan bau gubal yang dihasilkan akan lebih alamai dan unsur kayu yang didapet lebih mak jreng. Aroma yang dihasilkan berbeda inokulan akan berbeda pula harumnya.

Bila pohon gaharu ini tidak sakit, maka tidak dapat diproses menjadi minyak ataupun diambil damar minyaknya atau chipnya. makanya bagi para pemburu harap membekali diri dengan ilmu pengetahuan tentang gaharu sebelum anda menebang dengan kesia – siaan.

Kayu Gaharu Verstigie ~1000 Karung Kosong tanpa resin tidak sakit dari Hutan Majene

Setelah sakit dan mati atau dipaksa mati, maka kayu gaharu akan di pecah – pecah dan di kumpulkan sesuai grade.  untuk yang disuling biasanya adalah sisa hasil kerokan gaharu. kalo yang sudah kelasan harganya bervariasi mulai dari 250 ribu per Kg sampai ratusan Juta per Kg (yang terakhir ini jarang banget, dan butuh waktu lama untuk membentuk grade superking ini).

* foto kiriman pak Hendri

Untuk proses penyulingan sendiri, biasanya kayu akan di kominusi terlebih dahulu supaya luas permukaannya semakin luas supaya mempermudah proses hidro difusi. bila bentuk hasil kominusi sampai seperti serbuk, maka bahan lebih baik di rebus, tapi bila ingin di kukus maka bentuk kecil seperti biji beras. Penyulingan memakan waktu kurang lebih 3 sampai 7 hari. setelah itu dapat dijual dengan satuan KG, Tolla (11.6 gram) atau per 1/4 tolla.

Setelah itu dikemas dengan botol cantik dan dapat dijual pake dolar atau dinar hehehe

Meningkatkan Presentasi PA pada Nilam

Sesuai judulnya, sekarang saya mau bahas tentang bagaimana meningkatkan nilai presentasi Patchouli Alcohol dalam minyak nilam. Seperti kita ketahui bahwa PA merupakan senyawa marker atau penanda pada minyak nilam. Keberadaan presentasinya mempengaruhi nilai jual beli minyak ini (di luar naik turunnya harga hehehe).

Sudah banyak yang mencoba mengembangkan varietas  baru dalam tanaman nilam ini, dan sebagian besar mengembangkan melalui jalur budidaya. disini saya mau mengutarakan hasil penelitian saya dan teman2 di Pusat Study Minyak Atsiri UII dalam meningkatkan nilai PA dari segi pasca panen dan produksi.

Dari hasil peneitian yang dilakukan, kami mendapatkan peningkatan nilai PA yang cukup signifikan. Dengan mengembangkan teknik water bubble distillation  yang sudah dikembangkan sebelumnya oleh Prof. Dr. Hans J Siwon, kami mendapatkan Angka PA diatas rata2 yakni sekitar angka 43% dengan bahan baku dari Jepara yang rata- rata memiliki Angka PA di kisaran 27 – 31%.

 Peak 16 dan 17 merupakan kromatogram dari senyawa Patchouli alkohol dengan kadar 43%.

Teknik water bubble ini menggunakan uap panas untuk mendidihkan air dalam retort (dalam hal ini sebenarnya dasarnya adalah water distillation) kemudian diberikan pengaduk didalamnya sehingga material yang disuling bergerak sempurna. fungsi gerakan dari material supaya pengangkatan minyak oleh uap air lebih sempurna dan merata. Minyak yang dihasikan nantinya lebih kental alias viskositasnya lebih tinggi.

Selain itu juga pada proses pra produksi atau waktu penyiapan bahan. Material yang akan di suling sebaiknya di kominusi (rajang kecil2) terlebih dahulu, namun ada baiknya di kominusi setelah kering angin, jangan terlalu kering. Ada baiknya di gantung jangan jemur langsung di terik matahari (kebanyakan di daerah Sulawesi dijemur langsung dan dicacah saat basah).

PEnjemuran yang baik

Setelah di kominusi, ada baiknya untuk dilakukan fermentasi kecil, namun jangan terlalu lama (jangan sampai busuk). perlakuan fermentasi ini akan meningkatkan kadar dan memberikan aroma yang lebih manis terhadap minyak nilam, berikut percakapan saya dengan Robert Seidel pemiliki The Essential Oil Company  yang juga menyarankan penggunaan fermentasi :

Penjelasan fermentasi ada di akhir screen shoot

Perlakuan tersebut sudah berlaku di India, dan menurutnya itu merupakan alasan mengapa aroma India saat ini mulai disukai di US. dan bila dicoba mungkin akan memberikan dampak yang baik bagi perkembangan kualitas minyak nilam Indonesia. Selamat mencoba.

* Percobaan penyulingan skala lab by : Resi Arie Andhini, S.Si  Ilmu Kimia UII 2006

*Percobaan semi industri by : Martsiano

Atsiri Journey at Sulawesi part Sulbar

Whoala…. apa kabar lagi ni… saya mau cerita tentang perjalanan saya menyusuri Sulawesi Barat dan Tengah bersama bung Qadri Donkz dan Abang Juju Eka Yatna. setelah 1 bulan berselang kembali dari Jawa atau tepatnya Yogyakarta, akhirnya diriku kembali ke Sulawesi lagi. setelah kemarin mengunjungi  Sultra yang memiliki akses jalan yang naudzubilah mindzalik. hehehe (semoga pemprov setempat sadar diri).

Hujannya lebat sekali

Perjalanan kali  ini di iringi hujan yang cukup lebat sepanjang perjalanan menuju Majene SulBar,perlu anda ketahui bahwa SulBar ini merupakan provinsi Baru. sebelum sampai di Majene, biasa kita mampir di warung makan yang lumayan enak di ParePare tempat kelahiran B.J. Habibie, Ikan Bandengnya gede2.  Tujuan pertama adalah menghampiri rumah saudaranya Bang Juju di Majene. Kami disana disambut sama Ketua Forum DAS SulBAr Bapak Eko (sodarana bang Juju), kami berbicara panjang lebar tentang pengembanganminyak atsiri, khususnya nilam. karena saat itu disana sedang demam sama tanaman nilam. saya mencoba mengarahkan  memberi masukan untuk komoditi atsiri lainnya yang sudah ada di SulBar, seperti Pala dan Cengkeh.

Kami menginap semalam di Majene, lalu paginya melanjutkan perjalanan menuju Mamuju. Perjalanan kali ini kami menelusuri pantai barat Sulawesi dimana banyak sekali pohon Kelapa dan anak2 sungai, dan memang pantas karena Zaman dahulu kala di daerah SulBar ini terdapat 7 Kerajaan yang berada di anak sungai(bahasa aselinya lupa apaan).

Indahnya alam ini

Habis melakukan Ritual

Saat dalam perjalan saudara bang Juju juga melakukan ritual ketika melewati sungai (muara) yang bertemu dengan laut, menurut mereka biar slamet. oke deh.. aku foto2 aja :D.

Saat saya di SulBar belum ada penyulingan, baru desas desus mau mendirikan penyulingan, makanya disini saya tidak foto2 penyulingannya. Sampai di Mamuju jam 12 Siang, kami disuguhi makan siang yaitu Jintek sejenis udang kecil yang di oseng2 rasanya enak sekali, pingin nambah tapi malu. Berikut penampakan si Jintek :

Jintek, makanan khas Mamuju

Setelah kami kenyang akhirnya kami melanjutkan perjalan menuju Sulawesi Tengah, namun kami agak was – was mengingat sebelum perjalanan di wanti-wanti hati hati kalo lewat daerah Tikke, katanya banyak penjambret, perampok yang kejam di daerah kebon sawitnya… hhhuhu merinding bulu romanku sambil siap-siap dongkrak, kunci segitiga, golok (ini ada gaya waktu itu???)

Sepanjang perjalanan kali ini kami mulai masuk ketengah, sungai besar yang terhampar dan kanan kiri yang banyak sekali tambak pantesan orang sini kaya kaya…. saat memasuki wilayah ………. (lupa namanya) saya dan tim (cieh) melihat perkebunan jeruk purut (citrus histrix) yang merupakan salah satu komoditi minyak atsiri.

Ladang Jeruk

Setelah mampir sebentar, kami pun melanjutkan perjalan dengan ngebut sengebutnya berharap melewati Tikke sebelum gelap. dan akhirnya kami sampai di Palu jam 12 malam, menuju rumah Bang Zulkifli Tanigau. tapi sebelumnya kita mampir makanmakan di pantainya hehehe sekian dulu deh… duh masih diare…

Atsiri Journey at Sulawesi part SulTra

Assalam….

saking lamanya nggak pernah buka wordpress sampai lupa dimana mau postingnya hehee…. kangen ngetik2 kisah2 hidupku (cieh) ni cerita perjalanan mengenai atsiri di pulau sulawesi. Oh iya sebelumnya bagi yang konsultasi tentang ayam, kura2 dan lain2 di blog ini mohon maaf belum bisa balas dikarenakan sangat sulit mencari koneksi internet disana… kagian hp ku masih tipe nokia 1200 jadi ndak bisa internetan everywhere dan anywhere….

Beberapa minggu yang lalu atau tepatnya beberapa bulan yang lalu gua/saya/aku berkesempatan untuk berkeliling pulau sulawesi untuk tujuan pengembangan minyak atsiri di sana. bermula perjalanan menuju ke Makassar untuk singgah sebentar di tempat Mas dan Pakde, kemudian aku diantar keliling sama Mas Juju Ekayatna naik Xen*a muter2 ke Sulawesi Tenggara… nih penampakan sang transporter :

Ki : Bung Qadrie DOnkz Ka : The Transporter

Hari pertama meluncur ke daerah suli untuk menjemput bang Qadri donkz karena beliau yang ada kenalan di daerah tenggara bersama om 10 Kilo (a.k.a om amirudin, kenapa dia dapet nama 10 Kilo???) jam 12 siang meluncur lewat daerah bantimurung, daerah ini dikenal sebagai kerajaan kupu2 karena banyak sekali kupu2 disini sekaligus tempat wisata, sayang cuma lewat hehe perjalanan melaju terus sampai di daerah camba, wuih disini penuh adrenalin karena jalannya cuma 1,5 meter diapit sama dinding tebing dan jurang curam ditambah dengan yang lewat kebanyak truck tronton…. wahaha senam jantung gak jadi tidur padahal ngantuk banget karena hari sebelumnya harus berangkat dari jogja naik travel ke SBY gara2 adisucipto di tutup, dan semaleman ga bisa tidur karena radiator L300 nya ngadat terus gara2 dipake kebutan buat ngejar penerbangan jam 5 pagi…

Sore hari sampai didaerah sengkang melihat danau tempe di daerah wajo, huhu ternyata disini ada bermukim kakak kelasku dulu di kampus UII namanya mbak Andi Widya (but saat itu belum tau kalo dia tinggal disitu). perjalanan di lanjutkan dengan jalan yang terkoyak2 alias rusak parah dimana kalo teman2 sekalian nyemplungin bibit lele disitu insyaAlloh 3 bulan kemudian dapat dipanen ( excuse me for lebay hehehe).

Pukul 20.00 sampailah kami didaerah suli Belopa, 60 Kilometer diselatan kota Palopo untuk menjemut bung Qadri… karena sudah lelah akhirnya mampir hotel buat istirahat… tapi ini hotel apa peternakan walangsangit? hehe soalnnyabanyak banget walangsangitnya….

keesokan harinya mampir dulu kesalah satu penyulingan di daerah suli punyanya pak Jack, wah jalannya lebih mantab lagi, kalo ujan dijamin akan menginap berhari2 di penyulingan heheehe jam 1 siang meluncur menuju tenggara, namun sebleumnya mampir di palopo buat makan, kami makan di warung makan namanya Paraikatte yang dalam bahasa Indonesianya berarti diantara kita atau hanya untuk kita2, buset bandengnya guede guede beda sama bandeng di jawa terus porsi teh anget juga gila gelasnya gede banget, kenyang bener…. setelah selesai makan kita meluncur menuju malili dan selanjutnya berhenti di perbatasan namanya Tolala kurang lebih jam 8 malam mampir di rumah makan andini buat makan ikan kakap merah (malam itu tinggal itu menunya) selesai makan melanjutkan perjalanan melewati “SELANGKANGANYA SULAWESI” karena belum tau jalan, gua nanya terus sama om ammir yang lagi gantiin the transporter , “berapa jauh lagi om?”, om amir jawab ” yah 10 Kilo lagi”, wah senang hatiku sudah dekat ternyata, namun 2 jam berikutnya,  “kok gak sampe2 om?” lalu dia jawab lagi ya “10 Kilo lagi”… hahaha anjrit gua dikerjain akhirnya dia dapet julukan 10 kilo…

Jam 1 malam sampai didaerah lapai’ di pinggir jalan menemui seorang penyuling yang sudah melakukan kontrak dengan salah seorang pengusaha di jawabarat, liat2 disana disini aku dikira keturunan tiong hoa hehehe.

Akhirnya jam 2 malam sampai di tempat tujuan yaitu di kecamatan Katoi dekat dengan pelabuhan tobaku, begitu sampai solat langsung tidur…

Keesokan paginya saya mengunjungi beberapa penyuling di daerah Kolaka Utara, ini kabupaten baru loh, ibukotanya lasusua… jarak antara Katoi dan Lasusua kurang lebih 15 Km, di sisi satunya perbukitan cengkeh mulai dari perbatasan sulsel hingga daerah kolaka sana, dan di sisi satunya hamparan pantai sultra yang menghampar indah di kejauhan… ada satu penyulingan yang sebenernya pingin banget tinggal disitu, yatu penyulingan milik bapak Hamzah dimana diantara rimbunnya daun cengkeh, penyulingannya lngsung menghadap laut, dan disana aku sempat lihat sunset..

@ Penyulingan pak hamzah.. dibelakangnya adalah laut yang membentang

keindahan alam Kolaka Utara tidak dibarengi dengan adanya fasilitas (sayangnya) karena disni susah banget cari warung makan, di satu kecamatan tempatku tinggal cuman ada 1 warung makan hhuhu dan itu mahal banget, teh anget gelas kecil aja goceng….tapi menu lele nya coy guedhe bener, kalo di jogja embahnya lele… selai itu angkot sehari cuman sekali.

Kolaka Utara minyak atsirinya sedang berkembang terutama nilamnya, tadinya warga disini petani kakao namun saat iini mengeluh karenahasil panen kurang memuaskan. setelah beranjak menanam nilam, para petani sekarang sudah bisa bangkit lagi, namun sekali lagi masih sangat kurang edukasi tentang pengelolaan paska panen… agendanya memang pengedukasian disini sambil jalan2. Saat saya ke Kolut, penyulingan baru ada 8 penyuling (sekarang kabarnya lebih dari 15 penyulingan) perkembangan yang sungguh luar biasa.

Minyak nilam yang dihasilkan diwilayah ini kurang lebih rendemennya 2.5 sampai 3%, penyulingan menggunakan sistem kukus, namun rata2 bilangan asamnya cukup tinggi sehingga kualitas minyaknya agak sulit di olah untuk industri (para exporter agak kurang suka dengan bilangan asam tinggi), kandungan patchouli alcoholnya beragam dari 28 sampai 34.

3 hari di Kolut akhirnya saya pulang ke Makassar lewat jalur darat lagi dan sesampainya di Makassar ingin segera ketemu Jogja… kuangen…

 

Oh iya nantikan tour de sulawesi Part Sulbar dan Sulteng edisi mendatang

 

ceplok piring oil

Tanaman ceplok piring atau nama latinnya Gardenia jasminoides atau bisa disebut juga Gardenia augusta merupakan bunga yang memiliki aroma yang khas dan tumbuh di daerah tropis. asal muasalnya diperkirakan dari Asia dan banyak tumbuh di Indonesia, Vietnam, China selatan, Formosa(salah satu propinsi di taiwan), jepang sama india.

kembang ceplok piring

Scientific classification
Kingdom           :     Plantae
(unranked)       : Angiosperms
(unranked)       : Eudicots
(unranked)       : Asterids
Order                  : Gentianales
Family                : Rubiaceae
Genus                  :  Gardenia
Species                :    G. jasminoides

tanaman ini memerlukan kelembaban tinggi untuk mengembangakan bunganya. berbunga saat musim panas. ekstrak menggunakan PE (petroleum eter atau wash bensin), proses penyulingannya hampir sama dengan proses minyak bunga yang lainnya rendemennya 0.07% berat jenisnya 1.009 lebih berat dari air, dan putaran optiknya positif +1.47.

yang menyebabkan nama belakang  jasminoides adalah senyawa marker nya yang identik yaitu benzyl acetate. selain itu kandungan kimia lainnya antara lain : stryroyl acetat, linalol, linalyl acetate, terpeneneol, methyl anthranilate, Jasmine lactone, gamma-decalactone, ocimene dan asam tiglik.

berbeda dengan mawar dan melati yang dapat digunakan dalam komponen makanan atau minuman, minyak ceplok piring ini memiliki sifat toxic sehingga kurang aman atau tidak disarankan.

efeknya menenangkan dan harganya lebih mahal daripada mawar damascena, alasan lebih mahalnya karena memang cukup sulit untuk mendapatkan materialnya karena merupakan tanaman semusim.

salah satu produsen minyak ceplok piring a.k.a gardenia oil

Indonesia berpotensi untuk mengembangkan minyak jenis ini, namun sekali lagi memang kita (orang Indonesia) atau lebih tepatnya penyuling INdonesia menghadapi persaingan pasar luar negeri khususnya china dan India.

POKTAN Nilam Malang with Prof. Dr. Hans Siwon

Bulan juli tanggal 9 juli 2010 kemarin aku bareng pengurus CEOS UII mengunjungi tempat pengolahan nilam di malang selatan yang di bina oleh Prof. Dr. Hans Siwon yang berkewarganegaraan Belanda. Squad CEOS yang ikut pada waktu itu adalah : Prof. Dr. Hardjono S, Riyanto,Ph.D.,Tatang Shabur J.,M.Sc., Dwiarso R, M.Sc., Cecep Sa’bana S.Si., Dedi Sugiarto S.Si., Yusuf Habibi S.Si., Agus Sri Untoro dan aku sendiri hehehe berdelapan naik mobil kijang kapsul fakultas wahahah kepelenet – plenet. yang bujang ditaro dipaling belakang huhuhu tersiksa.

Perjalanan dimulai setelah jumatan jam 2 siang terus nyamper ke tempat pak Ri dan Pak T, yang bujang2 berangkat dari kampus…. nyamper personel yang lain termasuk prof harjono dan terakhir adalah pak arso….

SQUAD CEOS minnus Prof Hardjono

Perjalanan tidak melalui jalur biasa tapi lewat jalur alternatif selatan, rencananya sih klaten-wngiri-ponorogo-trenggalek-kediri-malang, tapi ternyata pak Agus salah belok akibatnya kita terlalu keselatan… wal hasil menjelang magrib masih di wonogiri… memasuki kota wonogiri kita mampir di bakso TITOTI lumayan enak, mie nya juga kenyal recomended seller deh kalo ke wonogiri yang katanya pusat bakso… tempatnya nggak begitu apal, tapi tanya aja bakso titoti… Perjalanan dilanjutkan (oia di bakso titoti mas cecep sama dedi godain kashirnya huhauhaua)

Sampai Kediri jam 24.30 malam terus kita cari penginapan di hotel *** yang nggak recomend banget pelayanannya payah… pak T aja sampe ngomyang sendiri hehehe aku juga mana di pecelnya ga dapet tempe lagi kita berdua.

Pagi – pagi sebelum berangkat ke malang kita sempetin foto-foto di hotel berikut ini foto-fotonya ;

Sebelum berangkat ke malang lokasi : hotel SRI kediri

Setelah keluar dari hotel kita sempet muter2 di kota kediri, bukan karena kami ingin, tapi karena kami kesasar hehehe…. Pada jam 10.20 sudah ditunggu di bendungan karang kates (ini baliknya kita mampir sini) sama Prof. Siwon  dan Dr. Wiyono. menelusuri pinggir bendungan karangkates yang membentang luas menikmati pemandangan sembari mobil memacu lajunya diantara kelokan bukit yang semakin meninggi, diiringi lagu campur sari dari tape mobil sungguh indah….

Pukul 11.00 kurang lebih kita sampai di penyulingan, disambut dengan sahaja oleh keluarga Dr. Wiyono, kita lihat -lihat penyulingan yang menggunakan metode yang telah dikembangkan oleh Prof Siwon dan Dr. Wiyono… Prosesnya menggunakan water agitation distillasi, prinsipnya adalah menggunakan uap air sebagai moda pemanasa air yang ada pada retort yang juga didalamnnya disediakan pemutar dan pemecah bahan…. dibawah ini foto2nya :

full Squad berfoto bareng Prof. Siwon di Penyulingan

Lagi Proses

Setelah kita proses, maka dilanjutkan dengan diskusi dan makan makan (ini bagian yang ditunggu – tunggu), mendengarkan penjelasan Prof. Siwon tentang proses baru ini(maaf masih paten Prof. Siwon, jadi ga berani buka hehe) dan mendengar kisah Prof. Hardjono tentang masa lalunya di Belanda waktu di Perfume and Fragrance Factory yang terkenal jaman itu (sekarang tuh perusahaan katanya udah di ambil alih sama unilever)… wah pingin sekali menambah ilmu mendengar perkembangan yang mereka lakukan, pengalaman yang sungguh dalam denga kesungguhan mantab deh, jadi seneng…

makan sambil dengerin cerita n diskusi

Setelah selesai makan kita sholat dan pamit pulang, tapi sebelum sampe jogja kita mampir mapir, pertama kita ke bendungan karang kates terus pulang mampir di kediri buat beli tahu taqwa(makanan khasnya Kediri), terus kita berhenti lagi di Nganjuk buat makan sate kambing sumpah dah enak bener satenya sampe Prof Harjono bilang “Dunia ini berseri – seri” hahah dan otomatis jadi Quote of the day. jam 2 malem sampe di jogja pas pertarungan antara uruguay vs jerman kalo ga salah inget….. kenangan yang indah… ni oleh2 dari bendungan karang kates :

jembatan karang kates

Cover Boy CEOS Kimia MIPA UII

thats all…..

Kemukus Oil

Kemukus atau dikenal dalam bahasa latinnya Pipper cubeba memiliki kandungan minyak atsiri dengan senyawa markernya adalah cubebin, biasanya terdapat sekitar 2 – 3 % cubebin dalam minyak atsiri kemukus.

kemukus piper cubeba

Untuk memperoleh minyak kemukus, para penyuling  dapat menggunakan metode distilasi uap dengan waktu 24 jam penyulingan, rendemen dari buah kemukus ini cukup banyak sekitar 10 – 12% sehingga mungkin untuk diusahakan. Fungsi dari minyak kemukus selama ini lebih diperuntukan untuk flavour rokok(di US dan france) dan penambah aroma masakan (timteng dan India), selama ini Indonesia menyupplai kemukus mentah (belum diolah jadi minyak) ke India dan beberapa negara di timur tengah.

Kemukus sering disamakan dengan buah krangean oleh beberapa eksportir di Indonesia (termasuk saya, waktu itu), karena kemiripan namanya, yaitu Pipper cubeba dan Litsea Cubeba, Krangean atau Litsea Cubeba memiliki kandungan citral yang sangat tinggi, dan kebutuhan akan minyaknya cukup tinggi pula sekitar 1000 ton (kalo tidak salah ingat F&F/pak Ari)

Sentra minyak kemukus di Indonesia ada di Jawa Tengah khususnya daerah Kedu dan DIY(ini saya), berikut data – data perbandingan hasil GC di Lab Instrumen Univ Islam Indonesia Yogyakarta :

GC Cubeb Oil Magelang

Muncul di Jelang Siang Trans TV

Daripada bingung nulis apaaan mendingan nulis pengalaman di suting sama trans tipi buat acara jelang siang, kejadiannya sih udah 4 bulan yang lalu.

Kontak pertama dimulai saat mbak POPPY PRADANA (presenternya) liat blogku tentang film perfume, setelah itu dia kontak aku untuk jadi narasumber pembuatan minyak atsiri dari bunga yang kebetulan beliau sedang membuat story about flower.

Pada akhir februari mbak Poppy dateng ke jogja ditemeni sama mbak nova(cameramen) dan kita langsung syuting dari jam 11 sampai jam 2 siang Syutingnya lama tapi munculnya cuma 4 menit…. tapi lumayan hehehe.

Waktu proses pembuatan groginya bukan main, tegang, nggak bisa ketawa takut salah padahal mbak poppy ngajakin becanda terus heheheh demam kamera…. proses rekaman berjalan lancar dan akhirnya selesai… ni hasil poto2 sama temen – temen yang bantuin syuting

abis syuting jelang siang Trans TV

Kalo mau nonton hasil videonya ni aku nemu di youtube (BUKAN DARI COPY DVD YANG DIKASIH TRANS TV, soalnya yang itu ga boleh disebarkan) klik disini

ya itulah satu lagi pengalaman berharga yang aku dapatkan… berikut ini update foto – foto pas syuting :

Crew Kimia UII nunggui proses syuting sambil makan

diskusi sudut mana yang mau diambil